Renungan Hari Ini Senin 4 Mei 2026, Kesuksesan:Godaan antara Keagungan Diri dan Kemuliaan Nama Tuhan
Gordy Donovan May 04, 2026 10:47 AM

Oleh: Pater Frans Banusu, SVD

TRIBUNFLORES.COM, MAUMERE - Mari simak renungan hari ini Senin 4 Mei 2026.

Tema renungan hari ini "Kesuksesan: Godaan antara Keagungan Diri dan Kemuliaan Nama Tuhan".

Renungan hari ini untuk Senin 4 Mei 2026 merupakan hari Senin Paskah V, Santa Gemma Galgani, Perawan, Santa Rachel, Pengaku Iman, Rachel, Istri Yakob, Para Martir dari Inggris, dengan warna liturgi putih.

Adapun bacaan liturgi katolik hari Senin 4 Mei 2026 adalah sebagai berikut:

Baca juga: Renungan Katolik Senin 4 Mei 2026, Penghibur yaitu Roh Kudus

Bacaan Pertama Kisah Para Rasul 14:5-18

Waktu Paulus dan Barnabas berada di Ikonium, orang-orang Ikonium yang telah mengenal Allah dan orang-orang Yahudi bersama-sama dengan pemimpin-pemimpin mereka menimbulkan suatu gerakan untuk menyiksa dan melempari Paulus dan Barnabas dengan batu.

Di Listra ada seorang yang duduk saja, karena lemah kakinya; ia lumpuh sejak dilahirkan dan belum pernah dapat berjalan.

Ia duduk mendengarkan, ketika Paulus berbicara. Paulus menatap dia, dan melihat bahwa ia beriman dan dapat disembuhkan.

Lalu kata Paulus dengan suara nyaring, “Berdirilah tegak di atas kakimu!” Dan orang itu melonjak berdiri, lalu berjalan kian kemari. Ketika orang banyak melihat apa yang telah diperbuat Paulus, mereka itu berseru dalam bahasa Likaonia, “Dewa-dewa telah turun ke tengah-tengah kita dalam rupa manusia.”

Barnabas mereka sebut Zeus dan Paulus mereka sebut Hermes, karena Paulus yang berbicara. Maka datanglah imam dewa Zeus, yang kuilnya terletak di luar kota, membawa lembu-lembu jantan dan karangan-karangan bunga ke pintu gerbang kota untuk mempersembahkan korban bersama-sama dengan orang banyak kepada rasul-rasul itu.

Mendengar itu, Barnabas dan Paulus mengoyakkan pakaian mereka, lalu terjun ke tengah-tengah orang banyak itu sambil berseru, “Hai kamu sekalian, mengapa kamu berbuat demikian?

Dalam zaman yang lampau Allah membiarkan semua bangsa menuruti jalannya masing-masing, namun Ia bukan tidak menyatakan diri-Nya dengan berbagai-bagai kebajikan, yaitu dengan menurunkan hujan dari langit dan dengan memberikan musim-musim subur bagi kamu.

Ia memuaskan hatimu dengan makanan dan kegembiraan”. Walaupun rasul-rasul itu berkata demikian, namun hampir-hampir tidak dapat mereka mencegah orang banyak mempersembahkan kurban kepada mereka.

Demikianlah Sabda Tuhan.

U. Syukur Kepada Allah.

Mazmur Tanggapan Mzm 115:1-2.3-4.15-16

Ref. Bukan kepada kami, ya Tuhan, tetapi kepada nama-Mulah beri kemuliaan.

Bukan kepada kami, ya Tuhan, bukan kepada kami, tetapi kepada nama-Mulah beri kemuliaan, oleh karena kasih-Mu, oleh karena setia-Mu! Mengapa bangsa-bangsa akan berkata, “Di mana Allah mereka?”

Allah kita di surga; Ia melakukan apa yang dikehendaki-Nya! Berhala-berhala mereka adalah perak dan emas, buatan tangan manusia.

Diberkatilah kamu oleh Tuhan, yang menjadikan langit dan bumi. Langit itu langit kepunyaan Tuhan, dan bumi itu telah diberikan-Nya kepada anak-anak manusia.

Bacaan Injil Yohanes 14:21-26

Dalam amanat perpisahan-Nya Yesus berkata kepada murid-murid-Nya, “Barangsiapa memegang perintah-Ku dan melakukannya, dialah yang mengasihi Aku.Kekristenan

Dan barangsiapa mengasihi Aku, ia akan dikasihi oleh Bapa-Ku, dan Aku pun akan mengasihi dia dan akan menyatakan diri-Ku padanya.”

Yudas, yang bukan Iskariot, berkata kepada-Nya, “Tuhan, apakah sebabnya Engkau hendak menyatakan diri-Mu kepada kami, dan bukan kepada dunia?”

Jawab Yesus, “Jika seorang mengasihi Aku, ia akan menuruti firman-Ku. Bapa-Ku akan mengasihi dia, dan Kami akan datang kepadanya, dan diam bersama-sama dengan dia.

Barangsiapa tidak mengasihi Aku, ia tidak menuruti firman-Ku; dan firman yang kamu dengar itu bukanlah dari pada-Ku, melainkan dari Bapa yang mengutus Aku.

Semuanya itu Kukatakan kepadamu, selagi Aku berada bersama-sama dengan kamu; tetapi Penghibur, yaitu Roh Kudus, yang akan diutus oleh Bapa dalam nama-Ku, Dialah yang akan mengajarkan segala sesuatu kepadamu dan akan mengingatkan kamu akan semua yang telah Kukatakan kepadamu.”

Demikianlah Injil Tuhan.

U. Terpujilah Kristus.

Renungan Harian Katolik:

"Kesuksesan: Godaan antara Keagungan Diri dan Kemuliaan Nama Tuhan"

"Barang siapa memegang perintah-Ku dan melakukannya, dialah yang mengasihi Aku. Dan barang siapa mengasihi Aku, ia akan dikasihi oleh Bapa-Ku, dan Aku pun akan mengasihi dia, dan akan menyatakan Diri-Ku kepadanya." (Yoh. 14:21).

Mengakui kekuasaan Tuhan dalam diri kita sebagai makhluk tercipta merupakan suatu keunggulan spiritual yang perlu dibanggakan. Peluang mengagungkan diri dalam setiap keberhasilan yang diraih dalam hidup terbuka lebar. Mengabaikan kuasa dan intervensi Tuhan dalam setiap tapak hidup bukanlah gambaran pengikut Tuhan yang baik. Sebab kesombongan dan kebanggaan semu bisa saja hadir dan merusak baik relasi kasih dengan Tuhan maupun dengan sesama. Kemuliaan Tuhan mesti dijunjung tinggi sebab hanya Dialah yang membuat kita hebat dalam setiap prestasi yang kita peroleh dalam hidup ini. Orang beriman yang arif adalah dia yang takut akan Tuhan. Roh Allah tercurah dalam diri karena kerendahan hati. Semakin rendah hati seorang murid Tuhan semakin ia membuka diri terhadap daya ilahi Roh Kudus agar Bapa, Putra dan Roh Kudus berkarya efektif dalam dirinya. 

Paulus dan Barnabas membuat kisah mengagumkan di Listra. Ada seorang lumpuh sejak lahir duduk mendengar ketika Paulus berbicara. Oleh karena si lumpuh itu beriman, Paulus menatap dia dan dengan suara nyaring berseru, "Berdirilah tegak di atas kakimu! Orang itu melonjak berdiri, lalu berjalan kian ke mari." (Kis. 14:10). Peristiwa iman yang langka ini mendatangkan kata-kata pujian, sanjungan kepada Paulus dan Barnabas. Bahkan mereka disebut dewa, Barnabas adalah dewa Zeus dan Paulus, dewa Hermes. Imam dewa Zeus datang membawa lembu-lembu , karangan bunga untuk dipersembahkan kepada kedua rasul itu. Berkat kerendahan hati, dua rasul tidak terjebak untuk mengagungkan diri sendiri, tetapi memberi kesaksian bahwa mereka hanyalah alat di tangan Tuhan.  Allahlah yang harus diagung-agungkan dan dimuliakan dalam hidup. Bagi murid-murid-Nya yang rendah hati, Allah menampakkan karya agung-Nya yang konkrit di tengah-tengah umat manusia.

Pemazmur menanggapi dalam madahnya, "Diberkatilah kamu oleh Tuhan, yang menjadikan langit dan bumi. Langit itu kepunyaan Tuhan, dan bumi itu telah diberikan-Nya kepada anak-anak manusia." (Mzm. 115:15-16).

Tanda nyata kasih manusia kepada Allah: memegang sabda dan perintah Allah serta tekun melaksanakannya dalam hidup harian. Apa pun tantangannya pewartaan Injil harus terus berlanjut. 

Cinta sejati kepada Tuhan tak terlepas dari tanggung jawab yang besar. Roh Kudus mengajar kita memahami Sabda Allah, pewartaan Injil terus-menerus agar perbuatan sia-sia kepada dewa/i ditinggalkan lalu berbalik kepada Allah melalui Yesus Kristus. 

Selamat beraktivitas hari ini. Tuhan berkatimu semua. (RP. FF. Arso Kota, Senin/Pekan V Paskah/A/II, 040526). (Sumber: the katolik.com/kgg).

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.