Kinerja SIG Tumbuh, Solid Pendapatan Tercatat Sebesar Rp 8,29 Triliun
Titis Jati Permata May 02, 2026 10:32 AM

 

SURYA.CO.ID, GRESIK - PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG) melaporkan kinerja keuangan konsolidasian pada kuartal I tahun 2026. Hasilnya, pendapatan tercatat sebesar Rp 8,29 triliun. 

Corporate Secretary SIG, Vita Mahreyni mengatakan, volume penjualan sebanyak 8,71 juta ton. Pendapatan tercatat sebesar Rp 8,29 triliun.  

Sedangkan beban pokok pendapatan tercatat sebesar Rp 6,62 triliun.  EBITDA tercatat sebesar Rp1,06 triliun.  

Baca juga: Infrastructure Summit 2026, PT Semen Indonesia Perkuat Kolaborasi untuk Ciptakan Peluang Bisnis

Laba sebelum pajak sebesar Rp156 miliar dan laba periode berjalan yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp 80 miliar.

Tantangan Industri Semen Domestik

Menurut Vita Mahreyni, SIG membuktikan resiliensi di tengah tantangan industri semen domestik yang masih menghadapi overcapacity dan tensi geopolitik yang memberi tekanan kenaikan harga-harga. 

Oleh karena itu, strategi transformasi yang dijalankan SIG berhasil mencatatkan tren pertumbuhan kinerja positif sejak kuartal IV 2025 dan berlanjut sepanjang kuartal I Tahun 2026, yang ditandai dengan peningkatan volume penjualan, pendapatan, hingga laba pada kuartal I tahun 2026. 

”Transformasi bisnis yang dilakukan SIG berfokus pada tiga strategi utama yaitu peningkatan pengelolaan pasar mikro, efisiensi biaya, serta optimalisasi produk turunan semen dan portofolio yang menjadi katalis pertumbuhan kinerja Perusahaan,” kata Vita Mahreyni, dalam rilis Humas SIG yang dikirimkan ke SURYA.co.id, Jumat, (1/5/2026). 

Volume Penjualan Semen Indonesia

Lebih lanjut Vita Mahreyni menambahkan, sepanjang kuartal I tahun 2026, volume penjualan SIG naik 1,7 persen yoy menjadi 8,71 juta ton dari periode yang sama pada tahun 2025 sebanyak 8,57 juta ton. 

Pencapaian tersebut didorong oleh penjualan domestik yang naik 5,4 persen yoy, utamanya dikontribusikan dari segmen semen kantong yang naik signifikan sebesar 11 persen yoy. 

"Pencapaian tersebut melampaui permintaan semen kantong nasional yang naik 7,0 persen. Sementara penjualan regional terkontraksi 8 persen yoy," imbuhnya.

Biaya Operasional

Dari sisi biaya, beban pokok pendapatan mengalami kenaikan 8,6 persen yoy seiring meningkatnya volume penjualan serta dampak kenaikan harga bahan bakar dan energi. 

Di saat yang bersamaan, biaya operasional termasuk pendapatan dan pengeluaran operasional lainnya naik sebesar 9 persen yoy.

Namun, berkat tata kelola keuangan yang baik, biaya keuangan bersih tercatat turun sebesar 35,4 persen yoy.

”Kami berhasil menjaga tren kinerja positif pada kuartal I tahun 2026 berkat disiplin menjalankan transformasi bisnis. Selain kinerja penjualan yang mengalami peningkatan, pendapatan juga tercatat naik 8,3 persen disertai kenaikan laba sebesar 88,7 persen," imbuhnya.

Proyek Pengembangan Dermaga di Tuban

Vita Mahreyni menambahkan, SIG melalui anak usahanya PT Solusi Bangun Indonesia Tbk bersama Taiheiyo Cement Corporation telah menyelesaikan proyek pengembangan dermaga dan fasilitas produksi untuk ekspor di Tuban, Jawa Timur yang kini ditargetkan operasional pada pertengahan tahun 2026.

”Ekspor akan menjadi segmen penting, tidak hanya untuk menyiasati over capacity industri domestik, tetapi juga meningkatkan utilitas dan mendukung pertumbuhan kinerja yang stabil,” pungkasnya. 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.