SURYAMALANG.COM, MALANG - Kekecewaan mendalam menyelimuti publik Malang, setelah Arema FC menelan kekalahan 2-3 dari Persik Kediri, dalam laga Derbi Jatim Super League 2025-2026 di Stadion Gelora Joko Samudro, Gresik, Minggu (3/5/2026).
Hasil minor yang disebabkan oleh rapuhnya lini pertahanan ini, memicu aksi protes keras Aremania yang menggeruduk kantor Arema FC, dengan melakukan aksi bakar ban, dan penempelan poster tuntutan evaluasi total.
Menanggapi situasi yang memanas, manajemen Arema FC menyatakan menerima aspirasi suporter, dan berkomitmen melakukan perombakan tim demi memperbaiki performa di sisa musim
Berikut ulasan selengkapnya:
Aksi protes Aremania terjadi tidak lama setelah Singo Edan kalah telak, di mana menurut kesaksian warga sekitar, massa sudah mulai berdatangan pada Minggu, sekitar pukul 19.30 WIB.
Kedatangan Aremania yang menggeruduk kantor Arema FC tersebut diiringi dengan aksi bakar-bakar di jalan raya serta penempelan poster bernada protes di kaca depan Arema FC Official Store.
Poster tersebut bergambar pemain Anwar Rifai dan pelatih Marcos Santos.
Baca juga: Aremania Harus Tahu, Ini Kata-kata Marcos Santos Seusai Arema FC Dibungkam Persik Kediri 3-2
"Kami kecewa berat. Arema mainnya jelek. Intinya manajemen dan pelatih harus tanggung jawab atas kekalahan ini. Lawan rival harusnya menang," ungkap salah seorang Aremania yang enggan disebutkan namanya.
Kejadian ini sempat menyebabkan kemacetan di Jalan Mayjen Panjaitan, Kota Malang, hingga arus lalu lintas dialihkan.
Meski sisa-sisa benda terbakar masih terlihat di halaman kantor, situasi dinyatakan kondusif sejak pukul 21.30 WIB setelah massa meninggalkan lokasi.
Aksi serupa sebelumnya juga pernah terjadi pada Selasa (28/4/2026) saat kalah dari Persebaya, namun kali ini eskalasi protes meningkat dengan adanya aksi pembakaran.
Menanggapi aksi tersebut, Manager Bisnis Arema FC, Munif Bagaskara Wakid, menyatakan pihak manajemen menerima dan memahami aspirasi suporter.
"Intinya kami mendengar aspirasi dari teman-teman, menyampaikan keluh kesahnya, kecewanya Aremania di kantor kita. Sebagai perwakilan manajemen, saya hadapi," kata Munif.
Munif menilai, aksi suporter sebagai bentuk kepedulian dan hak bagi mereka yang telah meluangkan materi, moral, waktu, serta tenaga.
"Jadi layak menyuarakan apa yang mereka rasakan. Kami dari manajemen juga menyadari hal itu dan meminta maaf," ungkapnya.
Baca juga: Persik Kediri Tumbangkan Arema FC 3-2, Marcos Reina Torres Puji Kinerja Pasukan Macan Putih
Mengenai aksi pembakaran, Munif memperkirakan benda yang dibakar adalah ban sebagai pelampiasan emosi.
"Kayaknya yang dibakar ban, tapi enggak apa-apa, ya wajarlah meluapkan emosi. Tidak ada kerusakan apa pun," jelasnya.
Munif memastikan aksi berlangsung kondusif tanpa kerugian fisik bagi klub.
Ke depan, manajemen berjanji segera melakukan evaluasi mendalam, yang sebenarnya sudah mulai dilakukan sejak usai pertandingan.
Tuntutan utama Aremania adalah perombakan tim karena performa pemain dinilai kurang semangat.
"Ya evaluasi. Evaluasi perombakan tim, mainnya kurang semangat. Silakan berkeluh kesah, berhak marah. Tapi tetap mendukung klub ini dengan cara yang baik dan benar. Kami juga wajib untuk berbenah," tandas Munif.
Kekalahan 3-2 atas Persik Kediri di Stadion Gelora Joko Samudro, Gresik, tidak terlepas dari lini belakang yang kurang solid.
Laga baru berjalan delapan menit, Ernesto Gomes sudah membobol gawang Lucas Frigeri melalui umpan cut back.
Petaka berlanjut akibat dua kesalahan fatal; pada menit ke-28, sapuan Anwar Rifai diblok hingga bola direbut Castanheira untuk mencetak gol kedua.
Lalu pada menit ke-43, Ernesto Gomes kembali mencetak gol setelah memenangkan adu sprint dan mengelabui Anwar Rifai. Skor 3-0 bertahan hingga turun minum.
Pelatih Arema FC, Marcos Santos, dilaporkan mengamuk saat jeda babak pertama setelah melihat timnya tertinggal jauh.
"Waktu jeda babak kedua coach marah. Dia kalau nggak marah kita pasti malu hari ini juga. Jadi dari situ mungkin motivasi untuk coba cari tiga gol di babak kedua," kata Claudio de Jesus yang menerjemahkan instruksi Marcos Santos.
Arema FC memang bangkit di babak kedua melalui gol Dalberto (89') dan sundulan Walisson Maia (90'), namun skor akhir tetap 3-2 untuk kemenangan Persik.
Marcos Santos mengingatkan para pemain agar tetap fokus dan tidak terlena meski secara peringkat berada di kategori aman.
"Perolehan poin memang menempatkan kami pada posisi yang nyaman, dan itu juga membuat kami mungkin lebih santai dalam dua pertandingan tersebut. Dan itu tidak bagus, saya tidak menyukainya," tegas Marcos.
Marcos menekankan pentingnya memaksimalkan tiga pertandingan sisa.
Senada dengan pelatih, Walisson Maia yang baru kembali debut setelah cedera panjang merasa tiga gol Persik di babak pertama seharusnya bisa diantisipasi.
Baca juga: Misi Persik Kediri Jamu Arema FC Lewat Modal Kalah Tipis dari Borneo FC, Marcos Reina: Pantas Menang
"Babak pertama kami jauh di bawah kemampuan kami. Kami kebobolan tiga gol, gol-gol yang menurut saya seharusnya bisa kami hindari," ungkap pemain berusia 34 tahun tersebut.
Walisson meminta rekan-rekan setimnya untuk tetap menegakkan kepala dan belajar dari kesalahan.
"Sekarang kami harus mengangkat kepala, melupakan pertandingan ini, melihat kesalahan kami, dan mencoba berlatih minggu ini untuk fokus pada pertandingan berikutnya," pungkasnya.