Cicu Puji REFF, Sirup Premium Rintisan Anak Sulsel Siap Tembus Pasar Nasional
Alfian May 01, 2026 09:22 PM

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Ketua DPRD Sulawesi Selatan, Andi Rachmatika Dewi, mengapresiasi hadirnya, produk sirup lokal, REFF. 

Merupakan merek sirup premium yang dirancang untuk kebutuhan kafe (kopi/non kopi).

Sirup tersebut tersedia dengan berbagai rasa. Seperti butterscooth, salted caramel, Hazelnut, vanilla, melon, strawberry, matcha dan masih banyak lagi. 

Produk ini diproduksi di Kota Makassar dengan bahan baku asal Sulawesi Selatan.

Bisnis sirup premium tersebut dikembangkan oleh dua anak muda berdarah Sulawesi Selatan, anggota DPRD Sulsel Fadli Ananda dan Reza Pahlawan.

Andi Rachmatika Dewi alias Cicu menyebut, kehadiran REF menjadi bukti bahwa anak muda Sulsel mampu menghadirkan inovasi industri yang bernilai besar.

“Izinkan saya memberikan apresiasi yang luar biasa kepada Pak Reza dan juga dokter Fadli Ananda yang sudah mempunyai ide yang begitu brilian hari ini,” ujarnya saat menghadiri acara peresmian outlet di Jl Lamadukelleng, Kecamatan Ujung Pandang,  Jumat (1/5/2026).

Cicu awalnya mengira dirinya menghadiri pembukaan sebuah coffee shop.

Namun setelah tiba di lokasi, ia justru menemukan sebuah industri produksi sirup yang telah berkembang dan diproduksi di Makassar.

Ia menilai kebanggaan tersebut menjadi berlipat karena produk itu menggunakan bahan baku dari Sulawesi Selatan dan dijalankan oleh putra daerah sendiri.

“Pabrikannya ada di Kota Makassar, menggunakan bahan baku dari Sulsel, dan dirunning kan juga oleh orang Sulawesi Selatan. Bangganya dobel-dobel,” ucapnya.

Cicu juga menyampaikan kebanggaan kepada Reza Pahlawan yang disebutnya sebagai perantau sukses yang kembali ke kampung halaman membawa ilmu dan usaha.

Menurutnya, budaya merantau masyarakat Sulsel selama ini telah melahirkan banyak tokoh sukses.

Mereka, kata dia, pergi mencari pengalaman dan pengetahuan, lalu kembali untuk membangun daerah asal.

“Contohnya adalah Pak Reza. Beliau pulang ke sini bisa membawa karya dan membuka lapangan pekerjaan,” katanya.

Ia menilai ide bisnis REFF sangat berbeda dari kebanyakan usaha yang berkembang saat ini.

Jika banyak orang memilih membuka coffee shop, REFF justru masuk ke sektor bahan baku pendukung industri kopi.

“Kalau bikin coffee shop mungkin semua orang kepikiran. Tapi Pak Reza dan dr. Fadli memikirkan di luar itu, out of the box. Bikin sirupnya yang akan dipakai para barista,” jelasnya.

Momentum peresmian outlet REFF yang bertepatan dengan Hari Buruh Internasional dinilai sangat tepat.

Ia menyebut semangat kewirausahaan dan pembukaan lapangan kerja menjadi pesan penting dari peresmian usaha tersebut.

“Tepat sekali kita laksanakan hari ini di Hari Buruh. Semoga berkahnya bisa dobel-dobel juga untuk REFF,” katanya.

Ia berharap REF tidak hanya berkembang di Sulawesi Selatan, tetapi mampu menembus pasar nasional bahkan internasional.

Ia juga memberi motivasi kepada generasi muda agar tidak takut menjadi pengusaha.

Menurutnya, peluang selalu terbuka bagi mereka yang punya semangat, kesabaran dan kreativitas.

“Menjadi entrepreneur itu enggak boleh takut, semangatnya harus luar biasa,” ujarnya.

Selain menyasar barista dan coffee shop, ia berharap produk REFF juga bisa dimanfaatkan pelaku UMKM kuliner rumahan.

Sementara itu, dr. Fadli Ananda mengungkapkan kolaborasinya dengan Reza Pahlawan dimulai saat diajak bekerja sama pada akhir tahun lalu.

Ia mengaku langsung menerima tawaran tersebut karena melihat potensi besar dari sosok Reza.

“Ketika beliau mengajak saya bulan 10 kemarin untuk kolaborasi, langsung saya iyakan,” ujarnya.

Menurut Fadli, Reza merupakan putra asli Sulsel asal Parepare yang selama ini mengembangkan usaha di Jakarta.

Karena itu, ia menilai kehadiran Reza di Makassar menjadi momentum penting bagi pertumbuhan UMKM daerah.

Fadli menjelaskan, setelah membangun R57 Coffee di Makassar, Parepare dan Pinrang, mereka kemudian melihat peluang lain di industri kopi.

Mereka menilai Sulsel sudah banyak menghasilkan biji kopi, namun belum banyak yang memproduksi sirup dan perasa pendamping.

“Hasil diskusi kami, kami mau membuat bagaimana membentuk produk sirupnya, perasanya,” ungkapnya.

Dari kolaborasi tersebut, lahirlah REFF yang kini mulai menjangkau banyak daerah di Indonesia.

Fadli menyebut produk itu telah masuk ke wilayah timur seperti Manokwari dan Timika, hingga Batam dan Surabaya.

Ia juga menyebut distribusi REF sudah menjangkau sejumlah daerah di Sulawesi seperti Sulawesi Tengah hingga Sulawesi Tenggara. 

Dalam  perjalanan usaha, penjualan mereka disebut mencapai 3.000 botol per bulan.

“Ini sesuatu hal yang luar biasa menurut kami,” ujarnya.

Karena itu, REFF menghadirkan lokasi khusus agar masyarakat bisa melihat langsung produk sekaligus proses pengembangan rasa.

Tempat tersebut juga menjadi ruang eksperimen produk baru sebelum dipasarkan.

“Di sini dibuat rasanya dulu baru dikeluarkan,” jelas Fadli.

Reza Pahlawan mengatakan ide membuat sirup lahir dari pengalamannya di industri coffee shop.

Ia melihat pertumbuhan usaha kopi membutuhkan inovasi produk pendukung agar menu yang dijual tidak monoton.

“Saya pengen bikin sirup karena menurut saya coffee shop lagi berkembang,” ujarnya.

Menurut Reza, perkembangan industri kopi sangat ditentukan kreativitas para barista.

Karena itu, REFF hadir tidak sekadar menjual produk, tetapi juga konsep dan resep minuman.

Ia menambahkan tim REFF juga aktif menawarkan kreasi resep kepada pelaku usaha kopi.

Hal itu dilakukan agar coffee shop memiliki banyak pilihan menu baru.

“Jadi kita jual konsep, bukan cuma karena kita ini murah,” tegasnya.

Reza mengaku memilih Makassar sebagai pusat pengembangan usaha karena merupakan kota kelahirannya.

Ia ingin daerah asalnya tidak hanya dikenal sebagai pusat UMKM kecil, tetapi juga memiliki industri berskala besar.

“Kenapa saya pilih Makassar? Karena saya asli kelahiran di sini,” ujarnya.

Ia berharap kehadiran REFF bisa menjadi contoh bahwa industri kreatif berbasis lokal dapat tumbuh dari Sulawesi Selatan dan bersaing di pasar luas. (*)

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.