BREAKING NEWS May Day 2026 Massa Buruh Mulai Masuk Kota Surabaya, Sampaikan Tuntutan Ini
Titis Jati Permata May 01, 2026 03:04 PM

 

SURYA.co.id, SURABAYA - Sejumlah 6.000 orang massa Gerakan Serikat Buruh (Gesper) Jatim dari 15 elemen serikat buruh bergerak menuju Gedung Kantor Gubernur Jatim, di Jalan Pahlawan No 110, Surabaya, pada peringatan Hari Buruh Internasional (May Day), pada Jumat (1/5/2026) siang. 

Mereka berkumpul menunaikan ibadah Salat Jumat di tiga masjid Kota Surabaya, yakni Masjid Al-Akbar, Masjid Al-Falah, dan Masjid Baitul Haq Kejati Jatim.

Setelah itu, massa bakal berkumpul untuk menyiapkan barisan long march yang berlangsung di depan Mal BG Junction di Jalan Bubutan, pukul 14.00 WIB.

Lalu, bergerak ke Kantor Gubernur Jatim, dengan estimasi tiba di lokasi sekitar pukul 15.00 WIB.

Buruh Berdatangan Sejak Pagi

Pantauan SURYA.co.id di lokasi, massa buruh mulai berdatangan sejak pukul 09.00 WIB melalui jalur selatan arah masuk Kota Surabaya, yakni Jalan A Yani atau depan Mal City of Tomorrow (Cito). 

Beberapa truk dan mobil pikap komando penuh tumpukan sound juga tampak berhenti di bahu jalan tersebut.

Tak lama kemudian, mereka mulai berangsur-angsur memasuki Kota Surabaya. 

Buruh di Kawasan Industri Jatim

Wakil Sekretaris DPW FSPMI Provinsi Jatim Nuruddin Hidayat mengatakan, ribuan orang buruh itu terdiri dari lima Konfederasi Serikat Pekerja/Serikat Buruh dan lima belas Federasi Serikat Pekerja/Serikat Buruh dalam aliansi besar Gesper Jatim. 

Mereka berasal dari Kawasan Industri di Jatim seperti, yaitu Kota Surabaya, Sidoarjo, Gresik, Mojokerto, Pasuruan, Probolinggo, Jember, Lumajang, dan Tuban. 

"Mobilisari pergerakan massa, khusus untuk FSPMI mengerahkan sekitar 50 unit bus, 10 truk mobil komando, serta konvoi ribuan sepeda motor," ujarnya saat dihubungi SURYA.co.id, Jumat (1/5/2026).

Konsolidasi Kekuatan Buruh Jatim

Nuruddin Hidayat mengatakan, Aksi May Day 2026 ini merupakan bentuk konsolidasi kekuatan buruh Jatim untuk memperjuangkan keadilan sosial, kesejahteraan, serta kepastian hukum bagi seluruh pekerja. 

Terdapat 11 tuntutan lokal dari kalangan buruh di Jatim. Tuntutan itu sebagian besar menagih komitmen hasil kesepakatan bersama Pemprov Jatim pada Peringatan Hari Buruh Internasional 2025 silam. 

1. Rekomendasi kebijakan strategis kepada pemerintah pusat dan DPR RI terkait revisi dan pembentukan regulasi ketenagakerjaan.

2. Evaluasi sejumlah Surat Edaran Mahkamah Agung yang dinilai merugikan pekerja. 

3. Penyediaan rumah murah dan rumah susun bagi buruh.

4. Penyusunan Peraturan Daerah tentang Sistem Jaminan Pesangon.

5. Pengawasan ketat terhadap praktik outsourcing.

6.Penegakan kebijakan UMK dan UMSK.

7. Pembentukan Satgas Pencegahan PHK.

8. Kewajiban kepesertaan aktif BPJS Kesehatan dan BPJS Ketenagakerjaan sebagai syarat perizinan usaha.

9. Pemberian sanksi bagi perusahaan yang tidak mendaftarkan pekerjanya ke BPJS.

10. Peningkatan akses pendidikan bagi anak buruh melalui jalur afirmasi.

11. Kajian pembebasan pajak kendaraan roda dua dan PBB untuk masyarakat berpenghasilan rendah.

Tuntutan saat May Day 2026

Tak cuma itu, Nuruddin Hidayat juga menambahkan, Buruh di Jatim tak lupa terus menyuarakan tuntutan secara nasional pada May Day 2026.

1. Sahkan Undang-Undang Ketenagakerjaan sesuai rekomendasi KSP-PB.

2. Hapus outsourcing dan tolak upah murah (HOSTUM). 

3. Hentikan ancaman PHK akibat dampak perang global. 

4. Reformasi sistem perpajakan dengan menghapus pajak atas THR, JHT, dan pensiun serta menaikkan PTKP.

5. Berantas korupsi melalui pengesahan RUU Perampasan Aset.

6. Segera ratifikasi Konvensi ILO 190.

7. Tingkatkan standar keselamatan dan kesehatan kerja.

8. Berikan perlindungan bagi pekerja digital platform.

9. Jamin akses layanan kesehatan bagi peserta PPU BPJS Kesehatan yang iurannya tidak dibayarkan pemberi kerja.

10. Potongan tarif ojol maksimal 10 persen. 

"Selain itu, aksi ini juga menjadi momentum untuk menagih komitmen pemerintah agar tidak berhenti pada janji, tetapi diwujudkan dalam kebijakan nyata yang berpihak kepada buruh," pungkasnya. 

Kerahkan Personil untuk Jaga Keamanan

Sementara itu, Kapolrestabes Surabaya Kombes Pol Luthfie Sulistiawan mengatakan, Polrestabes Surabaya mengerahkan sejumlah 3.670 orang personel Polisi untuk mengawal keamanan dan ketertiban pelaksanaan Hari Buruh Internasional (May Day) 2026 di Kota Surabaya, pada Jumat (1/5/2026). 

"Kami mengingatkan seluruh anggota agar menjalankan tugas dengan penuh profesionalisme dan mengedepankan pendekatan persuasif dan Humanis," ujarnya pada awak media di Mapolrestabes Surabaya. 

Koordinasi dengan Elemen Buruh

Kemudian, Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Jules Abraham Abast mengatakan, pihaknya terus melakukan koordinasi dan bersinergi dengan para koordinator maupun pimpinan elemen buruh di Jatim. 

Langkah ini dilakukan untuk menjamin pelaksanaan kegiatan peringatan Hari Buruh berlangsung lancar, baik di wilayah Jatim maupun bagi perwakilan buruh yang berangkat ke Jakarta.

"Polda Jatim terus bersinergi dengan koordinator maupun pimpinan elemen buruh yang ada, termasuk mengawal perwakilan rekan-rekan buruh ke Jakarta untuk mengikuti perayaan Hari Buruh Sedunia," ujarnya pada SURYA.co.id.

Sesuaikan Titik Kegiatan

Menurut Kombes Abast, pengamanan dilakukan secara menyeluruh dengan menyesuaikan titik kegiatan yang tersebar di berbagai wilayah. 

Jumlah personil yang diterjunkan akan dipastikan setelah pelaksanaan apel kesiapan pengamanan.

Ia menegaskan, Polda Jatim berkomitmen menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) tidak hanya di Kota Surabaya, tetapi juga di seluruh kota dan kabupaten se-Jawa Timur.

Oleh karena itu apabila terdapat kegiatan perayaan May Day di daerah-daerah di Jatim, pihak kepolisian juga memastikan siap memberikan pengawalan dan pelayanan terbaik.

"Dengan kesiapan tersebut, Polda Jatim berharap peringatan May Day 2026 dapat berlangsung aman, damai, dan menjadi momentum positif bagi para pekerja untuk menyampaikan aspirasi secara tertib," pungkasnya.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.