TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, KUBURAYA – Peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2026 dimaknai berbeda oleh PT Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan.
Melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) bertajuk Taman Emas Pertamina, perusahaan energi ini menghadirkan ruang belajar alternatif bagi anak-anak desa dengan pendekatan yang lebih kreatif dan menyenangkan.
Program yang dijalankan oleh Aviation Fuel Terminal (AFT) Supadio ini menyasar anak usia 5 hingga 18 tahun di Desa Limbung dan Desa Punggur Kecil, Kabupaten Kubu Raya.
Kehadiran Taman Emas menjadi jawaban atas tantangan rendahnya minat literasi serta terbatasnya akses pendidikan berkualitas di wilayah tersebut.
Sejak diluncurkan pada 2022, program ini telah menjangkau sekitar 150 anak. Tak sekadar meningkatkan kemampuan akademik, Taman Emas juga dirancang untuk membentuk karakter, kreativitas, hingga kepedulian sosial dan lingkungan.
Berbagai kegiatan inovatif dihadirkan, mulai dari Kampung Literasi melalui bimbingan belajar, Green Literation yang mengajarkan kesadaran lingkungan, Emaspreneur Project untuk menumbuhkan jiwa kewirausahaan, hingga pelatihan bagi relawan pengajar.
Baca juga: Pemkab Kubu Raya Atensi Jalan Ujung Pandang 2, Target Perbaikan Tahun Ini
Menariknya, program ini turut melibatkan pemuda dan mahasiswa setempat sebagai relawan. Pendekatan ini tidak hanya memperkuat proses pembelajaran, tetapi juga menciptakan ekosistem pendidikan berbasis komunitas yang berkelanjutan.
Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan, Edi Mangun, menegaskan bahwa pendidikan menjadi fondasi utama dalam membangun masa depan.
“Momentum Hari Pendidikan Nasional menjadi pengingat bahwa akses pendidikan berkualitas harus dirasakan secara merata. Melalui Taman Emas, kami ingin menghadirkan ruang belajar yang tidak hanya meningkatkan literasi, tetapi juga membangun karakter dan kemandirian generasi muda,” ujarnya, Minggu 3 Mei2026.
Menurutnya, keberhasilan program ini tidak lepas dari kolaborasi antara perusahaan, masyarakat, dan relawan yang terlibat aktif dalam proses pembelajaran.
Dengan semangat kolaboratif tersebut, Pertamina berharap Taman Emas dapat terus berkembang dan menjadi model pemberdayaan pendidikan berbasis desa, sekaligus melahirkan generasi muda yang cerdas, mandiri, dan berdaya saing di masa depan. (*)
!!!Membaca Bagi Pikiran Seperti Olahraga Bagi Tubuh!!!