Pesta Narkoba Usai Habisi Nenek di Pekanbaru, Kini Pelaku Pembunuhan Tak Bisa Jalan Usai Ditembak
Talitha Daren May 04, 2026 11:38 AM

TRIBUNTRENDS.COM - Menjelang konferensi pers pengungkapan kasus pembunuhan seorang nenek, aparat kepolisian terlihat menyiapkan dua kursi roda di Mapolresta Pekanbaru pada Minggu sore.

Sekitar pukul 14.00 WIB, sebuah mobil tahanan berlapis baja tiba dengan membawa empat tersangka perampokan sekaligus pembunuhan terhadap Dumaris (60).

Keempat pelaku yang diamankan masing-masing berinisial AFT (21), SL (34), EW (39), dan L (22).

Dua kursi roda yang telah disiapkan sebelumnya digunakan untuk mengevakuasi SL dan EW.

Keduanya terpaksa dilumpuhkan oleh petugas karena melakukan perlawanan saat proses penangkapan.

Saat diturunkan dari kendaraan tahanan, SL dan EW yang mengenakan baju tahanan berwarna oranye harus dipapah sebelum didudukkan di kursi roda.

Seusai menjalankan aksinya, para pelaku diketahui langsung melarikan diri pada hari yang sama.

Mereka kabur menuju Medan, Sumatera Utara, dengan tujuan menghindari pengejaran aparat kepolisian.

Namun, setibanya di sana pada Kamis malam, mereka tidak segera bersembunyi dan justru mendatangi tempat hiburan malam.

Bahkan, pihak kepolisian mengungkap bahwa para pelaku sempat mengonsumsi narkoba usai melakukan kejahatan tersebut.

Baca juga: 4 Pelaku Pembunuhan Nenek di Pekanbaru Langsung ke Tempat Hiburan Malam Usai Eksekusi, Pesta Narkoba

Pelaku Kakinya Ditembak Polisi

Saat turun dari mobil tahanan, kedua pelaku yang memakai baju tahanan oranye dipapah petugas untuk dinaikkan ke atas kursi roda.

Kedua kaki SL dan EW tampak dibalut perban warna putih. Keduanya tampak meringis kesakitan.

Bagaimana tidak, luka tembak di kaki SL terdapat di bagian paha kanan dan betis kiri.

Adapun EW, kena timah panas di lutut kiri dan pergelangan kaki kanan.

Sementara itu, dua pelaku wanita, AFT dan L, tampak menundukkan wajahnya yang ditutupi masker saat digelandang petugas ke penjara.

Baca juga: Sosok AF, Mantan Menantu yang Bunuh Nenek di Pekanbaru, Padahal Masih Sering Dibantu Korban

Rekaman CCTV Ungkap Aksi Perampokan yang Tewaskan Nenek di Pekanbaru.
Rekaman CCTV Ungkap Aksi Perampokan yang Tewaskan Nenek di Pekanbaru. (tangkapan layar CCTV via Tribun Pekanbaru)

AFT Dalang dari Pembunuhan

AFT adalah dalang dari kasus ini. Nenek yang dibunuhnya itu adalah ibu mertuanya.

Penangkapan keempat pelaku dilakukan tim gabungan Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polresta Pekanbaru, Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Riau.

Tim Satreskrim Polresta Pekanbaru menangkap pelaku AFT dan suami sirinya, SL, di Aceh Tengah, Aceh.

Sementara itu, tim Jatanras Ditreskrimum Polda Riau menangkap EW dan L di Binjai, Sumatera Utara.

Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Riau, Kombes Hasyim Risahondua, menegaskan, pelaku SL dan EW terpaksa dilumpuhkan karena melawan petugas.

"Bagi kami, yang melawan petugas, kami akan memberikan tindakan tegas terukur. Bagi kami, bila para pelaku yang secara sadis tega menghabisi nyawa lansia (lanjut usia), kemudian kami lakukan pengejaran tapi melawan, kami tindak tegas," ucap Hasyim saat konferensi pers di Mapolresta Pekanbaru, Minggu.

Baca juga: Aksi Perampokan Terekam CCTV, Nenek di Pekanbaru Dihajar hingga Tewas, Mantan Menantu Diburu Polisi

PEMBUNUHAN DI PEKANBARU - Mantan menantu menjadi otak kasus pembunuhan nenek di Pekanbaru
PEMBUNUHAN DI PEKANBARU - Mantan menantu menjadi otak kasus pembunuhan nenek di Pekanbaru (Tribun Trends/tangkapan layar CCTV via Tribun Pekanbaru dan Kompas.com/Idon)

Aksi Kejahatan Terekam CCTV

Aksi pembunuhan dan pencurian itu terekam kamera CCTV di luar dan dalam rumah korban.

Pelaku berjumlah empat orang. Dua orang lelaki dan dua perempuan.

Adapun pelaku yang mengeksekusi korban adalah seorang pria.

Pelaku memukul kepala korban dengan kayu balok secara berulang kali.

Pria tersebut sadar aksi terekam kamera CCTV, lalu merusaknya dengan dipukul kayu balok.

Mirisnya, dalam kasus ini salah satu pelaku wanita adalah menantu korban yang diketahui berinisial AFT.

Dari kejadian tersebut, barang-barang berharga milik korban dibawa kabur oleh para pelaku.

Para pelaku diduga mengambil perhiasan emas, uang 400 dollar Singapura, paspor, dan ponsel.

(TribunTrends.com/Kompas.com)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.