TRIBUN-TIMUR.COM - Laga pekan ke-31 Super League 2025/2026 mempertemukan PSM Makassar kontra Bhayangkara FC di Stadion Gelora BJ Habibie, Senin (4/5/2026) sore.
Pertandingan ini menjadi krusial bagi kedua tim yang tengah mengejar target masing-masing.
PSM mengejar kemenangan demi menjauh dari zona degradasi.
Asisten pelatih PSM Makassar, Ahmad Amiruddin, menegaskan timnya tetap menargetkan tiga poin meski kondisi skuad belum sepenuhnya ideal.
Ia menyebut beberapa pemain absen karena akumulasi kartu dan baru pulih dari cedera.
Baca juga: Badik Petarung untuk PSM, Diterima Coach Amir dari Suporter: Siri na Pacce
Namun, kepercayaan tetap diberikan kepada pemain yang tersedia.
“Persiapan cukup baik meski belum ideal. Kami percaya pada pemain yang akan tampil,” ujarnya.
Amiruddin juga optimistis motivasi pemain tetap terjaga, meski laga digelar tanpa kehadiran suporter di stadion.
PSM bertekad meraih kemenangan demi memperbaiki posisi di klasemen sekaligus menjauh dari zona degradasi.
Dengan kondisi Bhayangkara FC yang pincang tanpa Sidibe, PSM Makassar melihat peluang untuk mengamankan tiga poin di kandang sendiri.
BFC Tanpa Sidibe
Sementara itu, Bhayangkara FC dipastikan tampil tanpa striker andalan, Moussa Sidibe, yang absen akibat akumulasi kartu kuning.
Kehilangan pemain asal Mali tersebut menjadi pukulan bagi The Guardian, mengingat kontribusinya yang impresif sejak bergabung di pertengahan musim.
Dari 13 laga terakhir, Sidibe mencatatkan 12 gol dan enam assist, menjadikannya motor serangan utama Bhayangkara FC.
Pelatih Bhayangkara FC, Paul Munster, mengakui absennya Sidibe membuat timnya tidak dalam kekuatan penuh.
Namun, ia menilai kondisi tersebut sebagai peluang bagi pemain lain untuk tampil.
“Sidibe pemain penting bagi kami, tapi ini sepak bola. Pemain lain harus maju dan menunjukkan kemampuan mereka,” ujarnya.
Meski tanpa Sidibe, Bhayangkara FC tetap memiliki sejumlah opsi di lini depan seperti Privat Mbarga, Ilija Spasojevic, Dendy Sulistyawan, hingga Henri Doumbia yang siap mengancam pertahanan PSM.
Selain kehilangan pemain kunci, Bhayangkara FC juga menghadapi jadwal padat.
Mereka hanya memiliki waktu pemulihan tiga hari setelah laga melawan Persib Bandung sebelum bertandang ke Parepare.
Munster menilai jadwal tersebut cukup berat dan berpotensi memengaruhi kondisi fisik pemain.
“Waktu pemulihan sangat buruk. Ini tidak ideal bagi tim,” keluhnya.
Meski demikian, Bhayangkara FC tetap percaya diri bisa mencuri poin.
Kiper Aqil Savik menegaskan timnya siap menghadapi tekanan.
“Jika semua menjalankan tugasnya, kami optimistis bisa meraih hasil maksimal,” katanya.(*)