Banyuwangi (ANTARA) - Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani secara resmi melepas keberangkatan perdana Kereta Api Sangkuriang dari Stasiun Ketapang, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur ke Stasiun Bandung, Jawa Barat, pada Sabtu.

"Sebelumnya juga telah diluncurkan relasi Banyuwangi-Jakarta dan Malang dan beberapa kota besar lainnya. Mudah-mudahan dengan dengan adanya relasi baru hari ini Banyuwangi-Bandung bisa meningkatkan kunjungan wisatawan," ujar dia di Stasiun Ketapang, Kabupaten Banyuwangi.

Dengan diluncurkannya transportasi jarak jauh sekitar 1.002 kilometer relasi Banyuwangi-Bandung pergi pulang (PP) ini, lanjut Ipuk, diharapkan masyarakat semakin terfasilitasi untuk bepergian.

Menurut dia, diluncurkannya relasi baru moda transportasi kereta api jarak jauh ini akan menambah fasilitas akses transportasi untuk datang ke kabupaten ujung timur Pulau Jawa itu.

"Kami juga berharap kereta api menjadi alat transportasi sangat diminati, dan sehingga banyak orang datang ke Banyuwangi," kata Bupati Ipuk.

Pemberian semboyan 40 oleh Bupati Ipuk Fiestiandani kepada masinis sebagai tanda perintah resmi keberangkatan KA Sangkuriang relasi Ketapang-Bandung. Sabtu (2/5/2026) ANTARA/Novi Husdinariyanto

Sementara itu, Vice President Daop 9 Jember Hengky Prasetyo mengemukakan, kehadiran KA Sangkuriang menjadi jawaban atas aspirasi masyarakat yang menginginkan layanan transportasi nyaman, eksklusif dan tanpa transit untuk rute jarak jauh.

"Kami menghadirkan KA Sangkuriang dengan standar pelayanan tinggi guna memberikan pengalaman perjalanan yang berkesan bagi pelanggan, ini juga simbol kolaborasi kuat antara KAI dengan pemerintah daerah dalam memajukan mobilitas masyarakat dan sektor pariwisata," katanya.

Dari pantauan, keberangkatan perdana KA Sangkuriang ini dilepas langsung oleh Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani dan didampingi oleh Vice President Daop 9 Jember Hengky Prasetyo serta jajaran Forkopimda Banyuwangi.

Keberangkatan KA Sangkuriang relasi Banyuwangi-Bandung diawali dengan tradisi pecah kendi sebagai simbol keselamatan, yang kemudian dilanjutkan dengan pemberian Semboyan 40 oleh Bupati Ipuk kepada masinis sebagai tanda perintah resmi keberangkatan kereta api.