Tawarkan Sensasi Ambil Sendiri, Makan Lahap Hadirkan Pengalaman Makan Berbeda
Try Juliansyah May 03, 2026 01:32 AM

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Bisnis kuliner baru, Makan Lahap, resmi hadir di Kota Pontianak sejak 1 Februari 2026 dengan mengusung konsep prasmanan yang terinspirasi dari kuliner Jawa Owner Makan Lahap, Yudi (41), mengungkapkan usaha ini berawal dari keinginan bersama tim untuk menghadirkan pengalaman makan yang berbeda bagi masyarakat.

"Awal mula kita mendirikan Makan Lahap ini ceritanya memang pada waktu itu kita sedang ingin bisnis kuliner, dari tim Makan Lahap. Sebelumnya tim ownernya ini ada tiga, jadi kami waktu itu ingin buka bisnis kuliner tapi dengan konsep yang berbeda dengan sebelumnya," ujar Yudi saat diwawancarai tribunpontianak.co.id di tempat makannya Jl Sepakat 2 , Sabtu 2 Mei 2026.

Untuk mencari inspirasi, Yudi bersama tim melakukan perjalanan kuliner ke sejumlah kota di Pulau Jawa seperti Jakarta, Bogor, dan Bandung selama kurang lebih empat hari.

"Di sana kami kulineran selama kurang lebih empat hari. Kami menjajah kulineran daerah Jawa Barat, dan menemukan konsep makanan Sunda yang menarik, di mana makanannya prasmanan dan membuat orang antusias untuk mengambil. Dari situlah kita ingin mengadopsi konsep tersebut," jelasnya.

Makan Lahap dibangun dari nol di Jalan Sepakat 2 setelah melalui proses pemetaan lokasi dan analisis kompetitor di beberapa titik di Pontianak.

"Jadi sebelumnya kami mapping dari Jalan Reformasi, Padat Karya, Paris 2, sampai Jalan Sumatera. Akhirnya kita pilih di Jalan Sepakat 2 karena traffic-nya tinggi, dan ini sebelumnya tanah kosong, jadi kita bangun dari nol," katanya.

Baca juga: Warga Pontianak Dukung Potongan Ojol 8 Persen, Harap Tarif Tetap Terjangkau

Proses pembangunan usaha ini memakan waktu sekitar lima bulan sebelum akhirnya dibuka secara resmi pada awal Februari lalu.

"Untuk Makan Lahap berdiri di tanggal 1 Februari 2026, jadi kita melalui proses membangun kurang lebih lima bulanan. Openingnya kemarin itu pas tanggal 1 Februari 2026," ungkapnya.

Sejak dibuka, Yudi menyebut antusiasme masyarakat cukup tinggi dan sesuai dengan target pasar yang disasar, yakni keluarga, pekerja, hingga mahasiswa.

"Alhamdulillah untuk antusias masyarakat, kita mendapatkan antusias yang baik, sesuai dengan target kami. Yang datang kebanyakan keluarga, orang-orang kerja yang makan siang, termasuk mahasiswa juga ada," ungkapnya. 

Dari sisi menu, Makan Lahap menawarkan beragam pilihan dengan harga terjangkau, mulai dari Rp7 ribu hingga Rp69 ribu per item.

"Kalau harganya, kita di Makan Lahap ini dari range di 7 ribuan sampai paling tinggi itu di 69 ribu, itu pun cumi. Kalau rata-rata ayam di 21 ribu, kebanyakan di range 20 sampai 25 ribu per item," jelas Yudi.

Menu yang menjadi favorit pelanggan antara lain ayam bakar kecap serta olahan cumi seperti cumi bakar dan cumi goreng.

"Waktu awal buka bestsellernya ayam bakar kecap. Selama kurang lebih satu bulan ini, cumi bakar dan cumi goreng juga jadi favorit," katanya.

Selain makanan, minuman khas seperti “air pelangi” juga menjadi daya tarik tersendiri.

"Air pelangi ini karena warnanya seperti pelangi, isinya ada serbat, rempah khas Pontianak, jeruk dan sirup. Harganya sekitar Rp13 ribu sampai Rp18 ribu," tambahnya.

Untuk bahan baku, Makan Lahap bekerja sama dengan pemasok lokal, termasuk untuk sayur lalapan dan hasil laut dari Pasar Flamboyan.

"Sayur-sayuran kita dibantu teman sebagai supplier, selalu ready. Untuk udang dan sotong kita ambil dari Pasar Flamboyan, ada beberapa supplier di Pontianak," tambahnya. 

Saat ini, kebutuhan bahan baku per hari masih dalam skala terbatas, seperti ayam di bawah 50 ekor dan cumi sekitar 15–20 kilogram.

"Untuk stok per hari ayam sekitar di bawah 50 ekor, cumi sekitar 15 sampai 20 kilogram," jelasnya.

Makan Lahap buka setiap hari mulai pukul 10.00 hingga 22.00 WIB, kecuali pada hari besar keagamaan.

Ke depan, Yudi berharap usahanya dapat terus berkembang dan menjadi salah satu ikon kuliner di Pontianak.

"Harapan saya Makan Lahap bisa diterima masyarakat Pontianak dan ke depannya bisa menjadi legend. Saya ingin tempat ini tetap ada dan dikenal orang. Untuk rencana ke depan, saya ingin memperbesar tempat dulu sebelum ekspansi ke cabang baru," pungkasnya. (*)

!!!Membaca Bagi Pikiran Seperti Olahraga Bagi Tubuh!!!

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.