Sepak Terjang Dadan Hindayana, Ahli Serangga yang Jadi Kepala BGN, Kuliah S2 dan S3 di Jerman
Ani Susanti May 02, 2026 04:14 PM

TRIBUNJATIM.COM - Inilah sepak terjang Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana, yang terus jadi sorotan publik sejak adanya program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Namanya jad perhatian publik semenjak insiden keracunan massal yang menimpa ribuan pelajar hingga terbaru diprotes masalah upah kerja.

Protes itu terkait upah petugas di dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur MBG jauh tinggi dibanding penghasilan guru honorer.

“Makanya kita diprotes oleh banyak pihak karena lebih tinggi gaji karyawan, pencuci piringnya, omprengnya lebih tinggi dibanding guru honorer. Mereka (pencuci piring) bergaji Rp2,4 hingga Rp3,5 juta per bulan, guru mungkin hanya rata-rata Rp600-Rp800 ribu,” kata Dadan saat kunjungan di Kampus Unhas, Makassar, Selasa (28/4/2026).

Dadan mengungkapkan BGN merekrut para relawan SPPG dari masyarakat yang tergolong dalam kategori desil 1 hingga 4.

Mereka terdaftar dalam Data Terpadu Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN).

Artinya, kelompok ini sebelumnya memiliki riwayat penghasilan rendah.

Bahkan berada di bawah angka Rp1 juta per bulan.

Pihaknya mengeklaim kebijakan pengupahan ini secara efektif mampu mendongkrak pendapatan masyarakat ekonomi lemah.

Menurutnya, program MBG kini berkontribusi langsung pada penurunan angka kemiskinan ekstrem di berbagai daerah.

“Alhamdulillah mereka sekarang sudah mulai meningkat pendapatannya, angka kemiskinan ekstrem mulai turun karena hampir 40 persen relawan yang bekerja di SPPG berasal dari desil 1-4,” katanya.

Jejak Karier dan Pendidikan

Untuk diketahui, Dadan tercatat sebagai pimpinan pertama lembaga baru tersebut, dilansir dari Kompas.com.

BGN sendiri resmi dibentuk Presiden ke-7 RI, Joko Widodo, pada Agustus 2024 melalui Peraturan Presiden Nomor 83 Tahun 2024, dengan mandat utama memastikan pemenuhan gizi masyarakat Indonesia.

Ia dilantik sebagai Kepala BGN pada 19 Agustus 2024 di Istana Negara, Jakarta, lewat Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 94P Tahun 2024.

Di dunia akademik, sosok Dadan Hindayana selama ini dikenal luas sebagai ahli serangga di IPB University.

Ia tercatat cukup lama menjabat sebagai dosen tetap di almamaternya tersebut.

Baca juga: Protes Soal Gaji Pencuci Piring MBG 3,5 Juta, Guru Hanya Rp 800 Ribu Ditanggapi Kepala BGN Dadan

Mengutip laman resmi IPB, Dadan Hindayana merupakan lulusan sarjana Hama dan Penyakit Tumbuhan pada 1990.

Ia kemudian melanjutkan pendidikan S2 di University of Bonn dan lulus pada 1997.

Pendidikannya berlanjut ke S3 di kampus lainnya di Jerman, yakni Leibniz Universität Hannove.

Ia meraih gelar doktor pada 2000 sebelum kemudian pulang ke Tanah Air.

Sejak sarjana sampai S3, pendidikan Dadan Hindayana berfokus mempelajari segala aspek berkaitan dengan serangga

Bahkan, gelar PhD yang disandangnya adalah doktor entomologi.

Entomologi adalah cabang ilmu biologi yang secara khusus mempelajari serangga, mencakup struktur tubuh, siklus hidup, perilaku, ekologi, dan peran mereka dalam lingkungan, serta hubungannya dengan manusia, hewan, dan tumbuhan.

Baca juga: Dadan Hindayana Jawab soal Anggaran Rp5,7 M Aplikasi Rapat BGN, Dipakai untuk Koordinasi

Masih mengutip situs resmi IPB, semua jurnal publikasi yang ditulis Dadan Hindayana juga membahas soal serangga, terutama hama yang banyak menyerang pertanian dan perkebunan di Indonesia.

Sebagai informasi saja, di BGN yang mengurusi program MBG, Dadan Hindayana menjadi satu dari empat pimpinan tertinggi yang bukan berasal dari kalangan purnawirawan TNI dan Polri.

Dari 10 pejabat tinggi BGN dari mulai kepala, wakil kepala, inspektur, sekretaris, dan deputi, sebanyak 5 orang berasal dari purnawirawan jenderal TNI dan 1 orang jenderal polisi aktif.

Sebagai Kepala BGN, Dadan dibantu tiga Wakil Kepala BGN, masing-masing adalah Brigjen Pol. Sony Sonjaya, Nanik S. Deyang, Mayjen TNI (Purn) Lodewyk Pusung.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.