Tribunlampung.co.id, Bandar Lampung - Terungkap detik-detik pihak hotel Bandar Lampung berusaha menyelamatkan balita yang akhirnya meninggal di kolam renang.
Ternyata pihak hotel sempat berusaha menyelamatkan balita tersebut meskipun pada akhirnya tidak tertolong.
Upaya yang dilakukan tersebut mulai dengan memberi tindakan CPR hingga membawanya untuk mendapat pertolongan medis.
Balita tersebut sempat dibawa ke tempat pelayanan kesehatan terdekat supaya tertolong.
Namun nasib berkata lain, karena balita tersebut lebih dahulu tutup usia.
Baca juga: Polisi Menyelidiki Kematian Balita di Kolam Renang Hotel Mewah Bandar Lampung
Petugas Polresta Bandar Lampung kini melakukan penyelidikan atas kematian balita di kolam renang hotel mewah wilayah Kota Tapis Berseri ini.
Kepala Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polresta Bandar Lampung Kompol Gigih Andri Purtanto mengatakan bahwa pihaknya sudah turun ke lapangan.
Bahkan telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) atas meninggalnya balita di kolam renang hotel mewah itu.
"Saat ini masih dalam proses penyelidikan dan masih pendalaman," kata Kompol Gigih Andri Putranto, saat dihubungi Tribun Lampung, Sabtu (2/5/2026).
Balita yang meninggal di kolam renang hotel mewah Bandar Lampung ini sempat menerima tindakan CPR (Cardiopulmonary Resuscitation) atau Resusitasi Jantung Paru (RJP).
CPR adalah prosedur darurat medis untuk menyelamatkan nyawa saat seseorang berhenti napas atau jantungnya berhenti detak.
Fungsinya untuk melakukan pertolongan pertama pada henti jantung/napas mendadak akibat serangan jantung, tenggelam, atau kecelakaan.
Akan tetapi tindakan yang diupayakan untuk menyelamatkan balita inisial Spa ini tidak dapat menolongnya.
Anak Spa menghembuskan napas terakhir di usia yang masih belia, yaitu 4 tahun tiga bulan.
Kasatreskrim Polresta Bandar Lampung Kompol Gigih Andri Putranto mengatakan, bahwa peristiwa itu terjadi pada hari Jumat (1/4/2026) pukul 07.00 WIB.
Atas inisiden ini Gigih mengucapkan duka mendalam dan berharap keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan. "Semoga almarhumah bocah perempuan tersebut husnul khotimah," ucapnya.
Korban meninggal dunia di kolam renang dewasa dengan kedalaman 120 centimeter. Diketahui pihak hotel sempat melakukan tindakan CPR.
Sempat terdapat respon dari anak tersebut sehingga segera dibawa ke rumah sakit terdekat untuk mendapat pertolongan medis. Tapi tidak ada respons dan dinyatakan meninggal dunia oleh dokter.
(Tribunlampung.co.id/Bayu Saputra)