Pembangunan Pastori I GPM Imanuel Karang Panjang Dimulai, Dorong Penguatan Pelayanan Jemaat
Mesya Marasabessy May 03, 2026 10:52 PM

Laporan Wartawan TribunAmbon.com, Maula M Pelu

AMBON, TRIBUNAMBON.COM- Pembangunan Pastori I Jemaat GPM Imanuel Karang Panjang resmi dimulai dengan proses peletakan batu penjuru, berlangsung dalam suasana khidmat pada Minggu (3/5/2026).

Momen itu menjadi penanda dimulainya penguatan infrastruktur pelayanan gereja sekaligus wujud kebersamaan jemaat dalam membangun kehidupan. 

Proses tersebut dihadiri Gubernur Maluku, Hendrik Lewerissa, bersama istrinya Maya Baby Lewerissa selaku Ketua TP-PKK Maluku, Walikota Ambon, Bodewin Wattimena, Ketua DPRD Kota Ambon, Morits Tamaela, serta jajaran pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD). 

Kehadiran pemerintah daerah menjadi dukungan moral bagi Jamaat dalam memulai pembangunan yang dinilai strategis bagi pelayanan gereja ke depannya.

Dalam kesempatan tersebut, Gubernur Maluku dan Walikota Ambon turut ambil bagian dalam prosesi peletakan batu penjuru pembangunan Pastori I.

Pembangunan Pastori I tidak hanya dipandang sebagai proyek fisik, tetapi juga sebagai bagian dari upaya memperkuat fungsi pelayanan gereja di tengah masyarakat. 

Gubernur dalam sambutannya menekankan bahwa pembangunan Pastori I membutuhkan etos kerja, kebersamaan, dan komitmen yang kuat dari seluruh jemaat. 

Pernyataan ini tentu menjadi dasar penting dalam mendorong partisipasi aktif masyarakat gereja dalam menyukseskan pembangunan. 

“Di tengah kondisi saat ini, membangun bukan perkara mudah. Karena itu dibutuhkan semangat, kerja bersama, dan komitmen seluruh jemaat,” ujarnya.

Baca juga: Vonis Ringan, Uang Pengganti Membengkak: Kasus PT Tanimbar Energi Disorot

Baca juga: Cek Jadwal Kapal Cantika Lestari dari Pelabuhan Slamet Riyadi Ambon Dalam Sepekan, 4–10 Mei 2026

Ia juga menyinggung dari sisi pembangunan, kebutuhan pendanaan menjadi salah satu aspek penting. 

Meski demikian, Gubernur Maluku mengingatkan agar proses pengumpulan dana tetap dilakukan dengan mengedepankan nilai-nilai pelayanan dan kebersamaan, sehingga pembangunan tidak berhasil secara fisik tetapi juga memperkuat spiritual Jamaat. 

Lebih lanjut, peletakan batu penjuru bukan sekadar simbol dimulainya pembangunan fisik, tetapi juga menjadi tanda dimulainya penguatan pelayanan gereja bagi jemaat.

Hendrik Lewerissa menegaskan bahwa fungsi pastori nantinya tidak hanya sebagai tempat tinggal pendeta, melainkan juga sebagai pusat pelayanan pastoral, ruang konseling, hingga pembinaan jemaat. 

Sebab Pembangunan Pastori dinilai relevan dengan kebutuhan pelayanan di era modern saat ini. Ditengah perkembangan teknologi digital dan kecerdasan buatan (AI), kehadiran ruang pelayanan langsung seperti Pastori  tetap menjadi kebutuhan penting dalam memberikan pendampingan spiritual yang tidak tergantikan. 

Dengan dimulainya pembangunan ini, tentu diharapkan fasilitas pelayanan yang lebih representatif, sekaligus memperkuat peran gereja sebagai pusat pembinaan umat dan pembangunan karakter masyarakat. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.