Menelusuri Kampung Peneleh Surabaya, Kawasan Bersejarah yang Dijuluki Kampung Bapak Bangsa
Mujib Anwar May 02, 2026 06:14 PM

 

TRIBUNJATIM.COM - Kampung Peneleh di Surabaya dikenal sebagai salah satu kawasan bersejarah yang masih bertahan hingga kini di tengah perkembangan kota modern. 

Kawasan ini kerap disebut sebagai Peneleh Heritage karena menyimpan banyak peninggalan dari berbagai masa, mulai dari era kerajaan hingga kolonial.

Berada di Kecamatan Genteng, Kampung Peneleh memiliki posisi yang strategis karena dekat dengan pusat Kota Surabaya seperti Balai Kota dan Tugu Pahlawan. 

Kawasan ini juga dikenal sebagai “Kampung Bapak Bangsa” karena banyak tokoh penting nasional yang pernah tinggal di wilayah tersebut.

Sejarah Peneleh dipercaya sudah ada sejak masa kerajaan kuno di Jawa Timur. 

Kawasan ini pernah dikaitkan dengan masa Kerajaan Singasari dan Majapahit. Bahkan, Sunan Ampel disebut pernah singgah di wilayah ini dalam perjalanan dakwahnya, yang kemudian menjadi awal berdirinya Masjid Jami’ Peneleh.

Selain itu, di kawasan ini juga terdapat peninggalan seperti sumur kuno era Majapahit, pemakaman Eropa, hingga bangunan-bangunan tua bergaya arsitektur Belanda dan Jawa yang masih berdiri hingga sekarang.

Semua itu menunjukkan bahwa Peneleh sudah menjadi kawasan penting sejak masa lampau.

Dilansir dari jadesta.kemenpar.go.id, Desa Wisata Peneleh Heritage juga menyimpan banyak bangunan bersejarah seperti Langgar Dukur Kayu yang dibangun pada 1893 serta Masjid Jami’ Peneleh yang disebut sebagai masjid tertua kedua di Surabaya. 

Wisatawan juga dapat menikmati wisata budaya seperti batik dan kuliner tradisional khas kampung.

Baca juga: Sejarah Kampung Lawas Maspati Surabaya, dari Kawasan Keraton hingga Permukiman Kolonial

Bagian depan dan ruangan utama Masjid Jami Peneleh Surabaya, sejarah perkembangan Islam dan Surabaya juga ada di tempat ini
Bagian depan dan ruangan utama Masjid Jami Peneleh Surabaya, sejarah perkembangan Islam dan Surabaya juga ada di tempat ini (wiwit/surya)

Jejak Kerajaan Kolonial

Memasuki masa kolonial, Kampung Peneleh berkembang menjadi kawasan pemukiman yang dipengaruhi arsitektur Eropa. 

Rumah-rumah tua bergaya Belanda masih dapat ditemukan dan menjadi daya tarik utama kawasan ini.

Tak hanya itu, kawasan pemakaman Eropa di Peneleh juga menjadi bukti kuat bahwa wilayah ini pernah menjadi bagian penting dalam struktur kota pada masa Hindia Belanda. 

Hal tersebut memperkuat nilai sejarah Peneleh sebagai kawasan multikultural sejak dulu.

Dikutip dari kompasiana.com, Surabaya sebagai kota sejarah memang memiliki banyak kawasan yang menjadi saksi perjalanan panjang bangsa, termasuk Peneleh yang disebut sudah ada sejak masa Majapahit dan berkembang hingga era kolonial.

Saat ini, Peneleh tidak hanya menjadi kawasan bersejarah, tetapi juga destinasi wisata edukasi. 

Pengunjung dapat mengikuti tur sejarah yang dipandu untuk mengenal lebih dekat cerita masa lalu kampung ini.

Baca juga: Sejarah Kampung Ampel Surabaya, dari Pusat Dakwah Hingga Wisata Kuliner

Rumah kelahiran Soekarno, Presiden pertama RI di Kampung Peneleh, tidak jauh dari rumah itu juga ada rumah bersejarah lainnya yakni rumah HOS Tjokroaminoto tempat kos Soekarno.
Rumah kelahiran Soekarno, Presiden pertama RI di Kampung Peneleh, tidak jauh dari rumah itu juga ada rumah bersejarah lainnya yakni rumah HOS Tjokroaminoto tempat kos Soekarno. (surya/wiwit purwanto)

Kampung Bapak Bangsa

Kampung Peneleh juga dikenal sebagai tempat lahir dan berkembangnya sejumlah tokoh penting Indonesia. 

Salah satunya adalah Bung Karno yang rumah masa kecilnya berada di kawasan ini dan kini dijadikan museum sejarah.

Selain Bung Karno, tokoh pergerakan nasional seperti HOS Tjokroaminoto juga pernah tinggal di kawasan Peneleh. 

Rumah-rumah bersejarah tersebut kini menjadi bagian dari rute wisata sejarah yang dikembangkan Pemerintah Kota Surabaya.

Menukil  tourism.surabaya.go.id, wisata di Peneleh Heritage juga mencakup kunjungan ke rumah tokoh bangsa, makam kuno, hingga kawasan Lawang Seketeng yang masih menyimpan banyak cerita sejarah perjuangan.

Dengan keberadaan tokoh-tokoh nasional tersebut, Peneleh kemudian dijuluki sebagai Kampung Bapak Bangsa, karena perannya dalam melahirkan pemimpin dan pemikir besar Indonesia.

Baca juga: Menyusuri Jejak Sejarah Jembatan Merah, Simbol Keberanian Arek Suroboyo

Potret Langgar Dukur di kampung Lawang Seketeng Kelurahan Peneleh, Kecamatan Genteng, Surabaya
Potret Langgar Dukur di kampung Lawang Seketeng Kelurahan Peneleh, Kecamatan Genteng, Surabaya (TribunJatim.com/Yusron Naufal Putra)

Warisan Sejarah yang Terus Dijaga

Hingga kini, Kampung Peneleh terus dijaga sebagai kawasan cagar budaya oleh masyarakat dan pemerintah.

Berbagai bangunan tua tetap dipertahankan untuk menjaga nilai historisnya.

Menurut data kominfo.jatimprov.go.id, sejumlah peninggalan seperti sumur kuno, langgar bersejarah, hingga rumah peninggalan tokoh bangsa telah ditelusuri dan didokumentasikan sebagai bagian dari warisan sejarah Surabaya.

Selain sebagai destinasi wisata, Peneleh juga menjadi ruang edukasi sejarah bagi pelajar dan peneliti yang ingin mempelajari perjalanan Kota Surabaya dari masa ke masa.

Dengan kekayaan sejarah yang dimilikinya, Kampung Peneleh tetap menjadi salah satu kawasan penting yang mencerminkan perjalanan panjang Surabaya sebagai kota perjuangan, budaya, dan peradaban.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.