Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, kembali mengancam Iran dengan menyatakan, ia bisa saja melakukan aksi militer baru terhadap Iran.
Menurutnya, serangan bisa terjadi jika Iran melakukan tindakan yang dianggap berbahaya.
Dilansir dari reuters.com, pernyataan tersebut disampaikan Trump saat menjawab pertanyaan wartawan pada Sabtu (2/5).
“Jika mereka berperilaku buruk atau melakukan sesuatu yang buruk, itu bisa saja terjadi,” kata Trump.
Kendati mengancam keras, Trump menegaskan saat ini ia masih akan melihat perkembangan situasi.
Di sisi lain, pemerintah Amerika Serikat dan Iran masih saling bertukar rancangan perjanjian untuk mengakhiri konflik yang sedang berlangsung.
Namun, di tengah upaya diplomasi tersebut, Trump juga disebut sedang mempertimbangkan opsi aksi militer.
Hal ini dimaksudkan sebagai langkah untuk memecah kebuntuan negosiasi.
Dilaporkan, kondisi ini menunjukkan bahwa hubungan antara kedua negara masih tegang, meskipun jalur diplomasi tetap berjalan.
Diketahui sebelumnya, Trump pada Jumat (1/5) menegaskan, tidak puas dengan proposal Iran.
Kendati demikian, ia menyampaikan, tetap akan meninjaunya selama penerbangan.
"Saya sedang mempelajarinya. Nanti saya beri tahu," ujar Trump.
"Mereka sudah memberi tahu saya tentang konsep kesepakatannya. Sekarang mereka akan memberikan kata-kata pastinya," lanjut dia.
Saat ditemui wartawan, Trump juga menegaskan, Iran belum membayar harga yang cukup mahal atas apa yang telah mereka lakukan terhadap umat manusia, dan dunia, selama 47 tahun terakhir.