Panas dengan Jerman, Trump Putuskan Tarik Ribuan Pasukan AS dari Eropa
Nurul Hayati May 02, 2026 07:24 PM

Panas dengan Jerman, Trump Putuskan Tarik Ribuan Pasukan AS dari Eropa

SERAMBINEWS.COM – Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, dilaporkan akan menarik sekitar 5.000 pasukan militer AS dari Jerman setelah memanasnya hubungan dengan Kanselir Jerman, Friedrich Merz.

Langkah ini diambil di tengah ketegangan antara Washington dan sekutu-sekutu Eropa terkait konflik Iran yang masih berlangsung.

Dikutip Serambinews.com melalui GB News (2/5/2026), keputusan tersebut disebut sebagai respons atas penolakan sejumlah negara Eropa untuk terlibat dalam operasi ofensif Amerika Serikat terhadap Iran.

Baca juga: Update Perang Iran Hari ke-64: Trump Tolak Proposal Iran, Ancaman Konflik Berkepanjangan Menguat

Dalam beberapa hari terakhir, Merz secara terbuka mengkritik kebijakan AS dengan menyebut Washington “tidak memiliki strategi” dalam menghadapi Iran dan bahkan dinilai “dipermalukan” dalam proses negosiasi.

Pernyataan itu memicu reaksi keras dari Trump yang menilai Kanselir Jerman “tidak tahu apa yang dia bicarakan” dan dianggap mencampuri upaya Amerika dalam menangani ancaman nuklir Iran.

Trump kemudian mengonfirmasi bahwa pemerintahannya tengah meninjau kemungkinan pengurangan pasukan di Jerman sebagai bagian dari evaluasi strategi militer global.

Pejabat pertahanan AS menyebut sebagian pasukan yang ditarik kemungkinan akan dialihkan ke kawasan Indo-Pasifik, khususnya untuk menghadapi meningkatnya ketegangan dengan China.

Baca juga: Surat Trump ke Kongres: Perang AS–Iran Resmi Berakhir, Tapi Tekanan Militer Tetap Jalan

Juru bicara Pentagon, Sean Parnell, mengatakan bahwa keputusan ini merupakan hasil dari peninjauan menyeluruh terhadap posisi kekuatan militer AS di Eropa.

Ia menegaskan bahwa langkah tersebut juga mempertimbangkan kebutuhan operasional di wilayah lain yang dinilai lebih strategis saat ini.

Penarikan ini cukup signifikan mengingat Jerman merupakan negara dengan jumlah pasukan AS terbesar di Eropa, dengan sekitar 36.000 personel aktif yang ditempatkan di sana.

Jumlah tersebut jauh lebih besar dibandingkan penempatan pasukan AS di negara Eropa lainnya seperti Italia dan Inggris.

Baca juga: Harga BBM AS Melonjak Tajam Dampak Perang Iran, Trump Janji Akan Turun Drastis!

Langkah Trump ini juga mengingatkan pada kebijakan serupa pada masa jabatan pertamanya, yang sempat direncanakan namun kemudian dibatalkan oleh Presiden sebelumnya, Joe Biden.

Selain itu, ketegangan ini juga memperlihatkan hubungan yang semakin renggang antara AS dan sekutu NATO, terutama setelah meningkatnya konflik di Timur Tengah.

Trump bahkan mengisyaratkan kemungkinan penarikan pasukan dari negara lain seperti Spanyol dan Italia, yang dinilai tidak memberikan dukungan penuh terhadap kebijakan militernya.

Di sisi lain, situasi ini terjadi saat negosiasi antara AS dan Iran masih menemui jalan buntu, dengan Washington menolak proposal terbaru Teheran terkait penundaan pembahasan program nuklir.

Keputusan penarikan pasukan ini dipandang sebagai bagian dari strategi tekanan politik dan militer yang lebih luas, sekaligus menandai perubahan prioritas geopolitik Amerika Serikat di tengah konflik global yang semakin kompleks.

Baca juga: Hadapi Ancaman Rudal China dan Rusia, Trump Bidik dengan Golden Dome

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.