Bangunan SDN Reba Rana Manggarai Timur Memprihatinkan, Kadis Lapor Menteri
Hilarius Ninu May 04, 2026 12:45 PM

 

 

Laporan Reporter TRIBUNFLORES.COM, Robert Ropo

"Saya sudah teruskan ke team Revit Kemdikdasmen,"ujar Winsensius saat dikonfirmasi TRIBUNFLORES.COM melalui pesan WatsApp dari Ruteng ke Borong, Senin 4 April 2026.

Winsensius mengatakan, terkait dengan kondisi bangunan ruang kelas sekolah itu yang cukup memprihatinkan, bukan karena tidak ada kepedulian dari Pemkab Manggarai Timur, namun karena keterbatasan anggaran. 

Karena itu, Kata Winsensius, ia telah melaporkan kepada tim Revitalisasi (Revit) Kemendasmen RI. Ia menyakini laporan itu akan secepatnya direspon oleh Tim Revit Kemdikdasmen. 

 

Baca juga: Fraksi PKB DPRD Sikka Siap Bantu Insentif Tambahan 350 Ribu untuk Guru Honorer Bergaji Rp 150 Ribu

 

 

Winsensius juga mengatakan, ia juga akan segera membuat proposal untuk permintaan bantuan pembangunan gedung SDN Reba Rana itu kepada Kemdikdasmen. 

"Pasti terjawab, Saya juga akan segera buat proposal malam nanti,"ujarnya. 

SDN Reba Rana kini memiliki 3 ruang permanen, sedangkan 4 ruang kelas menggunakan bangunan darurat yang kondisinya kini memprihatinkan karena termakan usia. Bangunan darurat terbuat dari kerangka kayu, atap seng, berdinding pelupu bambu, papan kayu dan berlantai tanah itu, kini kondisinya berlubang-lubang. 

Anggota DPRD Kabupaten Manggarai Timur, Paulus Yohanes Yorit Poni, kepada TRIBUNFLORES.COM, Minggu 3 Mei 2026, mengatakan ia telah melihat langsung kondisi fasilitas dan sarana-prasarana termasuk bangunan ruang kelas milik SDN Reba Rana itu. 

Yorit yang akrab disapa ini menerangkan, SDN Reba Rana saat ini memiliki enam rombongan belajar (Rombel). Meski demikian, tidak didukung dengan bangunannya. Kondisi bangunan untuk ruang kelas sungguh memprihatinkan. 

Dikatakan Politikus PDI Perjuangan ini, SDN Reba Rana saat ini memiliki tiga ruang permanen namun semua lantai sudah rusak, sedangkan 4 ruangan dari bangunan darurat yang dibangun secara swadaya oleh komite, orang tua, dan masyarakat sekitar 10 tahun lalu itu juga lebih memprihatinkan karena termakan usia. 

Senator muda asal Daerah Pemilihan (Dapil 4) Manggarai Timur yakni Elar, Elar Selatan, Congkar dan Sambi Rampas itu, juga mengatakan, sementara itu ada dua ruangan permanen yang dibangun sekitar 5 tahun lalu kini juga sudah ambruk diterpa angin kencang yang hingga kini belum diperbaiki. 

Putra Asli Elar Selatan, Matim itu juga mengatakan, dengan kondisi bangunan ruang kelas yang sungguh memprihatinkan itu, ia telah menyampaikan kepada Pemerintah Daerah dalam hal ini Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Manggarai Timur dan dengan harapan agar bisa diperbaiki agar anak-anak bangsa belajar untuk meraih cita-cita lebih aman dan nyaman. (rob)

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.