Suami Hilang saat Melaut, Yunia : Saya Kejar Dia Sampai ke Pantai, Saya Bilang Kau Bawa Saja HP Ini
Hilarius Ninu May 02, 2026 04:47 PM

 

Laporan Reporter TRIBUNFLORES.COM, Cristin Adal

TRIBUNFLORES.COM, MAUMERE - Mata sembab dan wajah tampak lelah tak bisa disembunyikan dari Yunia Marta Dei (37), Jumat (1/2/2025) siang di kediammnya, Desa Paga, Kecamatan Paga, Kabupaten Sikka, NTT.

Sudah tiga hari menunggu kabar tentang suaminya, Yohanes Wangge alias Yani (44), yang belum kembali melaut dari perairan selatan Paga, Pulau Flores,  dini hari lalu. 

Ia menahan air matanya mengalir, saat menceritakan detik-detik terakhir keberangkatan suaminya. Yunia mengaku memiliki firasat buruk sebelum suaminya bertolak ke laut.

Baca juga: Nelayan Paga Sikka Hilang saat Melaut, Bernadeta: Kami Sudah Larang karena Yani Masih Sakit 

Kejar ke Pantai karena Firasat Buruk

Peristiwa bermula saat Yani bersiap melaut pada Selasa pukul 02.00 WITA. Yunia menceritakan, saat itu suaminya bangun setelah mendengar alarm dan langsung menyantap makanan yang disiapkan.

"Waktu itu dia bangun, langsung makan untuk pergi ke laut. Terus perasaan saya tidak enak sekali," ujar Yunia saat ditemui di kediamannya, Jumat (1/5/2026).

Karena kecemasan yang mendalam, Yunia sempat meminta suaminya membawa ponsel agar mudah berkomunikasi, namun sempat ditolak oleh Yani. Tak menyerah, begitu suaminya berjalan menuju pantai, Yunia mengambil ponsel milik anaknya dan berlari mengejar sang suami.

" Perasan saya tidak enak. Saya minta HP di anak di dalam, saya kejar dia sampai ke pantai. Saya bilang, 'ini kau bawa saja dengan HP ini, kan kita punya bodi (perahu) itu ada rusak sedikit'," kenang Yunia dengan suara bergetar, Jumat.

Baca juga: Mama Bernadeta : Cucu Saya Ikut Cari Bapaknya di Laut, Kami Keluarga Panik dan Cemas

Melaut dalam Kondisi Sakit

Yunia mengungkapkan fakta memilukan bahwa suaminya sebenarnya sedang tidak dalam kondisi sehat. Yani diketahui mengidap gejala stroke ringan pada bagian tangan kiri sejak satu bulan terakhir.

Kendati demikian, Yani tetap memaksakan diri melaut setiap malam seorang diri menggunakan perahu miliknya. Hal itu dilakukan demi memenuhi kebutuhan hidup tiga orang anak mereka.

"Anak kami tiga orang. Yang pertama baru saja tamat SMA dan mau kuliah, yang kedua masih SD, dan yang ketiga masih kecil," kata dia dengan suara bergetar dan tak mampu membendung air matanya.

Biasanya, hasil tangkapan ikan Yani langsung dijual ke pemborong, sementara sebagian kecil dibawa pulang untuk konsumsi keluarga.

Ponsel Sempat Aktif Selasa Malam

Harapan keluarga sempat muncul saat ponsel Android yang dibawa Yani terdeteksi aktif pada Selasa malam, beberapa jam setelah ia dinyatakan hilang.

"Malam itu (Selasa) panggilan masuk dan tersambung, tapi tidak diangkat. Hari Rabu kami coba kontak lagi, tapi sudah tidak aktif sampai sekarang," jelas Yunia.

Anak kedua mereka juga sempat berupaya mencari ke lokasi rumpon tempat Yani biasa memancing, namun tidak membuahkan hasil.

Keterbatasan BBM dan Solidaritas Warga

Memasuki hari ketiga pencarian, keluarga menghadapi kendala teknis berupa keterbatasan bahan bakar minyak (BBM). Yunia berharap ada bantuan armada yang lebih besar untuk menyisir hingga ke tengah laut.

"Saya minta bantuan pemerintah, kalau bisa bantu BBM dan kapal yang agak besar. Dia mungkin terombang-ambing di tengah laut karena perahu rusak dan kurang BBM," tuturnya.

Di tengah kesulitan tersebut, warga setempat menunjukkan solidaritas dengan mengumpulkan sumbangan uang untuk membeli BBM bagi tim relawan yang membantu pencarian.

Upaya Ritual Adat dan Misa di Pantai

Selain pencarian oleh tim SAR dan warga, keluarga juga menempuh jalur spiritual. Ritual adat bersama Tuan Tanah telah dilakukan di pinggir pantai setempat.

Rencananya, pada Sabtu (2/5/2026) pukul 10.00 WITA, akan dilaksanakan Misa khusus di pinggir pantai yang dipimpin oleh Pastor Paroki Maulo'o untuk memohon petunjuk agar Yani segera ditemukan.

"Harapan saya, suami saya bisa ditemukan dan pulang dengan selamat agar kami bisa berkumpul kembali. Anak-anak masih kecil," tutup Yunia sambal mengusap air matanya yang tak terbendung.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.