TRIBUNPALU.COM, PALU – Kota Palu mencatat kondisi produksi telur yang berada dalam status surplus, sehingga mampu memenuhi kebutuhan puluhan dapur layanan pangan di daerah tersebut.
Pemerintah Kota Palu menyebutkan bahwa produksi telur lokal saat ini dapat mencukupi kebutuhan sekitar 34 hingga 35 dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang telah beroperasi.
Baca juga: Produksi Telur Surplus di Palu, Mampu Penuhi Kebutuhan 35 Dapur SPPG
Kondisi ini menunjukkan bahwa sektor peternakan ayam petelur di Kota Palu memiliki peran penting dalam menjaga stabilitas pasokan pangan, khususnya untuk mendukung program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Wakil Wali Kota Palu, Imelda Liliana Muhidin, menyampaikan bahwa ketersediaan telur yang melimpah menjadi bukti bahwa produksi lokal mampu menopang kebutuhan pangan masyarakat tanpa harus bergantung dari luar daerah.
Selain itu, keberadaan sentra peternakan di sejumlah wilayah turut memperkuat rantai pasok pangan, sehingga distribusi kebutuhan dapur SPPG dapat berjalan lancar.
Pemerintah kota juga terus mendorong penguatan sektor peternakan dan pertanian lokal agar ketahanan pangan di Kota Palu tetap terjaga dan berkelanjutan.
Dengan kondisi surplus ini, diharapkan kesejahteraan peternak meningkat sekaligus
Baca juga: Sri Indraningsih Lalusu Peringati May Day 2026 Bersama Buruh Pelabuhan Salakan
memperkuat posisi Kota Palu sebagai daerah yang mandiri dalam penyediaan bahan pangan, khususnya telur.(*)