Alasan Kesehatan, Satu Calon Jemaah Haji Bangka Selatan Batal Diberangkatkan ke Makkah
Hendra May 03, 2026 03:03 PM

BANGKAPOS.COM, BANGKA – Satu calon jemaah haji asal Kabupaten Bangka Selatan, Kepulauan Bangka Belitung terpaksa menunda keberangkatannya ke Tanah Suci pada musim haji 2026 ini.

Penundaan ini terjadi di tengah proses pemberangkatan jemaah yang telah berjalan sesuai jadwal yang ditetapkan. Keputusan tersebut diambil berdasarkan pertimbangan medis terkait kelayakan jemaah dalam menjalankan ibadah haji.

Hingga saat ini, penundaan hanya terjadi pada satu orang jemaah dari total 158 orang calon yang akan berangkat.

Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Bangka Selatan, Agus Sadimin, bilang bahwa jemaah yang menunda keberangkatan bernama Agustian Setun Karim berusia 74 tahun.

Ia merupakan warga Kecamatan Airgegas yang semula dijadwalkan berangkat bersama rombongan yang tergabung dalam kloter sembilan pada hari ini. Namun, kondisi kesehatannya tidak memungkinkan untuk mengikuti perjalanan dan rangkaian ibadah di Tanah Suci.

“Untuk sampai saat ini jemaah haji asal Kabupaten Bangka Selatan yang menunda keberangkatan itu ada satu orang,” ujar dia kepada Bangkpos.com, Minggu (3/5/2026).

Menurut Agus Sadimin, keputusan penundaan keberangkatan sepenuhnya didasarkan pada rekomendasi tim medis yang melakukan pemeriksaan kesehatan terhadap calon jemaah. Penilaian tersebut mencakup aspek kemampuan fisik dan istitha'ah yang menjadi syarat utama dalam pelaksanaan ibadah haji. Oleh karena itu, keselamatan jemaah menjadi prioritas utama dalam pengambilan keputusan.

Ia menjelaskan bahwa kuota jemaah yang ditunda tersebut tidak dapat dialihkan atau dilimpahkan kepada calon jemaah lain. Hal ini disebabkan proses pemberangkatan sudah dimulai sehingga mekanisme pelimpahan tidak dapat dilakukan pada tahap ini. Dengan demikian, kuota tersebut untuk sementara waktu tetap kosong hingga proses selanjutnya.

“Tidak bisa dilimpahkan karena saat ini sudah mulai pemberangkatan,” jelas Agus Sadimin.

Lebih lanjut, Agus Sadimin mengatakan bahwa pemerintah akan menunda keberangkatan jemaah tersebut hingga kondisi kesehatannya memungkinkan. Jika pada tahun berikutnya jemaah dinyatakan layak, maka akan diberangkatkan sesuai prosedur yang berlaku. Kebijakan ini merupakan bagian dari mekanisme yang telah diatur dalam penyelenggaraan ibadah haji.

Penundaan ini menjadi perhatian karena menyangkut kesiapan fisik jemaah dalam menjalankan ibadah haji yang membutuhkan kondisi tubuh prima. Pemeriksaan kesehatan menjadi salah satu tahapan penting sebelum keberangkatan untuk memastikan keselamatan selama di Tanah Suci. Pemerintah juga terus berkoordinasi dengan tim medis dalam menentukan kelayakan setiap calon jemaah.

“Semua keputusan terkait kesehatan jemaah mengacu pada hasil pemeriksaan medis yang dilakukan,” katanya.

Meski terdapat satu jemaah yang menunda keberangkatan, proses pemberangkatan jemaah haji asal Kabupaten Bangka Selatan secara keseluruhan tetap berjalan sesuai jadwal. Pemerintah daerah bersama instansi terkait memastikan seluruh tahapan keberangkatan berjalan lancar. Pendampingan dan pelayanan juga tetap diberikan kepada seluruh jemaah yang berangkat.

158 Orang Calon Jemaah Diberangkatkan Dua Kloter

Total ada 158 orang calon jemaah haji asal Kabupaten Bangka Selatan yang akan berangkat tahun ini. Pada tahap awal pemerintah daerah resmi melepas keberangkatan 37 orang jemaah calon haji tahun 2026 yang tergabung dalam kelompok terbang delapan yang diberangkatkan ke asrama haji antara Provinsi Kepulauan Bangka Belitung pada Jumat, 1 Mei 2026 kemarin.

Pelepasan dilakukan dengan mempertimbangkan kesiapan layanan, logistik, serta pendampingan jemaah selama proses ibadah di Tanah Suci. Rombongan terdiri dari 18 laki-laki dan 19 perempuan

Mayoritas jemaah yang diberangkatkan berasal dari Kecamatan Toboali sebanyak 24 orang yang terdiri dari laki-laki dan perempuan. Selain itu terdapat satu jemaah perempuan dari Kecamatan Airgegas yang turut bergabung dalam kloter ini. Sementara itu sisa jemaah calon haji lainnya akan diberangkatkan pada kelompok terbang berikutnya.

Kloter sembilan dijadwalkan berangkat pada hari ini Minggu, 3 Mei 2026 hari ini dengan jumlah 121 jemaah dengan rincian 55 laki-laki dan 66 perempuan. Didominasi oleh Kecamatan Airgegas sebanyak 66 orang dengan 31 laki-laki dan 35 orang perempuan. Disusul Kecamatan Toboali sebanyak 19 orang, 10 laki-laki dan sembilan perempuan. Kecamatan Tukak Sadai sebanyak 17 orang, enam laki-laki dan 11 orang perempuan.

Selain itu, Kecamatan Payung mengirimkan delapan orang, empat laki-laki dan perempuan. Kecamatan Simpang Rimba tujuh orang, tiga laki-laki dan empat perempuan. Serta Kecamatan Lepar empat orang, dua laki-laki dan perempuan. Pemberangkatan dipusatkan dengan titik kumpul di Masjid Agung Pemerintah Kabupaten Bangka Selatan.

“Namun dengan adanya satu orang jemaah yang ditunda keberangkatannya, jadi hanya 120 orang yang diberangkatkan ke asrama haji antara hari ini,” sebutnya.

Kendati begitu kata Agus Sadimin, terdapat calon jemaah tertua dan termuda yang menjadi perhatian. Untuk jemaah tertua perempuan adalah Siami berusia 84 tahun, warga Desa Tukak, Kecamatan Tukak Sadai, yang masuk dalam kuota lansia.

Sementara jemaah tertua laki-laki adalah Ambo Sengseng berusia 79 tahun, warga Dusun Limus, Desa Serdang, Kecamatan Toboali.

Jemaah termuda perempuan adalah Khoiriah berusia 18 tahun, warga Desa Nyelanding yang berangkat melalui kuota penggabungan mahram anak. Untuk jemaah termuda laki-laki adalah Muhammad Iqbal berusia 24 tahun, warga Desa Paku, Kecamatan Payung.

“Calon jemaah ini berangkat melalui kuota pelimpahan porsi dari orangtua yang telah meninggal dunia,” pungkas Agus Sadimin. (Bangkapos,.com/Cepi Marlianto)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.