Ambisi Alex Eala Taklukkan Clay-court Swings Terinspirasi dari Rafael Nadal
Putri Annisa Maharani May 03, 2026 03:33 AM

ASB CLASSIC
Alex Eala mengaku terinspirasi dari Rafael Nadal.

BOLASPORT.COM - Alex Eala berbicara mengenai idolanya, Rafael Nadal, yang menginspirasi dirinya untuk menaklukkan tur lapangan tanah liat (Clay-court Swing).

Petenis Filipina, Alex Eala, memang sudah tidak asing lagi untuk bermain dalam lapangan tenis tanah liat merah.

Sebagai pentolan Akademi Rafa Nadal di Mallorca sejak 2018, turnamen agenda Clay-court Swing menjadi tempat paling baik untuk menunjukkan performa apiknya.

Mentas di lapangan Spanyol, terasa di rumah sendiri karena petenis berusia 20 tahun itu sudah menghabiskan perjalanan penting kariernya di sana.

Rasa akrab makin terasa saat berkompetisi di Madrid Open 2026.

"Saya merasa sangat baik, latihan juga berjalan dengan baik," ungkap Eala seperti yang dilansir BolaSport dari Olympics sebelum menjajal Madrid Open.

"Saya pikir saya berlatih lebih banyak kali ini, dan Madrid adalah salah satu kota favorit saya."

Lebih lanjut, atlet bernama lengkap Alexandra Eala itu mengaku ajang Madrid Open menjadi salah satu turnamen kesukaannya.

Oleh karena itu, dia bersemangat untuk unjuk gigi di WTA 1000 tersebut.

"Ini adalah salah satu pemberhentian kesukaan saya di tur WTA."

"Saya sangat bersemangat untuk melakukan yang terbaik dan mari lihat apa yang bisa saya keluarkan di sana," kata Eala menambahkan.

Eala memulai perjalanannya di dunia tenis dengan tumbuh besar terinspriasi oleh para atlet dari seluruh dunia.

Bahkan, petenis berpostur 175 cm itu mengenang pesta-pesta yang diadakan di Filipina ketika Manny Pacquiao bertanding.

Dia mengaku, petinju Filipina terkenal itu adalah idolanya.

"Dia adalah seorang pelopor," ucap Eala.

"Saya ingat ketika saya masih muda, dan dia akan bertanding."

"Rasanya seperti liburan, keluarga akan berkumpul di rumah, menonton pertandingannya, jadi dia adalah idola besar saya."

Hal serupa juga diungkapkan Eala ketika berbicara mengenai Rafael Nadal, yang diajaknya berlatih di lapangan dalam sesi pemanasan pramusim.

“Saya benar-benar fokus, dan itu adalah pertama kalinya dia memukul bola setelah sekian lama,” kenang Eala tentang pertandingan mereka di Mallorca.

“Saya sangat lelah setelah latihan. Intensitas Rafa tidak pernah hilang, dan itu adalah salah satu hal yang dikagumi semua orang darinya, etos kerja dan intensitasnya."

"Jadi, bisa merasakannya secara langsung sungguh luar biasa.”

Siapa lagi yang lebih tepat untuk mempelajari keahliannya selain sang juara 22 kali Grand Slam, terutama untuk mendapatkan kiat-kiat tentang permukaan lapangan yang dikuasainya.

“Secara umum, lapangan tanah liat sedikit lebih keras,” ungkap Eala.

“Sedikit lebih menguras fisik daripada kebanyakan permukaan lapangan lainnya."

"Apa pun yang bisa saya pelajari dari Rafa, akan saya ambil dengan bangga," tutup Alex Eala.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.