Investasi Rp 29 Triliun Belum 'Eligible', Ini Tantangan Teknis dan Finansial Pembangunan Tol Cigatas
Ravianto May 02, 2026 07:33 PM

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Rencana pembangunan Tol Cigatas (Cileunyi–Garut–Tasikmalaya) yang merupakan bagian dari proyek strategis nasional Tol Getaci kembali menghadapi tantangan serius dari sisi kelayakan finansial.

Hingga saat ini, proyek tersebut dinilai belum memenuhi hitungan investasi yang kompetitif bagi pihak swasta.

Data Teknis dan Spesifikasi Ruas Tol

Berdasarkan data teknis yang dihimpun Tribun Jabar, Tol Cigatas dirancang dengan spesifikasi sebagai berikut:

  • Panjang Lintasan: Ruas tol ini direncanakan membentang sepanjang 101,5 hingga 206,65 kilometer.
  • Kawasan Penghubung: Menghubungkan titik strategis mulai dari Cileunyi, Nagreg, Garut, hingga Tasikmalaya.
  • Nilai Investasi: Estimasi total kebutuhan investasi mencapai sekitar Rp 29 triliun.

Hambatan Kelayakan Ekonomi dan Volume Lalu Lintas

Baca juga: Sepi Investor, Nasib Tol Getaci Mengambang, Wawalkot Tasikmalaya Diky Candra Tagih Kejelasan Pusat

Dirjen Pembiayaan Infrastruktur PU, Ir. Rachman Arief Dienaputra, M.Eng., menjelaskan bahwa proyek ini belum dianggap "eligible" jika hanya mengandalkan volume kendaraan.

“Kalau dihitung dari traffic, itu tidak masuk secara ekonomi. Artinya, investor tidak bisa mengandalkan dari situ saja,” ujar Rachman usai kegiatan di Universitas Widyatama, Kamis (30/4/2026).

Sebelumnya, proyek ini sempat memiliki pemenang tender, namun gagal berlanjut karena tidak tercapainya tahap financial close dengan pihak perbankan akibat hitungan pengembalian investasi yang dinilai tidak masuk.

Opsi Jalan Tol vs Pelebaran Jalan Nasional

Pemerintah memilih opsi pembangunan jalan tol dibandingkan pelebaran jalan nasional di kawasan Nagreg karena beberapa faktor teknis dan sosial:

  • Biaya Pembebasan Lahan: Pembebasan lahan di jalur eksisting Nagreg sangat mahal dan kompleks karena kepadatan hunian yang tinggi.
  • Kepadatan Ekstrem: Jalur Bandung–Tasikmalaya yang biasanya ditempuh dalam 2,5 jam dapat melonjak hingga 10–14 jam saat puncak arus mudik.

Skema Viability Gap Fund (VGF) dan Pengembangan Kawasan

Untuk menarik minat investor, pemerintah mendorong dua pendekatan baru:

  • Dukungan Konstruksi: Pemberian suntikan dana langsung melalui skema Viability Gap Fund dari Kementerian Keuangan untuk meningkatkan kelayakan finansial proyek.
  • Integrasi Kawasan: Menggabungkan pembangunan tol dengan pengembangan wilayah ekonomi baru agar nilai kelayakan proyek meningkat.
© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.