Pemenuhan Standar Layanan Ramah Anak Dikebut, Sasar 17 Puskesmas dan 2 Rumah Sakit di Malinau
Junisah May 02, 2026 07:37 PM

TRIBUNKALTARA.COM, MALINAU - Upaya percepatan pemenuhan standar fasilitas dan layanan kesehatan Ramah Anak di Kabupaten Malinau Kalimantan Utara mulai ditargetkan menyasar seluruh pusat pelayanan medis dasar dan lanjutan.

Langkah ini merespons hasil evaluasi capaian indikator kesehatan dan kesejahteraan anak yang masih menyisakan sejumlah pekerjaan rumah pada pemenuhan target klaster ketiga Kabupaten Layak Anak.

Berdasarkan data evaluasi capaian terbaru, tingkat persalinan di fasilitas kesehatan di Malinau baru menyentuh angka 72 persen.

Catatan tersebut diiringi dengan kondisi masih minimnya ketersediaan ruang pelayanan publik di sektor medis yang telah sesuai dengan standar pemenuhan hak anak.

Baca juga: Disdikbud Tana Tidung Dorong Sekolah Sehat dan Ramah Anak: Anak Belajar Aman serta Bebas Kekerasan

Hingga saat ini, dari belasan pusat kesehatan masyarakat yang beroperasi melayani warga di berbagai kecamatan, belum separuhnya yang mengantongi status sebagai fasilitas Ramah Anak.

Kepala Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kabupaten Malinau, Yuli Triana menyampaikan kondisi terkini terkait persentase sebaran fasilitas layanan yang telah memenuhi kualifikasi standar tersebut.

"Untuk saat ini puskesmas ramah anak itu hanya terdapat di delapan puskesmas. Jadi masih ada 9 puskesmas yang perlu diketahukan menjadi puskesmas ramah anak," ungkap Yuli Triana, Sabtu ()2/5/2026).

Ketimpangan standar layanan ini mendorong perlunya pemerataan akses pelayanan kesehatan yang menjamin pemenuhan Hak Anak dari kawasan perkotaan hingga wilayah pelosok.

Percepatan pemenuhan kualifikasi layanan ini tidak hanya difokuskan menyasar tingkat pusat kesehatan masyarakat, melainkan juga fasilitas rujukan lanjutan yang dikelola di daerah.

Baca juga: Raih Predikat Kabupten Layak Anak Kategori Pratama, Pemkab Malinau Wujudkan Kawasan Ramah Anak

Transformasi pemenuhan standar tersebut mensyaratkan ketersediaan sarana prasarana penunjang yang memadai sekaligus menuntut peningkatan kapasitas tenaga kesehatan di bidang pelayanan anak.

"Ya, kami akan melakukan percepatan pemenuhan standar layanan ramah anak ini dengan menetapkan 17 secara keseluruhan puskesmas kita menjadi puskesmas ramah anak. Dan kemudian juga 2 rumah sakit Pratama," katanya.

Keterbatasan ketersediaan tenaga medis profesional, termasuk kekosongan dokter di sejumlah fasilitas kesehatan wilayah terpencil diakui masih menjadi tantangan mendasar yang membutuhkan intervensi penyelesaian lintas sektoral.

(*)

Penulis : Mohammad Supri

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.