TRIBUNBANYUMAS.COM, SEMARANG - Dua bek sayap kiri PSIS Semarang dipastikan absen saat laga pamungkas Pegadaian Championship 2025/2026melalwan PSS Sleman, Minggu (3/5/2026).
Kondisi ini membuat pelatih PSIS Kas Hartadi harus mencari pengganti yang tepat agar lini pertahanan Mahesa Jenar tetap kokoh menghadapi serangan PSS.
PSIS akan menantang PSS Sleman di Stadion Maguwoharjo, Sleman, DI Yogyakarta.
Dua bek sayap PSIS yang akan absen adalah M Alwi dan Habil Akbar, akibat akumulasi kartu kuning.
Keduanya merupakan pemain dengan kekuatan kaki kiri murni.
Sementara, bek tengah Dani Ibrohim yang sempat absen karena sakit di laga sebelumnya, dipastikan siap turun ke lapangan.
Pelatih PSIS Kas Hartadi mengakui, absennya dua bek sayap kiri itu menjadi tantangan tersendiri.
Apalagi, dia masih belum mengenal seluruh pemainnya.
Baca juga: Main Lebih Lepas, PSIS Semarang Siap Jegal PSS Sleman Raih Poin Penuh
Namun, Kas Hartadi menegaskan, akan memanfaatkan sesi latihan terakhir untuk menentukan pengganti paling ideal.
“Kita siapkan dulu, tinggal dua hari ini, siapa yang paling cocok. Nanti kita lihat di latihan terakhir," ujarnya, Jumat (1/5/2026).
Meski demikian, Kas memastikan, kondisi tersebut tidak akan mengubah pendekatan permainan tim.
PSIS tetap ditargetkan tampil fight meski laga ini tidak lagi menentukan posisi akhir di klasemen.
“Kami tetap main ful tim dan meraih yang terbaik,” tegasnya.
Di sisi lain, absennya dua bek sayap justru membuka peluang bagi pemain lain untuk menunjukkan kapasitasnya.
Kedalaman skuad PSIS akan benar-benar diuji dalam laga ini, terutama menghadapi PSS Sleman yang diprediksi tampil agresif di hadapan pendukungnya.
Satu di antara pemain yang berpotensi diturunkan mengisi pos bek kiri adalah Gustur Cahyo Putro.
Gustur menyebut, meski target utama bertahan di kompetisi telah tercapai, PSIS tetap memandang serius pertandingan terakhir musim ini.
“Alhamdulillah kita sampai di penghujung kompetisi. Ini pertandingan terakhir melawan PSS Sleman,” ujarnya.
Ia juga menyinggung pentingnya menjaga integritas pertandingan, berkaca dari sejarah kelam yang pernah terjadi antara kedua tim.
Gustur menegaskan, sebagai pemain, dirinya tidak ingin hal serupa terulang.
"Kami tahu, pernah ada sejarah tidak baik antara PSS dan PSIS. Saya sebagai pemain yang tahu itu, tentunya tidak ingin terulang," katanya.
Baca juga: Beto Goncalves Bidik Akhir Manis: Siap Persembahkan Kemenangan PSIS dari PSS Sleman
Menurutnya, pelatih dan tim sepakat tetap bermain sportif dan mengincar kemenangan tanpa kompromi.
Tidak ada instruksi lain selain tampil maksimal di lapangan.
“Pelatih menegaskan, kita harus tetap fight untuk memenangkan pertandingan."
"Tidak ada instruksi lain selain itu. Kita tetap main dengan pemain terbaik,” jelas Gustur.
Secara pribadi, Gustur mengaku siap memberikan penampilan terbaik jika dipercaya tampil sebagai starter.
Ia ingin menutup musim dengan kontribusi maksimal bagi tim dan suporter.
"Kalau saya dimainkan, saya ingin menunjukkan yang terbaik. Bukan hanya untuk saya, tapi untuk PSIS, masyarakat Semarang, dan juga keluarga saya," ungkapnya. (*)