TRIBUNNEWS.COM - Seorang asisten rumah tangga (ART) akhirnya mengungkap dugaan kekerasan yang dilakukan oleh Rien Wartian Trigina, mantan istri Andre Taulany.
Semua berawal dari laporan yang diajukan oleh seorang perempuan berinisial H.
Ia melangkah maju untuk mencari keadilan atas apa yang dialaminya.
Peristiwa itu dilaporkan terjadi pada Rabu dini hari, 29 April 2026.
Seiring berjalannya waktu, detail demi detail mulai terungkap dan menjadi perhatian publik.
Sang ART membongkar perlakuan yang diduga ia terima saat bekerja di rumah tersebut.
Ia mengaku mengalami kekerasan fisik hingga meminta bantuan kepada rekannya.
"Kemarin itu kan jam 3 sore tuh, saya ditelepon kan, dia bilang gini 'Halo, kak', katanya 'Apa?' 'Tolongin saya'."
"'Dipukul apanya?' 'Kepala saya dipukul pakai sapu'," bebernya, dikutip dari YouTube Cumicumi, Kamis (30/4/2026).
Baca juga: Kronologi ART Diduga Dianiaya oleh Mantan Istri Andre Taulany: Dipukul Sapu, Ditendang, HP Dibanting
Pengakuan itu sempat dipertanyakan oleh rekannya terkait penyebab kejadian.
Namun, ART tersebut mengaku tidak melakukan kesalahan serius.
"Terus saya bilang 'Bikin salah apa neng?' Katanya 'Enggak bikin salah'," kata Nia Damanik.
"'Entah cuman gara-gara telat nutup jendela' katanya," sambungnya.
Di sisi lain, Nia mengaku sempat menghubungi Andre Taulany terkait laporan tersebut.
Namun, Andre menyatakan tidak ingin ikut campur dalam urusan mantan istrinya.
"Sebelum kita datang kan kita telepon Pak Andre dulu. Nah, kata Pak Andre, 'saya sudah enggak ada hubungan untuk ke sana'," ujar Nia.
"'Kalau terjadi, ada bukti, ada ini, lapor aja ke polisi'. Datang baik-baik saya sama suami saya ke sananya," lanjutnya.
Saat mencoba menjemput ART tersebut, Nia mengaku diusir oleh pihak keamanan rumah dan diminta melapor ke polisi terlebih dahulu.
"Terus kita diusir nih sama security. Saya bilang, 'Pak, kan kita ini sesuai yang dibilang. Kita baik-baik loh datang'," kata Nia.
"Terus dibilang gini, 'Kalau mau ketemu saya, lapor dulu sama polisi', katanya. Terus ya udah kita turutin ya," sambungnya.
Kasus ini semakin berkembang setelah viral di media sosial. Pihak Erin pun memberikan bantahan atas tuduhan yang beredar dan mengaku memiliki bukti kuat.
"Saya sudah mengetahui apa yang dilaporkan oleh penyalurnya itu dan saya punya bukti bukti semuanya, saya akan melaporkan balik," ucap Erin.
Kuasa hukum Erin, Siti Hajar, menyatakan pihaknya telah melaporkan balik atas dugaan pencemaran nama baik.
"Kita melaporkan karena adanya pencemaran nama baik dan fitnah dari klien kami yang mana dalam hal ini Mbak Erin," ujarnya.
"Dia dikatakan sebagai orang yang melakukan penganiayaan kekerasan, padahal tidak benar itu semua."
"Karena sesungguhnya justru menjadi korban dari fitnah dan pencemaran nama baik yang dilakukan dalam hal ini diduga oleh penyalurnya yang menurut cerita adalah disampaikan oleh ART-nya," lanjutnya.
Sementara itu, Andre Taulany memilih tidak banyak berkomentar terkait kasus tersebut.
Ia juga mengaku sudah tidak tinggal bersama mantan istrinya sehingga tidak mengetahui kondisi di rumah.
"Enggak tahu, saya enggak tahu. Karena kan saya udah enggak di rumah sama mereka, karena udah somasi jadi saya enggak tahu," ujarnya.
Meski demikian, Andre membenarkan dirinya masih membayar gaji ART melalui mantan istrinya.
"Iya, saya kalau ART memang saya yang bayar. Tapi kan saya transfer ke beliau gitu, nanti beliau yang menyampaikan ke masing-masing ART," jelasnya.
Terkait proses hukum yang berjalan, Andre berharap permasalahan tersebut dapat segera diselesaikan.
"Ya, saya juga belum tahu seperti apa tindak lanjutnya, prosesnya juga sampai mana saya belum tahu. Ya, mudah-mudahan bisa cepat selesai dengan baik," tandasnya.
Kasus ini kini masih bergulir dan menjadi perhatian publik, dengan kedua pihak sama-sama melaporkan ke polisi serta menyampaikan versi masing-masing.