Cekcok Berujung Maut, Seorang Petani di Siau Timur Sitaro Sulut Tewas Usai Dipukul Tukang Ojek
Indry Panigoro May 04, 2026 12:38 PM

Sitaro, TRIBUNMANADO.CO.ID - Kasus penganiayaan yang berakhir dengan kematian terjadi di Kampung Dame Lindongan V, Kecamatan Siau Timur, Kabupaten Kepulauan Sitaro, Sulawesi Utara (Sulut), Minggu (3/5/2026) malam sekitar pukul 20.10 WITA.

Korban, Pendi Thomas (40), seorang petani, meninggal dunia setelah mengalami kekerasan fisik dalam insiden tersebut.

Sementara terduga pelaku, HL alias Endo (43), yang bekerja sebagai tukang ojek, telah diamankan pihak kepolisian.

Kronologi kejadian

Peristiwa bermula saat pelaku sedang beristirahat di depan rumah keluarga Makisurat-Lukas.

Korban datang dan membangunkan pelaku dengan cara menarik tubuhnya sambil mengeluarkan ucapan yang memicu emosi.

Situasi kemudian memanas hingga terjadi adu mulut.

Dalam kondisi saling berhadapan, pelaku diduga melayangkan satu kali pukulan ke arah leher dan dagu korban menggunakan tangan kiri.

Pukulan tersebut menyebabkan korban terjatuh, dengan bagian belakang kepala diduga membentur batu di sekitar lokasi kejadian.

Korban pun tak sadarkan diri.

Warga yang berada di sekitar lokasi segera mengevakuasi korban ke Puskesmas Ulu Siau.

Namun nahas, korban dinyatakan meninggal dunia setibanya di fasilitas kesehatan.

Aparat kepolisian yang menerima laporan langsung menuju lokasi untuk melakukan olah TKP serta mengamankan terduga pelaku.

Polisi juga telah mengumpulkan keterangan dari sejumlah saksi, di antaranya Fulton Kasiuhe, Nova Makisurat (istri korban), dan Spengli Sikome.

Kapolres Kepulauan Sitaro, AKBP Iwan Permadi, SE, membenarkan kejadian tersebut.

“Peristiwa penganiayaan yang menyebabkan korban meninggal dunia benar terjadi. Terduga pelaku sudah kami amankan dan saat ini masih dalam proses pemeriksaan lebih lanjut,” ungkapnya.

Ia menambahkan, pihak kepolisian akan menangani perkara ini secara profesional dan sesuai prosedur hukum.

Kapolres juga mengingatkan masyarakat agar menjaga emosi dan menghindari tindakan kekerasan dalam menyelesaikan persoalan.

Saat ini, penyelidikan masih terus dilakukan, termasuk pendalaman motif serta koordinasi dengan pihak medis terkait hasil visum korban.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.