Dukung Kesejahteraan Driver, Warga Tetap Soroti Risiko Kenaikan Tarif Ojol
Try Juliansyah May 03, 2026 01:32 AM

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Kebijakan pemerintah yang membatasi potongan aplikator ojek online (ojol) maksimal 8 persen mendapat tanggapan dari masyarakat. 

Salah satunya Pradana (25), warga Pontianak yang mengaku cukup bergantung pada layanan ojol untuk aktivitas sehari-hari.

"Aku sering banget pakai ojol ke mana-mana, soalnya belum bisa pakai kendaraan jadi ketergantungan juga sama ojol," ujarnya saat diwawancarai tribunpontianak.co.id, Sabtu 2 Mei 2026.

Ia menilai kebijakan pembatasan potongan tersebut diperlukan untuk mendukung kesejahteraan para pengemudi ojol yang bekerja di lapangan dengan berbagai tantangan.

"Perlu sih karena melihat kesejahteraan ojol juga kan. Bekerja di lapangan bolak-balik bawa motor dan mobil itu nggak semudah yang dibayangkan. Mereka harus lewatin macet, nunggu penumpang, kadang kehujanan sama panas terik juga," katanya.

Menurut Pradana, potongan maksimal 8 persen dinilai sudah cukup besar jika dibandingkan dengan kondisi sebelumnya. Namun demikian, ia mengaku memiliki kekhawatiran terkait potensi kenaikan tarif bagi penumpang.

"Aku jujur agak takut juga kalau tarif naik secara personal, karena sejauh ini gajiku juga hampir semuanya buat bayar ojol. Tapi rasanya kasihan juga kalau kelelahan mereka nggak dibayar secara layak," ungkapnya.

Meski begitu, ia memastikan tetap akan menggunakan layanan ojol, meskipun dengan penyesuaian intensitas perjalanan apabila terjadi kenaikan tarif.

Baca juga: DPRD Kota Pontianak Sambut Baik Kebijakan Penurunan Potongan Ojol Maksimal 8 Persen

"Kalau aku secara pribadi akan tetap naik ojol, mungkin dikurangi saja intensitas bepergiannya kalau nggak terlalu urgent, semisal tarif naik," tuturnya.

Ia juga menilai penting adanya kebijakan yang mengakomodasi kepentingan pengemudi dan penumpang secara seimbang.

"Kalau ngomongin kesejahteraan driver, kita juga harus ngomongin tarif untuk penumpang. Mau potongannya 8 persen, 20 persen atau berapapun, kalau mahal penumpang pasti mikir. Otomatis orderan sepi, percuma juga kebijakan kalau cuma melihat dari satu sisi," pungkasnya. (*)

!!!Membaca Bagi Pikiran Seperti Olahraga Bagi Tubuh!!!

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.