TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Pihak pengacara istri DK alias Dedek Kusnadi menanggapi video klarifikasi yang tersebar di media sosial.
Hal itu disampaikan kuasa hukum Istri DK, Putra Tambunan, saat ditemui awak media, pada Sabtu (2/5/2026) malam.
Dia menyebut, terkait unsur setingan yang diucapkan Dedek dalam video klarifikasinya, hal itu kembali pada DK untuk berpendapat dan membela diri.
“Namun perlu kami perjelas, perlu kami pertegas bahwa kami selaku kuasa hukum ataupun dari istri saudara DK tidak pernah melakukan set-set seperti yang dituduhkan begitu,” timpalnya.
Meski demikian, pihaknya menegaskan bahwa DK sudah diikuti oleh pihak keluarga kliennya pada malam sebelum penggerebekan.
“Sudah diikuti sama keluarga klien kami, malam sebelumnya itu didapati di salah satu klinik kecantikan di Miss Glam ya, yang ada di Broni kalau saya tidak salah,” katanya.
Dia menuturkan, informasi itu didapatkannya dari saudara istri DK, sehingga pada kesepian harinya pihaknya mengikuti DK.
“Dari rumah kos sampai ke salah satu tekstil yang ada di pasar, sampai pada akhirnya di Miss Glam yang ada di Mayang,” tuturnya.
Terkait keberadaan oknum TNI yang bersama DK dan seorang perempuan saat penggerebekan, Putra menjelaskan oknum tersebut bukan menjemput DK.
“Saudara DK itu sudah pergi duluan, sudah pergi duluan yang kita lihat sebelum saudara DK itu pergi Dia dihampiri seorang ibu-ibu.
"Kami lihat dia pergi, dia pergi lalu tidak berapa lama kemudian kawan dari oknum TNI tadi itu ada di sana untuk membawa perempuan ini tadi itu pulang ke kamar kos itu tadi,” jelasnya.
Putra menegaskan, istri DK mendapatkan informasi DK berada di rumah kos tersebut sebelum penggerebekan terjadi.
Istri DK juga meminta pihaknya untuk mendampinginya, sebab kliennya tidak berani mendatangi indekos itu sendirian.
“Informasi dari istrinya dia tidak berani sendiri. sendiri untuk menemui suaminya sehingga kami temani. Kita temuilah fakta, pada saat itu si suami ini (DK) berada di dalam kamar itu tidak sendiri,” tegasnya.
Dia menerangkan, kliennya juga menanyai perempuan yang bersama DK saat berada di Polsek Telanaipura, pasca-penggerebekan tersebut.
“Dipertanyakan sama istrinya, ‘malam itu saudara DK tidur di mana,’ dengan tegas istrinya menyatakan tidur bersama di kos tersebut,” terangnya.
“Itu informasi yang saya dapatkan yang saya dengar langsung dari perempuan yang saat itu yang bersamaan saat ini diamankan Polsek Telanaipura,” pungkasnya.
DK membantah bahwa dirinya berada hanya berdua dengan seorang perempuan di dalam kamar saat kejadian.
Ia menegaskan bahwa saat itu terdapat tiga orang di dalam ruangan tersebut.
“Artinya saya di sana berada bukan berdua, tapi di dalam itu saya bertiga,” katanya, Sabtu (2/5/2026).
Meski demikian, DK mengakui memiliki kedekatan dengan perempuan yang berada bersamanya saat itu.
Ia menjelaskan, sebelum kejadian, dirinya sempat menemani perempuan tersebut ke sebuah toko kecantikan.
Namun, situasi berubah setelah terjadi keributan yang diduga berkaitan dengan persoalan utang.
“Sampai disana, terjadilah keributan bersama rekan atau rekan satu usaha saya ya kan masalah hutang-piutang. Lalu, saya pergi,” tuturnya.
Dalam kondisi tersebut, DK kemudian menghubungi seorang pria bernama Yoli yang disebut sebagai oknum anggota TNI.
Menurut DK, Yoli menyarankannya untuk tidak sendirian dan menawarkan pendampingan.
DK menyebut, pria tersebut sempat menjemput perempuan yang bersamanya dan berencana menuju Korem. Namun rencana tersebut batal karena perempuan tersebut memilih beristirahat di indekos.
Ia kemudian menyusul ke lokasi indekos dan sempat berbincang dengan Yoli.
“Sampai saya di sana, ya kan, baru saya duduk 10 menit, saya ngobrol-ngobrol dengan Bang Yoli. Ada yang gedor-gedor, nyebut-nyebut nama saya,” terangnya.
DK mengaku panik karena mengira orang-orang yang datang adalah pihak yang mencarinya terkait persoalan sebelumnya.
“Saya pikir itu kelompok dari Wak Jenggot tersebut yang nyari-nyari saya itu. Dengan rasa ketakutan, saya terkejut, ya kan, langsung saya berdua Bang Yoli langsung bilang, ‘Bang, Bang, kita sembunyi, Bang,’ sembunyilah kami di dalam kamar mandi,” lanjutnya.
Ia menambahkan, perempuan tersebut juga ikut berada di kamar mandi karena merasa takut.
“Saya, Bang Yoli, di kamar mandi. Nah, perempuan ini, ya kan, ada di situ juga, karena ketakutan. Saya berdua di dalam kamar mandi dengan Bang Yoli itu. Bukan saya berdua ditangkap di gerebek mesum, tidak,” ujarnya.
(Tribun Jambi/Syrillus Krisdianto)
Baca juga: Klarifikasi Dosen DK soal Penggerebekan: Saya bukan Berdua, tapi Bertiga
Baca juga: Pria Menjerit lalu Keluar dari Warung di Lembah Masurai dengan Luka di Dada
Baca juga: Dosen Jambi yang Digerebek Istri di Indekos Telanaipura: Sudah Diatur Ini