SURYA.CO.ID, SURABAYA - Pertumbuhan industri kuliner Nusantara di Kota Surabaya terus menunjukkan tren positif yang signifikan, di tengah gempuran tren makanan kekinian. Fenomena ini didorong oleh keterbukaan pasar serta tingginya minat masyarakat metropolis terhadap cita rasa tradisional yang kaya rempah.
Salah satu primadona baru yang kini mencuri perhatian adalah kehadiran Daeng Banna, destinasi kuliner spesialis masakan Makassar yang berlokasi strategis di kawasan Gayungsari.
Kondisi ekonomi Surabaya yang stabil sebagai hub perdagangan Indonesia Timur ,menjadikan kota ini lahan subur bagi para pelaku usaha. Aroma rempah yang kuat dan berkarakter kini menjadi daya tarik utama bagi para foodies di Surabaya.
Selama beberapa tahun terakhir, selera masyarakat memang bergeser ke arah sajian yang menawarkan kedalaman rasa (flavor depth), terutama sajian khas Indonesia Timur yang dikenal berani dalam penggunaan bumbu dasar.
Pemilihan lokasi Daeng Banna sangatlah taktis. Restoran ini berada di Jalan Gayungsari Barat, Kecamatan Gayungan, Surabaya. Titik koordinatnya tepat berada di seberang Puskesmas Gayungan atau tak jauh dari Masjid Nasional Al Akbar Surabaya yang selalu ramai pengunjung.
CEO Daeng Banna, Mei Chandra, mengungkapkan bahwa Surabaya adalah pasar yang sangat dinamis.
"Surabaya kami lihat sebagai salah satu kota dengan pertumbuhan kuliner yang sangat positif. Karakter masyarakatnya yang terbuka terhadap inovasi rasa, membuat pelaku usaha lebih mudah berkembang," jelasnya kepada SURYA.co.id.
Kekuatan utama dari Daeng Banna terletak pada autentisitas rasa yang dijaga ketat oleh Syafriansyah, atau yang akrab disapa Chef Bobby. Sebagai putra asli Maros yang telah menetap di Surabaya sejak tahun 1986, Bobby memahami betul bagaimana mengawinkan lidah masyarakat lokal dengan resep warisan leluhur Sulawesi Selatan.
Berikut adalah beberapa menu andalan yang menjadi daya tarik utama di Daeng Banna:
"Di sini rempah-rempahnya lebih kuat dan tegas. Kami ingin menghadirkan sensasi makan di Makassar tanpa harus meninggalkan Surabaya," ujar Bobby.
Ia juga menambahkan bahwa beberapa bahan kunci didatangkan langsung dari Sulawesi untuk memastikan rasa tidak berubah.
Meski menyajikan menu kelas premium, Daeng Banna tetap menjaga aksesibilitas harga. Mei Chandra menekankan bahwa pihaknya melakukan penyesuaian menu tanpa menghilangkan identitas rasa asli.
Sejak resmi dibuka pada akhir April lalu, antusiasme warga Surabaya sangat luar biasa hingga mampu menjual ratusan porsi setiap harinya.
Bagi Anda pecinta kuliner yang bosan dengan rasa yang ringan, kehadiran menu seperti pisang ijo dan palu butung sebagai penutup di Daeng Banna bisa menjadi pilihan sempurna. Restoran ini buka setiap hari untuk melayani warga Surabaya yang rindu akan kehangatan rempah Nusantara.
Tips Menikmati Coto: Sangat disarankan untuk menikmati Coto Makassar dengan ketupat atau buras (lontong khas Makassar) untuk mendapatkan pengalaman rasa yang maksimal.