TRIBUN-MEDAN.com - Cium tangan saat masuk rumah, mantan menantu Dumaris Sitio disambut mertua.
Namun ternyata tujuannya datang untuk merampok sang mertua.
Kasus perampokan sadis di Pekanbaru yang menyababkan Dumaris Denny Waty Sitio (60) tewas menjadi sorotan.
Baca juga: Teriakan Prabowo Saat Pidato Momen Hari Buruh: Manfaat MBG, Potongan Ojol, hingga Pertaruhkan Nyawa
Diketahui, total pelaku berjumlah 4 orang. Terdiri dari 2 laki-laki dan 2 perempuan.
Pihak kepolisian mengidentifikasi satu orang pelaku wanita dalam aksi pembunuhan disertai perampokan terhadap Dumaris.
Ternyata salah satu pelaku merupakan mantan menantu korban.
Pelaku tersebut yakni perempuan berinisial AF.
Baca juga: TABIAT Menantu Dimaris Sitio Dibongkar, Korban Sampai Pasang CCTV, Kini Dirampok dan Dibunuh
Dalam rekaman CCTV tampak korban membukakan pintu untuk pelaku.
Dua pelaku wanita langsung masuk.
Di pintu keduanya mencium tangan Dumaris.
Dumaris pun mempersilahkan keduanya masuk.
Dua pelaku dan korban berbincang.
Hingga salah satu pelaku laki-laki masuk dan langsung menghantam korban dengan balok kayu.
Tak sekali, berkali-kali kayu tersebut dihantam ke kepala korban bahkan saat Dumaris tak berdaya lagi.
Selain menghilangkan nyawa korban, pelaku juga membawa kabur sejumlah barang berharga milik korban.
Barang-barang yang dilaporkan hilang di antaranya cincin kawin seberat sekitar 12 gram bertuliskan nama suami korban, cincin emas seberat sekitar 10 gram, uang tunai dalam bentuk dolar Singapura sekitar 400 dolar, satu unit handphone Samsung A55 5G, satu unit musik box, dan satu unit speaker.
Peristiwa ini pertama kali diketahui oleh suami korban.
Pagi harinya, sekitar pukul 08.00 WIB, ia sempat mengajak korban keluar rumah untuk mengurus pajak kendaraan, namun korban memilih tetap tinggal di rumah.
Baca juga: Susunan Upacara Hari Pendidikan Nasional 2026 yang Bisa Jadi Acuan Kegiatan
Sekitar pukul 11.00 WIB, saat kembali, ia mendapati pintu rumah terbuka dan kondisi kamar sudah berantakan.
Setelah mencari ke sejumlah ruangan, korban akhirnya ditemukan dalam keadaan tertelungkup di dapur dengan luka di wajah dan bercak darah di sekitar kamar mandi.
Polisi yang menerima laporan langsung melakukan olah TKP dan mengevakuasi korban ke RS Bhayangkara Pekanbaru untuk keperluan autopsi.
“Kami telah mengumpulkan sejumlah petunjuk, termasuk rekaman CCTV di sekitar lokasi kejadian,” kata Kanit Reskrim Polsek Rumbai Pesisir, Iptu Dodi Vivino
Hingga kini, penyelidikan terus dilakukan untuk memburu para pelaku dan mengungkap motif di balik aksi keji tersebut.
Selain itu, polisi juga mengamankan anak kandung laki-laki korban, berinisial A.
Lantaran, A datang dengan sepeda motor saat kejadian ke rumah korban.
A sempat masuk ke dalam rumah. Namun tak lama, keluar.
Dari hasil pemeriksaan sementara, A mengaku tidak mengetahuinya ibunya sudah meninggal dunia. Tapi polisi masih melakukan pemeriksaan intensif.
Dari hasil pemeriksaan medis, korban meninggal dunia akibat pukulan benda tumpul di bagian kepala.
"Pukulan benda tumpul itu menyebabkan pendarahan pada otak hingga berujung pada kegagalan fungsi vital otak," ungkap Dodi.
(*/ Tribun-medan.com)