Ramai Harga Tiket Grojogan Sewu Mahal hingga Sepinya Pengunjung, Disparpora Karanganyar Buka Suara
Sinta Darmastri May 02, 2026 03:56 PM

 

TRIBUNSTYLE.COM - Jika berbicara tentang destinasi wisata di Karanganyar, Jawa Tengah, nama Tawangmangu hampir selalu menjadi yang pertama terlintas di benak banyak orang. Bukan tanpa alasan, kawasan yang berada di lereng barat Gunung Lawu ini memang telah lama dikenal sebagai salah satu tujuan wisata favorit di Jawa Tengah.

Tawangmangu menawarkan kombinasi lengkap untuk melepas penat. Udara yang sejuk, panorama pegunungan yang menenangkan, deretan hutan pinus, hingga air terjun alami menjadi daya tarik utama yang sulit ditolak. Tak heran jika kawasan ini cocok untuk berbagai kalangan, mulai dari liburan keluarga, pecinta alam, hingga mereka yang gemar berburu spot foto Instagramable.

Tak hanya itu, setiap destinasi di Tawangmangu juga menghadirkan pengalaman yang berbeda. Ada kemegahan air terjun Grojogan Sewu yang legendaris.

Namun, peminat wisatawan di Grojogan Sewu dinilai mulai sepi dan banyak beralih ke tempat wisata lainnya. Dinilai, mulai harga tiket masuk objek wisata yang lebih mahal dibandingkan dengan tempat wisata lainnya.

Baca juga: Kronologi Warga Solo Temukan Jasad Bayi di Mojosongo saat Memancing, Kondisi Sudah Tidak Bernyawa

Harga Tiket yang Mahal

Kepala Disparpora Karanganyar, Yopi Eko Jati Wibowo, menjelaskan bahwa harga tiket untuk wisatawan domestik pada hari biasa berkisar Rp 27 ribu per orang, sementara pada hari libur mencapai Rp 29,9 ribu per orang.

Kondisi tersebut, menurutnya, membuat Grojogan Sewu harus bersaing lebih keras dengan destinasi lain yang menawarkan harga lebih terjangkau.

"Kondisi harga tiket masuk segitu, membuat kalah bersaing dengan objek wisata lain, karena tiket wisata lain lebih murah, sehingga wisatawan memilih mencari wisata yang lebih murah," kata Yopi, dikutip dari TribunSolo.com, Sabtu (2/5).

"Tiket di sana memang mahal karena di sana ada PNBP yang dikenakan dari Kementerian Kehutanan," tambahnya.

Baca juga: Sorotan DPRD Kuat Soal Penertiban Coffe Shop di City Walk Solo, Satpol PP: Ada Mekanisme Berjenjang

Tanggapan Disparpora Karanganyar

Untuk mengatasi berbagai kendala dalam pengelolaan destinasi wisata, Dinas Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga (Disparpora) Karanganyar mendorong adanya inovasi dari pihak pengelola. Salah satu langkah yang disarankan adalah menghadirkan kegiatan wisata yang menarik, namun tetap mematuhi aturan konservasi yang berlaku.

Menurut Yopi, kegiatan berbasis event dinilai efektif untuk meningkatkan daya tarik wisata tanpa merusak lingkungan.

“Kami berikan saran kepada pengelola untuk menggelar fun run, lomba menari dan lain-lain,” kata Yopi dikutip dari TribunSolo.com, Sabtu (2/5).

Langkah Selanjutnya

Usai kabar sepinya pengunjung di Grojoga Sewu, pihak Disparpora berencana akan menindaklanjuti temuan di lapangan untuk melaporkan ke pemerintah daerah hingga provinsi.

Ia menegaskan bahwa laporan akan disampaikan kepada pihak-pihak terkait, termasuk kepala daerah dan legislatif, guna mencari solusi yang adil bagi pengelola.

“Kami akan sampaikan ke Bupati Rober dan Ketua DPRD Jateng Sumanto, serta meminta agar jika pengelola sudah membayar kontrak jangan dibebani yang lain,” tutupnya.

(TribunStyle.com/Darma)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.