BIAYA Lebih Ringan dan Peserta Membeludak, Upacara Massal di Banjar Pande Galiran Makin Diminati 
Anak Agung Seri Kusniarti May 01, 2026 11:03 PM

TRIBUN-BALI.COM - Skema upacara massal banyak diminati umat Hindu di Kabupaten Klungkung. Kegiatan Atma Wedana dan Manusa Yadnya yang digelar Maha Semaya Warga Pande (MSWP) di Balai Banjar Adat Pande Galiran Klungkung, menarik ratusan peserta.

Alasannya di antaranya menawarkan biaya yang jauh lebih ringan dibanding pelaksanaan mandiri. Hal ini terlihat pada puncak upacara massal tersebut berlangsung, Sabtu (25/4) lalu.

Ketua panitia, I Nyoman Srimurti, menyebutkan total peserta mencapai 218 orang dengan berbagai jenis upacara. Rinciannya, Ngeroras hingga Nilapati diikuti 47 sawa, metatah 96 orang, munggah deha/teruna 35 orang, serta beberapa jenis yadnya lainnya seperti mepetik, mekala-kalaan, hingga Crada Nugraha Brahma.

Baca juga: GENJEK Manduang di Klungkung Bangkit Setelah Vacum Bertahun-tahun

Baca juga: UPAH di Klungkung di Bawah UMK, Pekerja Informal Digaji di Bawah Rp 2,5 Juta Per Bulan

Menurutnya, tingginya minat peserta tidak lepas dari efisiensi biaya. Untuk upacara metatah misalnya, peserta hanya dikenakan sekitar Rp 500 ribu. Untuk biaya Atma Wedana berkisar Rp 300 ribu hingga Rp 6 juta, jauh di bawah biaya upacara mandiri yang bisa mencapai puluhan juta rupiah. 

“Konsepnya gotong royong. Sarana upacara sudah disiapkan panitia, peserta tinggal mengikuti dan membawa perlengkapan sembahyang,” ujarnya, Jumat (1/5).

Selain faktor biaya, kemudahan teknis juga menjadi alasan. Seluruh rangkaian upacara sudah ditata, mulai dari Ngeroras, mendak nuntun, hingga Nilapati. Prosesi juga dilanjutkan dengan meajar-ajar ke sejumlah pura penting, seperti Pura Goa Lawah dan Pura Besakih.

Kegiatan ini melibatkan delapan sulinggih, dengan puncak karya dipuput tiga sulinggih. Rangkaian ditutup dengan mejauman setelah sebelumnya dilaksanakan Nilapati pada 28 April 2026.

Metode upacara massal seperti ini dinilai menjadi alternatif realistis di tengah meningkatnya biaya yadnya. Selain meringankan beban ekonomi, pelaksanaannya juga tetap menjaga kelengkapan prosesi adat.

Pendanaan kegiatan berasal dari kas organisasi, koperasi internal, punia peserta, hingga dukungan pemerintah dan pihak swasta.

Kegiatan ini juga mendapat perhatian dari pemerintah kabupaten (Pemkab) dengan ditandai kehadiran Wakil Bupati Klungkung Tjokorda Gde Surya Putra, Ketua DPRD Kabupaten Klungkung Anak Agung Anom, serta beberapa SKPD. Selain itu juga hadir perwakilan dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bali mewakili Gubernur Bali Wayan Koster.

Sumber dana kegiatan ini berasal dari  kas Maha Semaya Warga Pande Kabupaten Klungkung, Koperasi Amrta semaya, Punia pemilet. Selain itu juga punia dari Pemkab Klungkung serta Pemprov Bali dan pihak lembaga swasta serta perorangan lainnya. (mit)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.