TRIBUNJATENG.COM, PURWOKERTO - Peringatan Hari Buruh Internasional 2026 di Kabupaten Banyumas diwarnai aksi solidaritas nyata melalui peluncuran program "Salin Aslimas" (Sadewo Lintarti ASN Lindungi Pekerja Rentan Banyumas).
Dalam momentum ini, ribuan Aparatur Sipil Negara (ASN) didorong untuk menjadi orang tua asuh dengan memberikan perlindungan jaminan sosial kepada para pekerja rentan, seperti asisten rumah tangga hingga pedagang keliling, guna menciptakan ekosistem kerja yang lebih aman dan sejahtera di Kota Satria.
Langkah ini menjadi inti peluncuran program Salin Aslima yang digagas Pemerintah Kabupaten Banyumas dalam peringatan Hari Buruh Internasional (May Day) 2026.
Baca juga: Polres Salatiga Manjakan Buruh dengan Layanan Cek Kesehatan Gratis saat May Day
Program tersebut resmi diluncurkan oleh Bupati Banyumas Sadewo Tri Lastiono didampingi Wakil Bupati Dwi Asih Lintarti, Kepala BPJS Ketenagakerjaan Cabang Purwokerto Vinca Meitasari, serta unsur Forkopimda di halaman Pendopo Si Panji, Purwokerto, Jumat (1/5/2026).
Program Salin Aslimas menjadi bagian dari komitmen Pemerintah Kabupaten Banyumas dalam menghadirkan perlindungan sosial yang inklusif dan berkeadilan, khususnya bagi kelompok pekerja rentan yang selama ini berada di sektor informal.
Bupati Sadewo menegaskan Salin Aslimas merupakan upaya konkret pemerintah daerah memperluas perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan, khususnya bagi pekerja sektor informal yang selama ini belum terjangkau.
"Program ini tidak hanya meresmikan kebijakan, tetapi juga menghadirkan ketenangan bagi para pekerja rentan," ujarnya kepada Tribunbanyumas.com, dalam rilis.
Ia menjelaskan, sasaran program ini mencakup pekerja informal seperti asisten rumah tangga, pedagang keliling, hingga pekerja serabutan.
Pada tahap awal, sebanyak 1.065 pekerja rentan telah mendapatkan perlindungan melalui skema BPJS Ketenagakerjaan.
Sadewo menargetkan cakupan kepesertaan jaminan sosial ketenagakerjaan di Banyumas meningkat dari 37,18 persen pada 2025 menjadi 41,95 persen pada 2026.
Untuk mendukung capaian tersebut, pihaknya mengimbau seluruh ASN di Banyumas agar berpartisipasi aktif dengan melindungi minimal satu pekerja rentan di lingkungan masing-masing.
"Jika seluruh ASN ikut berpartisipasi, maka penambahan kepesertaan akan signifikan," katanya.
Ditemui usai acara, Sadewo menegaskan bahwa partisipasi ASN bersifat imbauan, bukan kewajiban.
Menurutnya, setiap ASN cukup mengampu satu pekerja rentan dengan cara membantu pendaftaran dan perlindungan melalui BPJS Ketenagakerjaan.
"Kalau seluruh ASN yang jumlahnya sekitar 15 ribu orang ikut, maka potensi tambahan kepesertaan bisa sangat besar," jelasnya.
Meski demikian, ia menekankan pendekatan yang digunakan tetap bersifat persuasif.
"Saya tidak berani mewajibkan, ini sifatnya imbauan.
Harapannya ASN mau berpartisipasi," ujarnya.
Sementara itu, Kepala BPJS Ketenagakerjaan Cabang Purwokerto, Vinca Meitasari, menyebut program Salin Aslimas menjadi langkah strategis dalam memperluas perlindungan sosial bagi pekerja rentan.
"Program ini baru diluncurkan kurang dari satu minggu, tetapi antusiasme ASN sudah cukup baik.
Tercatat sudah ada 1.065 pekerja rentan yang didaftarkan," ungkapnya.
Ia menjelaskan, pembiayaan program dilakukan melalui kolaborasi dengan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas), sehingga ASN tidak perlu menanggung iuran secara langsung.
"ASN cukup menyerahkan nama pekerja rentan, kemudian pembiayaannya diambil dari dana Baznas sebagai bentuk kepedulian sosial," jelasnya.
Menurutnya, apabila seluruh ASN di Banyumas berpartisipasi, maka jumlah pekerja rentan yang terlindungi akan meningkat signifikan.
Baca juga: Dari Pekerja Rentan Jadi Aman: Pemkab Kudus Tanggung Iuran BPJS Ketenagakerjaan
"Kalau semua ASN melindungi satu pekerja, maka persoalan perlindungan sosial bisa berkurang secara signifikan," katanya.
Vinca menambahkan, cakupan kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan di Banyumas saat ini masih sekitar 28 persen dan ditargetkan meningkat hingga 47 persen pada tahun ini melalui berbagai program, termasuk Salin Aslimas.
Selain itu, Baznas juga turut ambil bagian dalam program tersebut melalui penyaluran bantuan sosial kepada masyarakat. (jti)