3 Sorotan Tajam PGRI Fakfak di Hardiknas: Dari Digitalisasi hingga Nasib Guru
Roifah Dzatu Azmah May 02, 2026 04:44 PM

TRIBUNPAPUABARAT.COM, FAKFAK - Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kabupaten Fakfak Papua Barat menyampaikan 3 sorotan tajam untuk sistem pendidikan di daerah yang lebih baik, di momentum Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) ke-67 tahun.

Itu disampaikan Ketua PGRI Kabupaten Fakfak, Papua Barat Amin Jabir Suaery kepada TribunPapuaBarat.com di Fakfak Papua Barat, Sabtu (2/5/2026). 

"Kami mendorong penuh 3 hal ini untuk menjadi perhatian bersama, pertama soal digitalisasi pendidikan karena kita tahu bersama semuanya menuju era digitalisasi bahkan 5 sampai 10 tahun terakhir sudah digencarkan bukan hanya siswa tapi guru agar melek digitalisasi," jelasnya. 

Baca juga: Kisah Guru Asal Toraja di Pedalaman Fakfak: Serunya Mengajar di Tengah Keterbatasan

Amin Jabir Suaery menyambung, terkait dengan melek digitalisasi ini penting misalnya saja ujian sudah diberlakukan sistem komputer, tes kemampuan akademik baik di pusat maupun daerah. 

"Lalu poin kedua yang harus menjadi perhatian bersama terlebih dalam momen Hardiknas ini ialah revitalisasi infrastruktur pendidikan," tuturnya. 

Revitalisasi infrastruktur pendidikan ini merupakan program nasional yang dicetuskan oleh Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah. 

"Kita tahu bersama terlebih kita di daerah, sarana dan prasarana pendukung pendidikan sangat penting makanya kami sangat bersyukur Fakfak kebagian 40-an sekolah yang telah menerima program ini dari pusat," terang Amin Jabir Suaery. 

Dijelaskannya, bantuan tersebut berupa pembangunan renovasi Unit Kesehatan Sekolah (UKS), MCK, hingga Ruang Kelas Baru (RKB). 

"Perlu diinformasikan kepada publik, program ini terus dilakukan secara kontinu dari tahun ke tahun selalu ada," ucapnya.  

Baca juga: Semangat Hardiknas, DPRK Teluk Bintuni Dorong Peningkatan Mutu Pendidikan dan Kolaborasi Daerah

Kemudian, poin ketiga yang menjadi sorotan penting dalam momen Hardiknas 2026 ialah peningkatan kesejahteraan guru. 

"Kita semua tahu bersama, guru ialah ujung tombak dari proses panjang perjalanan pendidikan bangsa ini," tegasnya. 

Lanjutnya mengatakan, guru yang sejahtera akan berefek pada pendidikan yang lebih maju termasuk peserta didik akan unggul, bahagia dan cerdas. 

"Itu sebetulnya 3 poin utama yang diangkat dan harus menjadi atensi bersama dalam peringatan Hardiknas 2026," ucapnya. 

Disinggung soal konteks Fakfak secara lebih khusus, Amin Jabir Suaery mengapresiasi penuh kepemimpinan Bupati Samaun Dahlan dan wakilnya Donatus Nimbitkendik telah menaruh perhatian terhadap pendidikan melalui Program Pendidikan Gratis. 

"Program yang telah dicetuskan pada pemerintahan Bapak Bupati Samaun Dahlan dan Bapak Donatus Nimbitkendik alhamdulillah sudah beberapa tahun berjalan sudah sangat dirasakan, kami PGRI mendorong agar terus ditingkatkan dan yang sudah baik berjalan tetap dipertahankan," pintanya. 

Secara spesifik, ia meminta Dinas Pendidikan setempat lebih proaktif menyentuh sekolah-sekolah yang belum terpapar Program Pendidikan Gratis Bupati Samaun Dahlan. 

"Sehingga mereka juga betul-betul merasakan," ucapnya penuh harap. 

Baca juga: Dari Guru Pedalaman ke Legislator, Roy Masyewi Terus Suarakan Pendidikan di Papua

Lalu berbicara soal pemerataan akses pendidikan di Kabupaten Fakfak, ia tak memungkiri faktor geografis masih menjadi tantangan utama. 

"Karena masih belum sepenuhnya maksimal da merata misalnya saudara-saudara kita di kepulauan dan distrik terjauh maupun wilayah pesisir," bebernya. 

Namun terlepas dari itu, pihaknya menegaskan perlu disyukuri karena di tengah keterbatasan fakta menunjukkan hampir seluruh distrik di Kabupaten Fakfak telah terakomodir jaringan internet Starlink yang dianggarkan Dinas Pendidikan. 

"Sebab jaringan internet yang mumpuni sangat membantu dalam proses belajar mengajar, termasuk berbagai tes kemampuan akademik yang kemarin tanggal 30 April baru tuntas, padahal sebelumnya banyak sekolah yang masih menumpang di sekolah dengan jaringan internet stabil tetapi tahun ini tersisa 3 atau 4 sekolah saja yang belum akses mandiri internet lainnya sudah bisa," bebernya. 

Untuk itu, pihaknya mendorong Pemerintah Daerah Fakfak melalui OPD terkait dapat terus meningkatkan aksesibilitas jaringan di semua sekolah pada 17 distrik.(*) 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.