Tribunlampung.co.id, Metro - Dengan penuh perjuangan dan dedikasi, Jasmine Alya S, seorang siswi SMAN 1 Metro, berhasil meraih prestasi luar biasa: lolos sebagai wakil Provinsi Lampung dalam seleksi calon Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Capaska) tingkat nasional.
Keberhasilannya ini bukan hanya sekadar pencapaian pribadi, tetapi juga simbol semangat dan kerja keras generasi muda Kota Metro yang siap bersaing di level nasional.
Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kota Metro, Bangkit Haryo Utomo, mengungkapkan rasa bangga atas pencapaian Jasmine. Ia menilai, keberhasilan ini menggambarkan kualitas pembinaan yang sudah dilakukan dengan maksimal di tingkat lokal.
“Jasmine menunjukkan bahwa dengan disiplin dan semangat juang yang tinggi, pelajar dari daerah pun mampu bersaing di tingkat nasional,” ujarnya pada Sabtu (2/5/2026).
Seleksi Capaska ini tidak hanya melibatkan uji ketahanan fisik yang menantang, tetapi juga penilaian mendalam terhadap wawasan kebangsaan dan kepribadian.
Proses yang begitu ketat ini menguji kesiapan setiap calon, dan Bangkit menambahkan bahwa Jasmine berhasil membuktikan bahwa ia bukan hanya terpilih berdasarkan kebetulan.
“Keberhasilan Jasmine adalah buah dari pembinaan yang terus-menerus, yang menuntut ketekunan dan konsistensi dalam setiap langkah,” katanya.
Tak hanya Jasmine, Metro juga mengirimkan wakil lain, Muhyi Dermawan Agung dari SMAN 3 Metro, yang terpilih sebagai cadangan tingkat Provinsi Lampung.
Bangkit menilai, hal ini semakin mempertegas bahwa Kota Metro adalah salah satu daerah yang memiliki sumber daya pelajar unggul dan potensial.
“Dengan dua wakil ini, kami semakin percaya bahwa Metro adalah pusatnya talenta muda yang siap bersaing di kancah nasional,” jelas Bangkit.
Namun, perjalanan Jasmine belum selesai. Di hadapannya kini, masih ada tahap seleksi nasional yang akan menentukan apakah ia dapat bergabung dengan Pasukan Pengibar Bendera Pusaka pada Upacara Detik-Detik Proklamasi Kemerdekaan RI ke-81.
Pemerintah Kota Metro, melalui Bangkit, memastikan dukungan penuh untuk mempersiapkan Jasmine menghadapi tantangan ini, dengan pembinaan fisik, mental, dan wawasan kebangsaan yang lebih intensif.
Menurut Bangkit, keberhasilan Jasmine dan Muhyi tidak hanya menjadi prestasi yang membanggakan, tetapi juga harus menjadi pemantik bagi pelajar lainnya untuk lebih aktif berprestasi.
“Capaska bukan hanya soal baris-berbaris, tetapi tentang menjadi teladan bagi bangsa,” ujarnya.
Prestasi ini diharapkan mampu menginspirasi lebih banyak pelajar untuk mengikuti jejak mereka dalam mengembangkan diri, menjaga semangat kebangsaan, dan terus berkontribusi bagi negeri.
“Dengan semangat dan tekad yang sama, kita yakin bahwa generasi muda Kota Metro siap mengambil peran lebih besar dalam menjaga semangat nasionalisme dan persatuan bangsa,” tutup Bangkit.
(TRIBUNLAMPUNG.CO.ID/Fajar Ihwani Sidiq)