TRIBUNFLORES.COM,MBAY-Semangat Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) tahun ini berdenyut kencang di jantung Kecamatan Mauponggo, Kabupaten Nagekeo, NTT.
Di bawah kemegahan Gunung Ebulobo yang menjulang, sebuah langkah besar bagi masa depan olahraga Nagekeo resmi dimulai melalui pembukaan Turnamen SDIBOL Cup I.
Ajang ini bukan sekadar kompetisi sepak bola, melainkan sebuah misi suci mencari "Bintang Muda" bibit-bibit atlet berbakat dari pelosok desa yang siap dibentuk menjadi bintang masa depan.
Turnamen yang mengusung tema filosofis "Bermain, Belajar, Berprestasi" ini lahir dari gagasan kolektif Kepala SDI Boloroga, Ibu Grasiana Mogi, bersama para guru, Komite Sekolah dan Pemerintah Desa Lajawajo.
Baca juga: Politeknik Santo Wilhelmus Boawae NTT siap Mendukung Swasembada Pangan
Menariknya, seluruh teknis pelaksanaan dikelola sepenuhnya oleh Orang Muda Desa Lajawajo, sebuah potret sinergi antar-generasi yang luar biasa.
Sebanyak 28 klub sepak bola tingkat SD dari seluruh Kabupaten Nagekeo memadati Lapangan Boloroga. Pembukaan secara resmi dilakukan oleh Asisten III Setda Nagekeo, Bapak Silvester Teda Sada, mewakili Bupati Nagekeo.
Prosesi pembukaan semakin berwibawa dengan kehadiran Anggota DPRD Nagekeo Distrik Mauponggo, jajaran Forkopimcam (Kapolsek Mauponggo), pengawas Satuan Pendidikan Kecamatan Mauponggo, Kepala Desa Lajawajo, Ketua Komite, Direktur Politeknik St. Wilhelmus, tokoh adat, tokoh Masyarakat, tokoh pendidikan, para Kepala Sekolah peserta turnamen, para alumni SDI Boloroga. Mewakili Bupati Nagekeo, Asisten III Setda Nagekeo, Bapak Silvester Teda Sada, resmi membuka kegiatan secara simbolis.
Prosesi pembukaan ditandai dengan tendangan perdana (kick-off) oleh Asisten II Setda Nagekeo. Turut hadir mendampingi, Anggota DPRD Nagekeo asal Mauponggo, Bapak Patris Bhoko dan Bapak Fredy Leby, serta Direktur Politeknik St. Wilhelmus.
Lahirnya Bintang dari Sinergi Desa dan Sekolah
Dukungan konkret Pemerintah Desa Lajawajo ditegaskan melalui penyerahan Piala Tetap oleh Kepala Desa Lajawajo, Bapak Mikael Lena, kepada panitia pelaksana. Penyerahan ini menjadi simbol komitmen bahwa Desa Lajawajo siap menjadi wadah berkelanjutan bagi pengembangan bakat anak-anak Nagekeo.
Dalam sambutannya, Bapak Asisten III menekankan bahwa tema turnamen ini adalah kunci pembentukan karakter.
"Bermain harus sungguh-sungguh agar kalian belajar banyak hal yang akan mengantar pada prestasi membanggakan. Jika sudah berprestasi, jangan pernah main-main dengan bakat kalian," tegasnya.
Beliau juga memuji panorama lapangan yang diapit Kapela Santu Joakim Boloroga yang anggun dan Gunung Ebulobo sebagai modal wisata olahraga (sport tourism) yang inspiratif.
Orang Tua Sebagai Garda Terdepan
Pesan mendalam juga ditujukan kepada para wali murid. Asisten III menegaskan bahwa prestasi anak tidak bisa tumbuh sendiri tanpa dukungan moral dari rumah. "Orang tua harus jadi garda terdepan. Wajib hadir menyaksikan pertandingan sebagai bentuk dukungan nyata bagi keberhasilan anak," pesannya.
Suasana sempat mencair ketika beliau melontarkan humor segar, "Pemain kita masih SD, tidak mungkin mereka pukul wasit. Yang kita takutkan justru penontonnya. Jadilah penonton yang cerdas dan bermartabat."
Kebanggaan Tokoh dan Semarak Budaya
Anggota DPRD Nagekeo, Bapak Patris Bhoko, menyatakan rasa bangganya atas inisiatif lokal ini. Bersama Bapak Fredy Leby, beliau memandang SDIBOL Cup I sebagai jembatan bagi atlet lokal menuju panggung nasional.
Senada dengan itu, Ketua Panitia sekaligus Sekdes Lajawajo, Marianus Dhoy, mengaku terharu karena partisipasi 28 klub ini jauh melampaui ekspektasi awal.
Kemeriahan pembukaan semakin memuncak dengan penampilan Marching Band SMPSK Batarende Wolosambi, flashmob siswa SDI Boloroga, serta tarian kreasi dari siswa SMPN Satap 2 Mauponggo. Sebagai wujud syukur dan penghormatan pada tradisi, Bapak Stefanus Jea memimpin Doa Adat dalam bahasa setempat, memohon restu leluhur agar turnamen berjalan aman dan damai.
Turnamen ini terselenggara atas dukungan: Karya Mandiri Tenda, Bank NTT, UD Ada Rasa, Gloria Barbershop, Indosat, Kopdit Sangosay, dan Politeknik St. Wilhelmus. Pada laga perdana, tuan rumah SDIBOL A sukses memetik kemenangan tipis 1-0 atas SDK Sawu.