Fakta Baru Kasus Pembunuhan Dimaris di Pekanbaru, Pasang CCTV Demi Pantau Kelakuan Mantan Menantu
Khistian Tauqid May 03, 2026 09:25 AM

TRIBUNBATAM.id - Insiden memilukan menimpa seorang perempuan bernama Dimaris Isni Sitio (60) di Jalan Kurnia 2, Kelurahan Limbungan Baru, Kecamatan Rumbai, Pekanbaru pada Rabu (29/4/2026).

Damaris tewas dibunuh oleh perampok sadis yang berjumlah empat orang.

Satu di antara empat pelaku ternyata merupakan istri dari anak korban, tetapi sudah lama berpisah.

Seorang narasumber yang ditemui TribunPekanbaru.com, yang enggan disebutkan namanya langsung mengungkap fakta baru perampokan sadis tersebut.

Ternyata korban memiliki anak berkebutuhan khusus (ABK) yang dinikahkan dengan seorang wanita dari kampung.

Rumah tangga keduanya ternyata hanya bertahan beberapa bulan, karena wanita yang baru dinikahkan tersebut kabur.

"Setelah kabur, istrinya itu ternyata masih di Pekanbaru," ujarnya.

Tak disangka, mantan menantu korban masih kerap datang ke rumah tersebut ketika kosong atau tidak ada penghuni.

Beberapa kali harta benda di rumah tersebut kerap hilang sejak mantan menantu korban datang.

Oleh karena itu, korban memasang CCTV agar mengetahui siapa saja yang datang ke rumah tersebut.

"Jadi suka hilang barang-barang, makanya dipasang CCTV di rumah itu," katanya, Jumat (1/5/2026).

Akhirnya rekaman CCTV yang memperlihatkan aksi sadis pelaku sudah beredar luas.

PERAMPOKAN SADIS DI PEKANBARU - Rekaman CCTV yang menampilkan adegan pelaku menghajar korban hingga tewas menggunakan sepotong kayu.
PERAMPOKAN SADIS DI PEKANBARU - Rekaman CCTV yang menampilkan adegan pelaku menghajar korban hingga tewas menggunakan sepotong kayu. (Istimewa)

Baca juga: Rekaman CCTV Perampokan Sadis di Pekanbaru, Nenek 60 Tahun Tewas Dihajar Membabi Buta

Kronologi Kejadian

Para pelaku terindikasi berjumlah 4 orang.

Dalam rekaman CCTV yang beredar, terlihat bagaimana alur kejadian.

Mulai dari pelaku datang, hingga menghabisi nyawa korban, mengambil harta benda dan melarikan diri.

Tampak pelaku terdiri dari wanita dan pria.

Dalam rekaman CCTV, pelaku wanita bahkan sempat berbincang dengan korban.

Tiba-tiba, datang seorang pelaku pria membawa sepotong kayu dan langsung menghajar bagian wajah korban.

Pelaku memukul korban beberapa kali hingga korban tak bergerak.

Dalam kondisi korban yang sudah tak berdaya, pelaku masih mengayunkan kayu yang dipegangnya beberapa kali ke arah wajah dan leher korban.

Identitas para pelaku sudah dikantongi oleh pihak kepolisian.

"Jumlah pelakunya sekitar 4 orang. Namun bisa jadi lebih. Karena itu baru hasil pendalaman sementara berdasarkan rekaman CCTV yang kita dapatkan," sebut Kanit Reskrim Polsek Rumbai Pesisir Iptu Dodi Vivino, Kamis (30/4/2026).

Dodi menegaskan, identitas pelaku sudah dikantongi oleh pihaknya. Kini sedang dalam proses pengejaran.

"Untuk pelaku dari analisa CCTV sudah diketahui, saat ini sedang kami kembangkan guna dilakukan penangkapan," tegasnya.

Polis juga telah melakukan pencarian terhadap AF. Di antaranya dengan mendatangi keluarganya.

"Tim menjumpai abang kandung pelaku dan juga teman abang pelaku. Sempat kita amankan ke Polsek. Namun dari keterangan keduanya, tidak pernah bertemu pelaku," kata Kanit Reskrim Polsek Rumbai Pesisir, Iptu Dodi Vivino, Kamis (30/4/2026).

Selain itu, polisi juga mengamankan anak kandung laki-laki korban, berinisial A. 

Lantaran, A datang dengan sepeda motor saat kejadian ke rumah korban.

A sempat masuk ke dalam rumah. Namun tak lama, keluar.

Dari hasil pemeriksaan sementara, A mengaku tidak mengetahuinya ibunya sudah meninggal dunia. Tapi polisi masih melakukan pemeriksaan intensif.

(TribunBatam.id)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.