TRIBUNMATARAMAN.COM, TRENGGALEK - Kendati kontestasi pemilihan kepala (Pilkada) masih beberapa tahun lagi, DPC PDIP Trenggalek tengah menyiapkan kader-kader potensial menyongsong 2029 mendatang.
Hal itu diungkapkan oleh Sekretaris DPC PDIP Trenggalek, Doding Rahmadi menjelaskan partai berlambang banteng ini sudah mempunyai Kader-kader potensial. Namun ia enggan menyebutkan langsung nama-nama yang akan meramaikan bursa Pilkada 2029.
"Tentunya kita ada. Kami memiliki banyak kader, bukan hanya di DPR tetapi juga di struktur partai. Namun perihal nama, tunggu dulu sebelum 2029 baru kita atur strateginya," terang Doding Rahmadi kepada Tribunmataraman.com, Minggu (3/5/2026).
Doding mengaku adanya perubahan peraturan soal ambang batas pencalonan kepala daerah oleh Mahkamah Konstitusi (MK) yang menurunkan syarat dari 20 persen menjadi 4 persen diyakini bisa membuka peluang lebih besar bagi partainya mengusung calon sendiri.
Dirinya mencontohkan saat Pilkada 2024 silam, PDIP Trenggalek bisa merumuskan strategi, alhasil tidak memiliki lawan. Melalui aturan baru dari MK, pihaknya yakin partainya akan semakin mantap menghadapi kontestasi mendatang.
Baca juga: Persik Kediri Menangi Derby Jatim, Marcos Reina Torres Puji Performa Pemain Macan Puth
Sementara untuk di legislatif, pria yang juga sebagai Barisan Ansor Serbaguna (Banser) Trenggalek ini memiliki target tersendiri.
Apabila tahun ini hanya bisa meraih 13 kursi. Periode mendatang bisa bertambah 2 sampai 3 kursi.
"Mudahan-mudahan kita bisa naik menjadi 15 sampai 16 kursi. Akan tetapi jika nanti masih tetap melihat situasi dan kondisi, bisa saja targetnya kita tingkatkan," imbuhnya.
Ditanya soal strategi saat ini, ia mengungkapkan belum bisa memberikan bocoran. Yang pasti per hari ini sedikit banyak sudah mulai menyiapkan strategi politik.
Yaitu salah satunya, PDIP Trenggalek lebih fokus pada kerja-kerja nyata di masyarakat.
Menurutnya, hasil politik akan ditentukan dari kinerja satu tahun menjelang pemilu.
"Makanya kader diminta aktif turun ke lapangan, termasuk mengawal persoalan sosial seperti kemiskinan," ujarnya.
Dikatakannya, satu yang menjadi atensi Doding yaitu penonaktifan Kartu Indonesia Sehat (KIS) PBI-JK bagi masyarakat kurang mampu.
Doding menambahkan berusaha semaksimal mungkin dengan meminta kader PDIP Trenggalek guna melakukan pencatatan. Termasuk juga turut serta membantu koordinasi supaya warga kembali mendapatkan layanan.
"Kami fokus mengabdi dulu. Nanti satu tahun sebelum pemilu baru kita hitung strategi yang dilakukan untuk 2029," ulasnya.
Disinggung antisipasi skema pemilihan tidak langsung, ia mengaku segala dinamika kemungkinan perubahan sistem pemilihan kepala daerah bisa berubah.
Akan tetapi, ia optimis bahwa PDIP di bawah kepemimpinan Megawati Soekarnoputri siap beradaptasi.
Menurutnya, jika skema tersebut diterapkan, partai akan menjalin kerja sama dengan partai lain untuk memenuhi syarat kuorum di DPRD.
"Apabila tidak langsung, ya kita kerja sama dengan partai lain. Tapi itu nanti melihat hasil Pemilu 2029, karena komposisinya bisa berubah," tandasnya.
(Madchan Jazuli/TribunMataraman.com)