Mulai dari proses pencarian pria tenggelam di dekat jembatan Tamsis, Padang hingga calon jemaah haji usia 20 tahun di Padang yang sudah terdaftar haji sejak kelas 1 SD.
Baca juga: Sempat Merasa Belum Siap, Pemuda Kuranji Padang Ini Akhirnya Mantap Naik Haji Bareng Keluarga
Muhammad Rizki Alfader (20) tampak sumringah saat keluar dari Aula Kedatangan jemaah haji kloter 8 Kota Padang di Asrama Haji Sumbar, Jumat (1/5/2026).
Mahasiswa semester 3 Universitas Andalas (Unand) ini berangkat haji usia 20 tahun bersama keluarga tercintanya.
Perasaannya begitu senang, di usia muda sudah berangkat ke tanah suci bersama keluarga tercinta.
Rizki merupakan mahasiswa semester 3 di Universitas Andalas (Unand) dan tinggal di Komplek Bumi Minang 3, Kuranji Kota Padang.
"Senang, cuma saya sempat merasa belum siap. Karena berpikir antara panggilan pertama atau terakhir, kita tidak tahu," kata dia.
Akan tetapi, pikirannya itu tak lagi membelenggu dan memutuskan untuk menunaikan ibadah haji bersama keluarga.
Baca juga: Kisah Haru Jemaah Haji Kloter 8 Padang Daftar Berdua Kini Berangkat Sendiri Usai Suami Wafat
Ia mengatakan cukup beruntung, sebab banyak yang lebih tua tak dapat menunaikan ibadah haji lantaran kesulitan ekonomi.
"Saya pikir, kenapa tidak ikut, banyak yang ingin pergi namun tidak bisa, mungkin belum rezekinya saja. Apalagi berangkat haji bersama keluarga," sebutnya.
Sejak kelas 1 SD, keluarganya sudah mendaftarkan Muhammad Rizki Alfader untuk mengikuti ibadah haji.
Kata dia, ayah dan ibunya sudah merencanakan momen tersebut beberapa tahun yang lalu.
Barulah pada tahun 2026, ayah, ibu, kakak serta dirinya akan berangkat ke tanah suci pada Sabtu (2/5/2026) esok.
"Ayah dan ibu mendaftarkan saya sejak kecil, kalau tidak salah ketika masih kelas 1 SD," ujarnya.
Setelah pulang dari tanah suci nanti, ia berharap bisa memperbaiki diri dari segi keimanan kepada sang pencipta.
Niat itu sudah matangkan, meski sebelumnya masih meninggalkan beberapa ibadah sunah.
Dengan berangkatnya Rizki ke tanah suci, ia ingin kebiasaan lama tersebut tidak terulang kembali dan menjadi pribadi lebih baik.
Selengkapnya KLIK DI SINI
Tim SAR gabungan akhirnya menemukan korban hanyut di Banda Bakali Padang dalam kondisi meninggal dunia, Jumat (1/5/2026).
Petugas menemukan jasad korban bernama Fajar (29) tersebut sekitar pukul 10.53 WIB.
Pencarian terhadap korban hanyut di Banda Bakali Padang ini melibatkan penyisiran sepanjang aliran sungai.
Tim SAR gabungan menemukan posisi korban berada di dasar sungai, tidak jauh dari lokasi awal jatuhnya pria tersebut.
Koordinator lapangan Basarnas Padang, Reno Saputra, mengatakan korban ditemukan di dasar sungai tidak jauh dari lokasi awal kejadian.
“Proses penemuan dilakukan oleh tim SAR gabungan dengan metode penyisiran sepanjang aliran sungai. Tim berjalan dari titik nol ke arah hilir, dengan estimasi jarak sekitar 150 hingga 200 meter,” ujarnya kepada TribunPadang.com di lokasi.
Ia menjelaskan, setelah ditemukan, korban langsung diangkat ke permukaan dan dievakuasi ke RS Bhayangkara.
Baca juga: Warga Padati Lokasi Pria Tenggelam di Jembatan Tamsis Padang, Petugas Susuri Sungai yang Keruh
“Korban ditemukan di dasar sungai, kemudian diangkat dan dilanjutkan evakuasi ke rumah sakit Bhayangkara. Kondisinya ditemukan meninggal dunia,” jelasnya.
Reno mengungkapkan, berdasarkan kronologi, korban sebelumnya dilaporkan terjatuh saat mencari barang bekas di pinggir sungai.
“Informasi awal yang kita terima, korban sedang mencari barang rongsokan di pinggir sungai, kemudian terjatuh dan hilang,” katanya.
Korban diketahui bernama Fajar, berusia sekitar 29 tahun.
Dalam proses pencarian, tim SAR menghadapi sejumlah kendala, di antaranya kondisi sungai yang berbatu, arus air, serta visibilitas yang terbatas akibat air berwarna keruh.
“Kondisi sungai banyak bebatuan, arus cukup kuat, dan air keruh sehingga membatasi jarak pandang tim. Diduga korban tidak bisa berenang, sehingga saat terjatuh langsung tenggelam,” ungkapnya.
Ia juga menyebut kemungkinan korban sempat terbentur batu di dasar sungai sebelum akhirnya terseret arus.
“Di lokasi ada putaran arus, bisa jadi korban terbentur batu saat jatuh, kemudian terbawa aliran air,” tambahnya.
Selengkapnya KLIK DI SINI
Arus lalu lintas di kawasan Sitinjau Lauik, Kecamatan Lubuk Kilangan, Kota Padang menjadi terganggu akibat tumpahan solar pada Jumat (1/5/2026) pagi.
Laporan ini disampaikan oleh sejumlah pengendara yang melintasi kawasan Sitinjau Lauik dan meminta masyarakat lainnya berhati-hati.
Informasi tersebut disampaikan oleh sejumlah pengendara melalui WhatsApp grup sejak pukul 08.38 WIB.
Salah satu pengendara, Chal mengatakan Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Solar tumpah di Kelok S, kawasan Sitinjau Lauik pada Jumat pagi.
"Minyak tumpah di Kelok S, harap berhati-hati," katanya saat memperingatkan pengendara lainnya yang melintasi Sitinjau Lauik.
Pengendara lainnya juga menyebut bahwa pengendara yang datang dari arah Solok menuju Padang harap mengambil jalur sebelah kanan.
Hal ini disebabkan oleh banyaknya tumpahan BBM Solar di Kelok S, kawasan Sitinjau Lauik.
Sementara, berdasarkan video di lapangan yang dikirimkan melalui WhatsApp group Info Sitinjau Lauik, terlihat tumpahan Solar memenuhi badan jalan.
Debit kendaraan pada Jumat pagi juga tampak ramai di lokasi tumpahan Solar tersebut. Beberapa pengendara terlihat memperlambat laju kendaraan.
Sebab tumpahan Solar dapat membuat kendaraan mereka tergelincir sewaktu-waktu, terlebih melakukan pengereman dalam waktu singkat.
Diketahui bahwa jalur Sitinjau Lauik dikenal sebagai salah satu ruas jalan ekstrem dan berbahaya di Sumatera Barat.
Berada di kawasan perbukitan terjal Kota Padang, jalur ini menjadi penghubung utama antara Kota Padang dan Kabupaten Solok, sekaligus bagian penting dari Jalan Lintas Sumatera.
Secara geografis, Sitinjau Lauik terletak di wilayah Kecamatan Lubuk Kilangan, dengan jarak sekitar 19,4 kilometer dari Kantor Gubernur Sumbar.
Jalur ini membentang di kawasan pegunungan Bukit Barisan dengan kontur medan yang menantang, berupa tanjakan dan turunan curam, tikungan tajam, serta tebing dan jurang.
Seorang pemuda nekat mencuri laptop dalam kamar garin masjid yang berlokasi di Jalan Pasir Jambak, Kelurahan Pasie Nan Tigo, Kecamatan Koto Tangah, Kota Padang.
Pelaku diketahui berinisial FMP (23). Ia diamankan oleh jajaran Tim Klewang Satreskrim Polresra Padang dengan inisial FMP (23) pada Kamis (30/4/2026).
Kasat Reskrim Polresta Padang, Kompol Muhammad Yasin, mengatakan pelaku diamankan dalam perkara pencurian laptop di lingkungan rumah ibadah.
Kata dia, aksi pelaku terekam kamera pengawas atau CCTV, sehingga pelaku bisa dengan cepat diamankan petugas kepolisian.
"Pelaku ditangkap saat berada di kawasan Khatib Sulaiman, Kecamatan Padang Utara, Kota Padang," ujar Kompol Muhammad Yasin, Jumat (1/5/2026).
Penangkapan dilakukan setelah petugas kepolisian mendapatkan informasi terkait keberadaan pelaku.
Peristiwa pencurian laptop tersebut, kata Yasin bermula di saat saksi pelapor meletakkan satu laptop merek Lenovo ThinkPad berwarna metalik di atas kasur dalam kamar tersebut pada Senin (30/4/2026) malam. Setelah itu, laptop tidak digunakan lagi.
Pada Rabu (22/4/2026) sekitar pukul 04.30 WIB, laptop tersebut masih terlihat berada di lokasi semula.
Namun, sekitar pukul 06.00 WIB usai salat Subuh, saksi pelapor kembali beristirahat tanpa memperhatikan kondisi barang tersebut.
Keesokan harinya, Kamis (23/4/2026) sekitar pukul 08.00 WIB, saat hendak menggunakan laptop untuk keperluan kuliah, saksi pelapor mendapati perangkat tersebut sudah tidak ada.
"Merasa curiga, saksi kemudian memeriksa rekaman CCTV yang terpasang di area masjid," sebutnya.
Dari hasil pemeriksaan tersebut, terlihat jelas seorang pria yang kemudian diketahui pelaku masuk ke dalam kamar garin dan mengambil laptop milik korban.
Menindaklanjuti laporan tersebut, tim opsnal Satreskrim Polresta Padang yang dikenal sebagai Tim Klewang bergerak cepat melakukan penyelidikan.
Pada Kamis dini hari sekitar pukul 00.05 WIB, polisi memperoleh informasi mengenai keberadaan tersangka di Jalan Khatib Sulaiman.
Tanpa membuang waktu, tim langsung menuju lokasi dan berhasil mengamankan pelaku berinisial FMP.
Selengkapnya KLIK DI SINI