CCTV Ungkap Menantu Terlibat Perampokan Menewaskan Wanita Lansia di Pekanbaru
Robertus Didik Budiawan Cahyono May 03, 2026 01:19 AM

Tribunlampung.co.id, Pekanbaru - Hasil rekaman CCTV mengungkap fakta mengejutkan dalam perampokan yang terjadi di rumah Jalan Kurnia 2, Kelurahan Limbungan Baru, Kecamatan Rumbai, Pekanbaru pada Rabu (29/4/2026).

Ternyata CCTV tersebut merekam seluruh kejadian yang mengakibatkan perempuan lanjut usia (lansia) bernama Dimaris Isni Sitio (60) meninggal dunia.

Korban Dimaris meninggal karena dibunuh secara sadis oleh komplotan perampok yang menyatroni rumahnya.

Ternyata dari komplotan itu ada sosok yang dikenal Dimaris bahkan keduanya sempat berbincang di dalam rumah itu.

Sosok perempuan yang berhadapan dengan Dimaris tersebut juga terekam CCTV. Ternyata bukan orang lain bagi korban karena menantunya sendiri.

Hal itu menjadi fakta baru yang terungkap dalam kasus perampokan yang disertai pembunuhan terhadap Dirmaris Isni Sitio.

Terduga pelaku yang terekam CCTV diketahui sebanyak empat orang, namun satu di antaranya ternyata merupakan istri dari anak korban, tetapi sudah lama berpisah.

Hal ini disampaikan seorang narasumber yang enggan disebutkan namanya.

Informasi yang didapat Tribunpekanbaru.com, sebelumnya anak korban yang merupakan anak berkebutuhan khusus (ABK) dinikahkan dengan seorang wanita dari kampung.

Tapi beberapa bulan berselang, wanita yang baru dinikahkan tersebut kabur."Setelah kabur, istrinya itu ternyata masih di Pekanbaru," ujarnya.

Sejak itu, beberapa kali harta benda di rumah tersebut kerap hilang, ada dugaan eks menantu korban kerap datang saat rumah kosong.

"Jadi suka hilang barang-barang, makanya dipasang CCTV di rumah itu," katanya, Jumat (1/5/2026)

Kini, rekaman CCTV yang memperlihatkan aksi sadis pelaku sudah beredar luas.

Para pelaku terindikasi berjumlah 4 orang.

Dalam rekaman CCTV yang beredar, terlihat bagaimana alur kejadian.

Mulai dari pelaku datang, hingga menghabisi nyawa korban, mengambil harta benda dan melarikan diri.

Tampak pelaku terdiri dari wanita dan pria.

Dalam rekaman CCTV, pelaku wanita bahkan sempat berbincang dengan korban.

Tiba-tiba, datang seorang pelaku pria membawa sepotong kayu dan langsung menghajar bagian wajah korban.

Pelaku memukul korban beberapa kali hingga korban tak bergerak.

Dalam kondisi korban yang sudah tak berdaya, pelaku masih mengayunkan kayu yang dipegangnya beberapa kali ke arah wajah dan leher korban.

Identitas para pelaku sudah dikantongi oleh pihak kepolisian.

"Jumlah pelakunya sekitar 4 orang. Namun bisa jadi lebih. Karena itu baru hasil pendalaman sementara berdasarkan rekaman CCTV yang kita dapatkan," sebut Kanit Reskrim Polsek Rumbai Pesisir Iptu Dodi Vivino, Kamis (30/4/2026).

Dodi menegaskan, identitas pelaku sudah dikantongi oleh pihaknya. Kini sedang dalam proses pengejaran.

"Untuk pelaku dari analisa CCTV sudah diketahui, saat ini sedang kami kembangkan guna dilakukan penangkapan," tegasnya.

Polis juga telah melakukan pencarian terhadap AF. Di antaranya dengan mendatangi keluarganya.

"Tim menjumpai abang kandung pelaku dan juga teman abang pelaku. Sempat kita amankan ke Polsek. Namun dari keterangan keduanya, tidak pernah bertemu pelaku," kata Kanit Reskrim Polsek Rumbai Pesisir, Iptu Dodi Vivino, Kamis (30/4/2026).

Selain itu, polisi juga mengamankan anak kandung laki-laki korban, berinisial A. Lantaran, A datang dengan sepeda motor saat kejadian ke rumah korban.

A sempat masuk ke dalam rumah. Namun tak lama, keluar. Dari hasil pemeriksaan sementara, A mengaku tidak mengetahuinya ibunya sudah meninggal dunia. Tapi polisi masih melakukan pemeriksaan intensif.(*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.