Detik-detik Mencekam Usai KA Argo Bromo Anggrek Temper Mobil Pengantar Haji, 4 Tewas, Keluarga Lemes
Musahadah May 02, 2026 09:32 AM

 

SURYA.CO.ID - Terungkap suasana mencekam saat kecelakaan maut terjadi di perlintasan kereta di JPL 52 KM 29+800 jalur hulu Stasiun Panunggalan- Stasiun Kradenan, tepatnya di perlintasan Desa Sidorejo–Desa Tuko, Kecamatan Pulokulon, Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah.

Sebuah mobil Toyota Avanza rombongan pengantar jemaah haji tertemper KA Argo Bromo Anggrek relasi Gambir–Surabaya Pasarturi.

Akibat kecelakaan tersebut, empat orang meninggal, sementara penumpang lainnya mengalami luka dan dirawat di RSUD Grobogan.

Salah seorang anggota pengantar jemaah, Dara Aprillia Ozela menceritakan mobil itu membawa sembilan orang penumpang, bagian dari iring-iringan keluarga yang mengantar jemaah haji Sadi dan Wartini, warga Desa Sidorejo, menuju Pendopo Kabupaten Grobogan untuk keberangkatan ibadah haji.

Malam itu, perjalanan dilakukan dalam iring-iringan panjang, empat mobil pribadi diikuti dua bus berisi keluarga besar. 

Baca juga: Penyebab KA Argo Bromo Anggrek Kecelakaan Lagi di Grobogan, Temper Mobil Pengantar Jemaah Haji

Dara yang merupakan cucu jemaah haji, berada di mobil ketiga bersama neneknya. 

Dia tak pernah menyangka perjalanan penuh harap itu akan berubah menjadi kenangan yang menyayat hati.

"Awalnya kami berangkat beriringan. Kakek saya di mobil pertama paling depan, lalu mobil kedua yang akhirnya kecelakaan, saya di mobil ketiga, dan di belakang masih ada mobil keempat serta dua bus keluarga di belakangnya lagi," terangnya.

Kabut tebal dan gelapnya malam membuat jarak pandang terbatas.

Saat mobil yang ditumpangi Dara mendekati perlintasan, sang ayah yang menyetir melihat seseorang melambaikan tangan di depan. 

"Kami kira itu anak-anak muda yang minta uang, jadi bapak tetap jalan melintas rel," ujarnya.

Tidak ada yang menyadari bahwa di depan mereka, maut baru saja terjadi.

Kabar kecelakaan baru diterima setelah mobil mereka melaju cukup jauh. 

Mendengar kabar tersebut, sang ayah langsung menepi. Suasana di dalam mobil berubah seketika.

"Semua langsung syok. Nggak bisa nangis, nggak bisa ngomong. Kayak sudah pasrah saja, sudah lemes mas," terangnya.

Namun di tengah guncangan batin, mereka tetap melanjutkan perjalanan. Waktu keberangkatan haji tak bisa ditunda, dan nenek Dara adalah salah satu calon jemaah yang harus segera tiba di pendopo.

4 Korban Meninggal Dunia

Setelah mengantar ke pendopo, Dara bersama ayahnya menuju rumah sakit untuk menjenguk kerabat yang menjadi korban selamat. 

"Tante saya jadi korban kecelakaan dan dirawat di rumah sakit umum, saya jenguk dengan bapak."

"Ponakan saya jadi korban juga meninggal dunia, saya ikut ke pemakaman," ujarnya.

Berikut identitas korban selengkapnya: 

Korban meninggal

  • Dalni (52) warga Dusun Ngablak, Desa Kemloko, Kecamatan Godong, Kabupaten Grobogan.
  • Muhamad Sakroni (52), warga Dusun Ngablak, Desa Kemloko, Kecamatan Godong, Kabupaten Grobogan.
  • Naila Dwi (11) warga Dusun Prau, Desa Mlowokrangtalun, Kecamatan Godong, Kabupaten Grobogan.
  • Shazia Belvania Mutia (2,5) warga Desa Sidorejo, Kecamatan Pulokulon, Kabupaten Grobogan.

Korban Luka

  • Kardi (60) warga Dusun Prau, Desa Mlowokrangtalun, Kecamatan Godong, Kabupaten Grobogan.
  • Darwati (56) warga Dusun Prau, Desa Mlowokrangtalun, Kecamatan Godong, Kabupaten Grobogan.
  • Indah Setyowati (26) warga Desa Sidorejo, Kecamatan Pulokulon, Kabupaten Grobogan.
  • Vizba Denada (10) warga Dusun Prau, Desa Mlowokrangtalun, Kecamatan Godong, Kabupaten Grobogan.
  • Jakinem (77) warga Dusun Prau, Desa Mlowokrangtalun, Kecamatan Pulokulon, Kabupaten Grobogan.

Penyebab Kecelakaan

CELAKA - KA Argo Bromo Anggrek menabrak mobil Toyota Avanza rombongan pengantar jemaan haji di Grobogan, Jawa Tengah. 
CELAKA - KA Argo Bromo Anggrek menabrak mobil Toyota Avanza rombongan pengantar jemaan haji di Grobogan, Jawa Tengah.  (istimewa/Satlantas Polres Grobogan)

Kanit Gakkum Satlantas Polres Grobogan, Iptu Arie Eko menjelaskan, mobil Avanza melaju dari arah selatan ke utara, atau dari arah Desa Sidorejo ke Desa Tuko.

Pada saat bersamaan, KA Argo Bromo Anggrek melintas dari arah barat ke timur.

 "Pada saat kejadian, kondisi di lokasi diselimuti kabut tebal dengan jarak pandang terbatas sekira 10 meter," jelasnya.

Iptu Arie mengatakan, berdasarkan hasil TKP sementara, kecelakaan diduga terjadi karena keterbatasan jarak pandang akibat kabut tebal. 

Mobil Avanza yang hendak melintas di perlintasan berpalang pintu swadaya tidak menyadari adanya KA yang melaju.

"Hasil olah TKP sementara, kecelakaan diakibatkan jarak pandang terbatas akibat kabut."

"Saat mobil Avanza melintas di perlintasan berpalang pintu swadaya, bersamaan dari arah barat ke timur ada KA Argo Bromo Anggrek yang saat itu tidak terlihat," jelasnya.

Perjalanan kereta sempat terganggu

Manager Humas KAI Daop 4 Semarang, Luqman Arif, menyayangkan kejadian tersebut.

“PT KAI Daop 4 Semarang turut prihatin dan menyayangkan atas kejadian tersebut,” ujarnya saat dikonfirmasi Tribun Jateng.

Menurut Luqman Arif, akibat kejadian tersebut, kereta sempat melakukan Berhenti Luar Biasa (BLB) di Stasiun Kradenan pada pukul 02.54 WIB untuk pemeriksaan kondisi sarana.

Setelah dinyatakan aman oleh Awak Sarana Perkeretaapian (ASP), perjalanan kembali dilanjutkan pada pukul 02.56 WIB.

"PT KAI Daop 4 Semarang turut prihatin dan menyayangkan atas kejadian tersebut," kata Luqman.

KAI Daop 4 Semarang juga mengimbau masyarakat agar tidak beraktivitas di jalur rel kereta api, merujuk Pasal 181 ayat (1) Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2007 tentang Perkeretaapian.

"KAI Daop 4 Semarang akan terus melakukan penyampaian imbauan keselamatan baik di internal maupun eksternal sebagai upaya preventif dalam rangka menekan angka kecelakaan," pungkas Luqman.

Pasca kecelakaan maut di perlintasan Desa Sidorejo–Tuko, Kecamatan Pulokulon, Kabupaten Grobogan, jajaran kepolisian bersama sejumlah pihak langsung melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kondisi perlintasan, di Balai Desa Sidorejo.

Kapolsek Pulokulon, AKP Danang Esanto mengatakan, evaluasi dilakukan bersama pihak terkait, termasuk pemerintah desa dan PT KAI guna meningkatkan keselamatan di lokasi perlintasan.

"Kami bersama Kepala Desa, KAI, dan stakeholder terkait melaksanakan rapat untuk evaluasi serta perbaikan dari kekurangan yang ada," terangnya.

Lebih lanjut, pihaknya menjelaskan, sejumlah aspek menjadi fokus pembenahan. Mulai dari fasilitas keselamatan hingga kondisi lingkungan sekitar perlintasan.

"Rencana perbaikan meliputi palang kereta, penerangan, sirine, serta pohon-pohon yang menghalangi jarak pandang pengendara akan dirapikan semuanya," jelasnya.

Selain itu, menurutnya, penjagaan perlintasan juga akan diperkuat dengan melibatkan masyarakat setempat secara swadaya.

"Nantinya akan dijaga secara swadaya masyarakat selama 24 jam penuh. Ini demi keselamatan masyarakat yang utama," terangnya.

AKP Danang menyebut, di Kecamatan Pulokulon terdapat dua perlintasan kereta api yang dijaga secara swadaya oleh masyarakat.

Terkait pembiayaan perbaikan, pihaknya menyampaikan bahwa saat ini dilakukan secara gotong royong oleh pemerintah desa.

"Kalau pembiayaan saat ini dari Kepala Desa Sidorejo bersama Kepala Desa Tuko serta pihak terkait ikut membantu perbaikan dan evaluasi, sehingga ke depan diharapkan akan semakin baik untuk keselamatan masyarakat yang utama," paparnya. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.