Harga Emas Hari Ini Sabtu 2 Mei 2026: Antam Kembali ke Rp2,9 Juta, Cek Galeri 24
Rheina Sukmawati May 02, 2026 08:48 AM

TRIBUNJABAR.ID - Simak daftar harga emas hari ini, Sabtu (2/5/2026), dari produk Antam, Galeri 24, sampai UBS berikut ini.

Emas adalah instrumen logam mulia yang kerap diandalkan sebagai aset aman guna melindungi nilai kekayaan dari inflasi.

Meski demikian, harga emas atau XAU/USD di pasar global, tidak bersifat stagnan. Harga tersebut terus berfluktuasi atau bergerak naik-turun sejalan dengan pengaruh dari berbagai faktor eksternal.

Beberapa hal yang memicu pergerakan harga emas meliputi kebijakan ekonomi, situasi geopolitik global, nilai tukar dolar Amerika Serikat (AS), serta dinamika permintaan pasar.

Pada periode kuartal pertama tahun 2026, harga emas berhasil mencetak rekor tertinggi sepanjang masa dengan melampaui level Rp3 juta per gram.

Dilansir dari laman resmi Pegadaian, Sabtu pukul 07.00 WIB, fluktuasi harian harga emas terpantau bergerak berbeda-beda dari tiga produk yang tersedia.

Harga emas Antam gramasi 1 gram mengalami kenaikan dari Rp2.880.000 menjadi Rp2.911.000.

Sementara, harga emas Galeri 24 untuk gramasi yang sama mengalami kenaikan tipis dari Rp Rp2.786.000 menjadi Rp2.788.000.

Baca juga: Bongkar Sindikat Tambang Emas Ilegal Bogor: Polda Jabar Tangkap 4 Tersangka Beromzet Miliaran

Di sisi lain, harga emas UBS mengalami penurunan, dari semula  Rp2.811.000 kini menjadi Rp2.802.000.

Berikut adalah daftar harga emas hari ini selengkapnya:

Harga Emas Galeri 24

  • 0,5 gram: Rp1.462.000
  • 1 gram: Rp2.788.000
  • 2 gram: Rp5.509.000
  • 5 gram: Rp13.671.000
  • 10 gram: Rp27.270.000
  • 25 gram: Rp67.806.000
  • 50 gram: Rp135.505.000
  • 100 gram: Rp270.666.000
  • 250 gram: Rp675.529.000
  • 500 gram: Rp1.351.056.000
  • 1.000 gram: Rp2.702.112.000

Harga Emas Antam

  • 0,5 gram: Rp1.508.000
  • 1 gram: Rp2.911.000
  • 2 gram: Rp5.760.000
  • 3 gram: Rp8.614.000
  • 5 gram: Rp14.321.000
  • 10 gram: Rp28.585.000
  • 25 gram: Rp71.331.000
  • 50 gram: Rp142.579.000
  • 100 gram: Rp285.077.000

Harga Emas UBS

  • 0,5 gram: Rp1.514.000
  • 1 gram: Rp2.802.000
  • 2 gram: Rp5.559.000
  • 5 gram: Rp13.738.000
  • 10 gram: Rp27.331.000
  • 25 gram: Rp68.192.000
  • 50 gram: Rp136.104.000
  • 100 gram: Rp272.100.000
  • 250 gram: Rp680.050.000
  • 500 gram: Rp1.358.503.000

Koreksi Harga Emas Pasca di Tengah Gencatan Senjata AS-Iran

Pengamat ekonomi memproyeksikan harga emas di tengah gencatan senjata Amerika Serikat dan Iran.

Dosen sekaligus pengamat ekonomi Universitas Islam Nusantara (Uninus), Mochammad Rizaldy Insan Baihaqqy, mengatakan, koreksi harga emas saat ini seiring adanya gencatan senjata di Timur Tengah merupakan hal yang wajar. 

"Sebelumnya harga emas sempat mengalami kenaikan cukup tinggi akibat meningkatnya tensi geopolitik," ujarnya, kepada Tribunjabar.id, Jumat (10/4/2026). 

Dia menuturkan, ketika kondisi mulai mereda, permintaan terhadap aset safe haven seperti emas cenderung menurun, ditambah adanya aksi ambil untung dari investor.

Diketahui, pada Oktober hingga Desember 2025, harga emas bergerak naik secara bertahap dari kisaran Rp2,2 juta menuju Rp2,5 juta per gram. 

Memasuki Januari 2026, kenaikan menjadi lebih tajam dengan harga melonjak mendekati Rp3 juta per gram dalam waktu singkat, menandai fase bullish yang dipicu sentimen global dan peningkatan permintaan.

Memasuki Februari hingga Maret 2026, harga emas sempat menyentuh level tertinggi di kisaran Rp3 juta per gram, namun pergerakannya mulai fluktuatif. 

Sementara itu, pada Maret hingga April 2026, harga emas mengalami koreksi dan turun ke kisaran Rp2,7 juta hingga Rp2,85 juta per gram. 

Meski demikian, koreksi ini dinilai Rizaldy sebagai penyesuaian wajar setelah lonjakan tajam sebelumnya dan peluang rebound harga emas masih terbuka.

Hal ini karena gencatan senjata yang terjadi saat ini belum tentu bersifat permanen, sehingga ketidakpastian global masih tetap ada. 

Baca juga: FDR Banjir Emas Hadir di Jawa Barat Utara, Beli Ban Bisa Bawa Pulang Logam Mulia

"Selama risiko tersebut belum benar-benar hilang, emas masih akan menjadi pilihan investor untuk menjaga nilai aset," ucapnya. 

Rizaldy memproyeksikan, bila ke depan Iran dan Amerika Serikat benar-benar mencapai perdamaian yang stabil, maka harga emas berpotensi mengalami tekanan lebih lanjut.

"Investor kemungkinan akan mulai beralih ke instrumen yang lebih berisiko seperti saham. Namun penurunan harga emas biasanya tidak terlalu dalam, karena tetap dipengaruhi oleh faktor lain seperti inflasi global dan kebijakan suku bunga," jelasnya. 

Dia menambahkan, secara keseluruhan, dalam jangka pendek harga emas cenderung bergerak fluktuatif.

Sebab, dalam jangka menengah masih memiliki potensi untuk kembali menguat, terutama jika ketidakpastian global kembali meningkat. 

(Tribunjabar.id/Rheina/Nappisah)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.