Pemicu Mantan Menantu Tega Bunuh Dumaris di Pekanbaru, 4 Tersangka Ternyata Positif Narkoba
Khistian Tauqid May 04, 2026 10:42 AM

TRIBUNBATAM.id - Polisi berhasil mengungkap kasus pembunuhan yang menewaskan Dumaris Isni Sitio (60), di Jalan Kurnia II, Kelurahan Limbungan Baru, Kecamatan Rumbai, Pekanbaru, Rabu (29/4/2026).

Dumaris dibunuh secara kejam oleh empat orang yang terdiri dari dua wanita dan dua pria.

Keempat pelaku kini sudah ditetapkan menjadi tersangka kasus perampokan disertai pembunuhan.

Paling menjadi sorotan tentu satu di antara empat pelaku yang ternyata mantan menantu korban bernama  Anisa Florensia boru Tumanggor alias AF.

Polisi akhirnya membeberkan motif AF tega menjadi dalang dari pembunuhan keji trrsebut.

Berdasarkan pemeriksaan awal, tersangka AF mengaku sempat terlibat konflik internal dengan keluarga korban saat masih tinggal bersama. 

Tepatnya ketika tersangka AF menikah dengan Arnold pada 2022.

Tersangka AF akhirnya meninggalkan rumah tersebut pada 2023.

Ternyata sakit hati AF berubah menjadi keinginan untuk menghabisi nyawa korban.

Setelah membunuh korban, tersangka AF juga terjerat kasus penyalahgunaan narkoba.

Menurut hasil tes urine, keempat tersangka positif menggunakan narkoba. 

Pihak kepolisian hingga kini masih melakukan pendalaman kasus perampokan saduis tersebut.

Hingga saat ini, pihak kepolisian masih melakukan pendalaman guna melengkapi berkas perkara serta menelusuri kemungkinan adanya keterlibatan pihak lainnya.

Mantan Menantu jadi Dalang Pembunuhan Lansia di Pekanbaru

Kasus perampokan dan pembunuhan yang menewaskan Dumaris (60) menunjukkan titik terang.

Polresta Pekanbaru menggelar ekspose kasus perampokan disertai pembunuhan terhadap seorang lansia bernama Dumaris di wilayah Rumbai, Minggu (3/5/2026).

Dalam pengungkapan tersebut, polisi menetapkan empat orang tersangka, yakni AF yang merupakan menantu korban sebagai otak pelaku, serta SL sebagai eksekutor.

Dua pelaku lainnya berinisial E dan L turut terlibat dalam aksi tersebut.

Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Riau, Kombes Pol Hasyim Risahondua didampingi Kabid Humas Polda Riau Kombes Pol Zahwani Pandra Arsyad dan Kapolresta Pekanbaru Kombes Muharman Arta, mengatakan awalnya para pelaku datang ke Pekanbaru dengan niat merampok, namun rencana tersebut berubah menjadi pembunuhan.

"Awalnya niat mereka ini ke Pekanbaru ingin merampok di rumah korban, namun berubah membunuh setelah sampai di Pekanbaru, bahkan ingin menghabisi semua yang ada di rumah," ujarnya.

PERAMPOKAN SADIS DI PEKANBARU - Rekaman CCTV yang menampilkan adegan pelaku menghajar korban hingga tewas menggunakan sepotong kayu.
PERAMPOKAN SADIS DI PEKANBARU - Rekaman CCTV yang menampilkan adegan pelaku menghajar korban hingga tewas menggunakan sepotong kayu. (Istimewa)

Baca juga: Kepribadian Nenek Dumaris sebelum Tewas Dibunuh 4 Orang di Pekanbaru, Terkenal Dermawan

Keempat pelaku diketahui telah berada di Pekanbaru sejak Sabtu (25/4/2026) dan menginap di sebuah hotel melati di Jalan Riau.

Di sana, mereka menyusun rencana yang semula hanya perampokan, namun berkembang menjadi rencana menghabisi seluruh penghuni rumah korban, termasuk Arnold, anak korban.

Beberapa hari sebelum kejadian, para pelaku juga sempat melakukan survei lokasi rumah korban.

Pada hari kejadian, AF menghubungi Arnold dan mengajaknya bertemu di sebuah ruko di Jalan Sudirman. Setelah itu, pelaku menuju rumah korban dan masuk ke dalam.

Sesampainya di rumah, AF bersama L sempat berinteraksi dengan korban.

"Sampai ke dalam rumah sempat salam korban dan cium tangan, dan ditanya mertuanya kok sudah lama tidak ke sini," ujar pelaku.

Saat suasana lengah, SL masuk ke rumah dengan berpura-pura menagih uang taksi online. 

Ia kemudian melakukan aksi kekerasan terhadap korban hingga meninggal dunia. 

Setelah itu, korban dipindahkan ke kamar mandi dan pelaku merusak CCTV di rumah tersebut.

Tidak lama kemudian, Arnold tiba di rumah. Namun ia tidak mengetahui kondisi ibunya karena dialihkan oleh AF dan L. 

Arnold kemudian diajak pergi ke wilayah Minas, Siak, dengan rencana akan dijadikan target berikutnya.

Dalam perjalanan, rencana tersebut dibatalkan. Pelaku kemudian memberikan uang Rp50 ribu kepada Arnold dan menyuruhnya kembali ke Pekanbaru.

(TribunBatam.id)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.