Latihan Soal HOTS Sosiologi Kelas 11 SMA Materi Bab 2 Konflik Sosial
Siti Umnah May 04, 2026 09:27 AM

SRIPOKU.COM - Konflik sosial merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari dinamika interaksi manusia, yang lahir dari perbedaan kepentingan, nilai, maupun tujuan antarindividu atau kelompok.

Meskipun sering dianggap negatif, pemahaman mendalam mengenai akar konflik dapat menjadi pintu masuk bagi terciptanya perubahan sosial yang lebih adil dan konstruktif.

Baca juga: 50 Bank Soal ASAT Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Semester 2, Soal Terbaru Paling Dicari 2026

1. Sebuah perusahaan multinasional mengalami aksi mogok kerja dari ribuan buruhnya yang menuntut kenaikan upah sesuai standar biaya hidup terbaru. Jika dilihat dari kedudukan pihak yang bertikai, fenomena ini dikategorikan sebagai konflik...

A. Horizontal, karena sesama anggota perusahaan.

B. Vertikal, karena melibatkan pihak dengan tingkatan kekuasaan yang berbeda.

C. Diagonal, karena melibatkan pihak dari luar organisasi.

D. Konstruktif, karena pasti akan berakhir dengan kesejahteraan buruh.

E. Terbuka, karena diketahui oleh masyarakat luas melalui media massa.

Kunci Jawaban : B. Vertikal, karena melibatkan pihak dengan tingkatan kekuasaan yang berbeda.

2. Ketegangan antara dua kelompok masyarakat yang berbeda keyakinan di suatu daerah diselesaikan dengan mendatangkan tokoh masyarakat dari luar daerah yang bertindak sebagai fasilitator diskusi. Tokoh tersebut membantu memberikan saran tanpa memiliki hak untuk menentukan hasil akhir kesepakatan. Metode akomodasi ini disebut...

A. Arbitrase

B. Ajudikasi

C. Konsiliasi

D. Mediasi

E. Stalemate

Kunci Jawaban : D. Mediasi

3. Dahrendorf berpendapat bahwa konflik sosial tidak selalu berujung pada kerusakan, melainkan bisa menjadi motor perubahan sosial. Contoh fenomena yang mendukung pernyataan "konflik sebagai motor perubahan" adalah...

A. Kerusuhan massal yang menyebabkan fasilitas umum hancur total.

B. Perdebatan sengit antara pemerintah dan masyarakat yang menghasilkan kebijakan publik lebih inklusif.

C. Aksi pemboikotan produk luar negeri yang memicu krisis ekonomi nasional.

D. Terjadinya segregasi pemukiman berdasarkan kelas ekonomi di perkotaan.

E. Munculnya rasa trauma mendalam pada korban konflik etnis di daerah perbatasan.

Kunci Jawaban : B. Perdebatan sengit antara pemerintah dan masyarakat yang menghasilkan kebijakan publik lebih inklusif.

4. Dalam masyarakat multikultural, perbedaan latar belakang budaya seringkali memicu konflik. Namun, Lewis Coser menyatakan bahwa konflik dapat memperkuat solidaritas kelompok (in-group solidarity). Hal ini terjadi apabila...

A. Kelompok tersebut tidak lagi memiliki musuh bersama dari luar.

B. Terjadi pertukaran nilai secara damai antara dua kelompok yang bertikai.

C. Anggota kelompok merasa terancam oleh pihak luar sehingga mereka bersatu untuk bertahan.

D. Setiap individu dalam kelompok memiliki kepentingan pribadi yang berbeda-beda.

E. Pemerintah melarang segala bentuk perbedaan pendapat dalam masyarakat.

Kunci Jawaban : C. Anggota kelompok merasa terancam oleh pihak luar sehingga mereka bersatu untuk bertahan.

5. Perhatikan dampak konflik berikut: 

(1) Hancurnya harta benda; 
(2) Munculnya kompromi baru; 
(3) Perubahan kepribadian individu; 
(4) Retaknya persatuan kelompok; 
(5) Penyesuaian kembali norma-norma.

Manakah yang termasuk dampak negatif dari sebuah konflik sosial?

A. (1), (2), dan (3)

B. (1), (3), dan (4)

C. (2), (4), dan (5)

D. (3), (4), dan (5)

E. (1), (4), dan (5)

Kunci Jawaban : B. (1), (3), dan (4)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.