TRIBUN-MEDAN.COM, SAMOSIR-Warga dari tiga desa di Kenegerian Buhit, Kecamatan Pangururan, Kabupaten Samosir, berkumpul di Desa Sianting-anting, Minggu (3/5/2026), untuk menerima bantuan benih jagung super P32 Singa yang dibagikan DPD PDI Perjuangan Sumatera Utara.
Ketua DPD PDIP Sumut yang juga anggota Komisi XIII DPR RI, Rapidin Simbolon, hadir langsung bersama anggota DPRD Sumut Fraksi PDIP, Sorta Ertaty Siahaan.
Bantuan benih itu diberikan kepada warga Desa Pardugul, Parlondut, dan Sianting-anting, masing-masing sebanyak setengah kilogram per kepala keluarga.
Di tengah kekhawatiran atas tekanan ekonomi global yang berimbas hingga ke tingkat rumah tangga, bantuan benih dinilai sebagai langkah sederhana namun relevan untuk memperkuat ketahanan pangan keluarga.
Harga kebutuhan pokok yang fluktuatif, ancaman pelemahan daya beli, hingga ketidakpastian ekonomi global membuat banyak keluarga di pedesaan kembali mengandalkan sektor pertanian sebagai bantalan ekonomi.
Perwakilan tokoh masyarakat tiga desa, Jalamar Sitanggang, mengatakan warga menyambut baik bantuan tersebut karena dinilai menyentuh kebutuhan riil masyarakat.
“Setelah bapak Rapidin duduk di DPR RI, kami salut karena tetap hadir dan tidak melupakan masyarakat Buhit,” ujar Jalamar.
Menurut dia, bagi masyarakat desa, bantuan produktif seperti benih memiliki manfaat jangka panjang karena tidak berhenti pada bantuan konsumtif, tetapi dapat menghasilkan pangan sekaligus tambahan pendapatan.
Sorta Ertaty menjelaskan pembagian benih sebelumnya sempat ditunda menyesuaikan kondisi musim.
“Awalnya sudah ingin diberikan, tetapi karena musim kemarau, kami tunda. Sekarang sudah masuk musim hujan, sehingga lebih tepat untuk ditanam,” kata Sorta.
Ia berharap warga menanam dan merawat benih dengan baik agar hasil panen optimal.
Rapidin Simbolon menegaskan bantuan tersebut bukan berasal dari anggaran pemerintah, melainkan inisiatif DPD PDIP Sumut sebagai bagian dari penguatan ekonomi masyarakat desa.
Menurut dia, penguatan sektor pangan di tingkat rumah tangga menjadi salah satu cara paling realistis menghadapi dampak krisis global.
“Bibit ini jangan diuangkan. Tanam dan rawat dengan baik. Saya akan ikut memantau sampai panen. Yang berhasil, akan kami beri bibit sepuluh kali lipat,” kata Rapidin.
Ia menilai, ketika keluarga mampu memenuhi sebagian kebutuhan pangan secara mandiri, tekanan ekonomi dapat lebih terkendali.
Dalam konteks itu, pertanian rumah tangga bukan hanya aktivitas produksi, tetapi juga berfungsi sebagai jaring pengaman sosial di tengah situasi ekonomi yang tidak menentu.
Sebagai dukungan lanjutan, Rapidin juga menyampaikan rencana penyediaan traktor bersama di Kabupaten Samosir tanpa sistem sewa untuk membantu petani menekan ongkos produksi.
“Ini bentuk motivasi agar petani tetap semangat mengolah lahan dan tidak meninggalkan sektor pertanian,” ujarnya.
Bagi warga Buhit, bantuan benih tersebut bukan sekadar agenda seremonial, melainkan bagian dari upaya memperkuat daya tahan desa dimulai dari lahan, hasil panen, dan kemampuan keluarga menjaga kebutuhan pangan di tengah tantangan ekonomi yang semakin kompleks.(Jun-tribun-medan.com).