Wakil Dekan Digerebek Selingkuh di Kos-kosan oleh Istri Sah dan Keluarganya, Kepalanya Dijitak Warga
Dedi Qurniawan May 03, 2026 01:36 AM

POSBELITUNG.CO - Media sosial saat ini tengah dihebohkan oleh video viral penggerebekan seorang wakil dekan oleh istri sahnya sendiri di sebuah kamar kos.

Sosok yang menjadi sorotan publik tersebut diketahui menjabat sebagai wakil dekan di Universitas Islam Negeri (UIN) Sultan Thaha Saifuddin Jambi.

Dosen berinisial DK tersebut digerebek saat sedang bersama wanita lain di kawasan Telanaipura, Kota Jambi, pada Jumat (1/5/2026) malam.

Istri sah bersama pihak keluarga turut terlibat langsung dalam aksi penggerebekan yang juga disaksikan oleh puluhan warga sekitar.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, oknum dosen tersebut hanya bisa menunduk saat diarak keluar dari kamar kos di kawasan Simpang IV Sipin.

Kedatangan massa dalam jumlah banyak membuat suasana di sekitar lokasi penggerebekan menjadi sangat riuh dengan sorakan warga.

Warga yang geram menyambut keluarnya DK dari kamar kos dengan teriakan kencang dan cacian atas tindakan tidak terpujinya tersebut.

Saat dievakuasi, DK tampak berusaha menutupi kepalanya menggunakan tangan untuk menghindari amukan massa yang emosional.

Seorang anggota TNI berseragam bahkan harus turun tangan melakukan pengawalan ketat agar oknum dosen tersebut tidak dipukuli oleh warga.

Meski sudah dikawal, bagian kepala DK dilaporkan tidak luput dari jitakan tangan warga yang merasa kesal dengan perilaku perselingkuhannya.

Kampus Ambil Tindakan Tegas

Merespons kabar miring yang mencoreng nama baik institusi pendidikan tersebut, Rektor UIN Jambi, Profesor Kasful Anwar, segera angkat bicara.

Pihak universitas telah melakukan penelusuran awal dan mengambil keputusan cepat untuk menonaktifkan jabatan DK dari struktur birokrasi kampus.

"Setiap sivitas akademika terikat pada kode etik, aturan disiplin, dan norma kelembagaan," tegas Profesor Kasful Anwar dalam pernyataan resminya.

Rektor sangat menyayangkan dan menyesalkan terjadinya peristiwa penggerebekan yang melibatkan salah satu tenaga pendidiknya itu.

"Kami akan langsung melakukan penelusuran lebih mendalam lagi untuk mengambil langkah tindakan tegas," lanjut sang rektor.

Langkah tegas ini diambil sebagai bentuk komitmen kampus dalam menjaga marwah institusi serta integritas akademik yang berlandaskan nilai etika.

Sebagai tindak lanjut, universitas secara resmi telah menonaktifkan DK dari jabatan tambahannya sebagai wakil dekan.

Penonaktifan ini bertujuan untuk menjaga objektivitas pemeriksaan serta memastikan kondusivitas suasana akademik tetap terjaga.

Rektor juga telah memerintahkan pemeriksaan etik secara mendalam untuk memastikan status hukum dan kebenaran kronologi peristiwa tersebut.

Sanksi lanjutan yang lebih berat akan diterapkan apabila DK terbukti secara sah melakukan pelanggaran berat terhadap aturan institusi.

Segala aktivitas yang mewakili institusi UIN Jambi, baik di lingkungan internal maupun eksternal, juga telah dihentikan sementara bagi DK.

Selain kehilangan jabatan, DK kini dilarang melakukan aktivitas mengajar, penelitian, hingga pengabdian kepada masyarakat untuk sementara waktu.

"Atas nama pimpinan dan mewakili institusi, kami juga meminta maaf apabila ada pihak-pihak yang merasa tidak nyaman atas beredarnya informasi ini," pungkas rektor.

UIN Sultan Thaha Saifuddin Jambi menegaskan bahwa tindakan personal tersebut tidak merepresentasikan nilai dan budaya kerja kelembagaan mereka. (Sumber Tribun Jatim/ Kompas.com)

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.