TRIBUNNEWS.COM - Profil Timnas Swiss di Piala Dunia 2026, tim yang layak diberi label underdog, karena sering mengejutkan para raksasa.
Jika menilik luas wilayah Swiss yang bermukim di Benua Eropa, luasnya tidak lebih dari 42 ribu km persegi.
Tepatnya, luas wilayah Swiss ialah 41.285 km persegi alias hampir 46 kali lipat lebih kecil dari Indonesia.
Meskipun demikian, kemajuan sepak bola Swiss sangat menonjol.
Hal itu dibuktikan dengan penampilan mengejutkan yang ditunjukkan Swiss di ajang seperti Euro maupun Piala Dunia.
Bahkan sejak Piala Dunia 2006, Swiss mampu beruntun lolos ke babak utama lewat kualifikasi dalam 6 edisi beruntun.
Fakta tersebut menjadi sinyal perkembangan positif sepak bola Swiss, yang konsisten berbicara di level internasional.
Baca juga: Profil Timnas Uzbekistan di Piala Dunia 2026: Jagoan Baru dari Asia, Debutan Paling Berbahaya
Di ajang Piala Dunia edisi kali ini, Swiss diketahui bergabung di Grup B, dan akan berhadapan dengan Qatar, Kanada dan Bosnia & Herzegovina.
Di atas kertas, peluang Swiss untuk melangkah ke babak gugur, jelas terbuka sangat lebar.
Swiss tercatat menjadi salah satu negara yang nyatanya sudah menjadi peserta Piala Dunia edisi awal.
Tepatnya lagi pada edisi kedua yang berlangsung tahun 1938 di Italia.
Pada edisi tersebut, Swiss mampu lolos sampai babak perempat final.
Setelahnya, Swiss tercatat mampu tampil sebagai peserta Piala Dunia dalam 13 edisi berbeda, termasuk tahun 2026.
Rekor keseluruhan Swiss di Piala Dunia ialah 14x menang, 8x imbang dan 19x kalah dari total 41 laga.
Pencapaian terbaik Swiss ialah pada edisi 1934, 1938 dan 1954.
Pada tahun tersebut, generasi Swiss yang kini dipimpin Granit Xhaka cs bisa melaju sampai perempat final.
Lalu di edisi terakhir yang berlangsung di Qatar pada tahun 2022 lalu, langkah Swiss mentok sampai di 16 besar.
Swiss diketahui juga pernah menjadi tuan rumah Piala Dunia tepatnya pada edisi 1954, saat melahirkan Jerman Barat sebagai juara di akhir turnamen.
Sekalipun belum bisa melaju lebih jauh di fase gugur entah semifinal hingga final.
Kejutan Swiss kerapkali hadir di momen tak terduga, seperti saat mengalahkan Spanyol di laga pembuka Piala Dunia 2010.
Label penakluk tim raksasa pun kerapkali disematkan beberapa pihak kepada negara yang berasal dari Eropa Tengah itu.
Perjuangan Swiss untuk bisa lolos ke putaran final Piala Dunia 2026 terlihat sangat mulus.
Bersaing dengan Swedia, Kosovo dan Slovenia, Swiss seakan tidak menemui halangan berarti di grup B kualifikasi.
Mengawali kampanye babak kualifikasi dengan kemenangan telak 4-0 atas Kosovo.
Laju Swiss kian sulit dihentikan setelahnya.
Slovenia dilibas Swiss dengan skor 3-0 di laga kedua, begitu pula Swedia yang dikalahkan dengan skor 2-0 di laga ketiga.
Hingga akhirnya, Swiss mampu menyelesaikan babak kualifikasi dengan status juara grup.
Berbekal raihan 14 poin hasil dari 4x menang, 2x imbang dan tidak pernah kalah di babak kualifikasi.
Swiss berhak melaju mulus ke putaran final Piala Dunia 2026 berkat status juara grup yang mereka dapatkan.
Catatan 14 gol dan hanya kebobolan dua gol kian mempertegas laju mulus Swiss ke Piala Dunia 2026.
Jika menilik kualitas skuad yang dimiliki Swiss, nama-nama pemain yang memperkuat tim ini tidak bisa dipandang remeh.
Ada beberapa pemain yang sudah menunjukkan kelasnya di level tertinggi, dengan bermain bersama klub elit.
Sebut saja Granit Xhaka selaku kapten yang sudah pernah memperkuat Borussia Monchengladbach, Arsenal, dan Bayer Leverkusen, serta kini membela Sunderland di Liga Inggris.
Ada pula Noah Okafor (Leeds United), Breel Embolo (Stade Rennais), Denis Zakaria (Monaco), Manuel Akanji (Inter), dan Gregor Kobel (Dortmund).
Sayangnya, Swiss sudah tidak bisa memainkan pemain sekelas Yann Sommer, Haris Seferovic dan Xherdan Shaqiri yang sudah memutuskan gantung sepatu di level internasional.
Meskipun demikian, kekuatan Swiss dengan generasi barunya tetap layak diperhitungkan.
Andai bisa melanjutkan performa impresifnya di babak kualifikasi dengan membawanya ke putaran final Piala Dunia.
Bukan hal mengejutkan jika Swiss bakal tampil sebagai tim underdog lagi entah di fase grup atau babak gugur.
Jika di fase grup, peluang Swiss sebagai negara dengan peringkat FIFA terbaik (19), untuk lolos ke fase gugur sangatlah besar.
Tantangan utama Swiss diprediksi baru dimulai saat fase gugur, entah ketika memasuki babak 32 besar, atau 16 besar.
Euro 2020: Swiss menyingkirkan Prancis lewat drama adu penalti di babak 16 besar
Euro 2024: Swiss lagi-lagi menciptakan kejutan dengan mengalahkan Italia selaku juara bertahan di babak 16 besar
Piala Dunia 1938: Swiss mengalahkan Jerman Barat yang saat itu menjadi negara yang diperhitungkan
Piala Dunia 1954: Swiss mengalahkan Italia dua kali di Piala Dunia 1954 saat menjadi tuan rumah
Piala Dunia 2010: Mengalahkan Spanyol di laga pembuka, hingga akhirnya Spanyol justru keluar sebagai juara
14 Juni 2026
Jam 02.00 WIB - Qatar vs Swiss
19 Juni 2026
Jam 02.00 WIB - Swiss vs Bosnia & Herzegovina
25 Juni 2026
Jam 02.00 WIB - Swiss vs Kanada
(Tribunnews.com/Dwi Setiawan)