TRIBUNFLORES.COM, MAUMERE - Mari simak bacaan Injil Katolik Selasa 5 Mei 2026.
Bacaan injil katolik lengkap renungan harian Katolik.
Selasa 5 Mei 2026 merupakan hari Selasa Paskah V, Santo Hilarius dari Arles, Uskup, Santa Yutta, Pengaku Iman, dengan warna liturgi putih.
Adapun bacaan liturgi Katolik hari Selasa 5 Mei 2026 adalah sebagai berikut:
Baca juga: Kalender Liturgi Katolik Selasa 5 Mei 2026, Hari Biasa Pekan V Paskah
Waktu Paulus dan Barnabas di kota Listra datanglah orang-orang Yahudi dari Antiokhia dan Ikonium dan mereka membujuk orang banyak itu memihak mereka.
Lalu mereka melempari Paulus dengan batu dan menyeretnya ke luar kota, karena mereka menyangka, bahwa ia telah mati. Akan tetapi ketika murid-murid itu berdiri mengelilingi dia, bangkitlah ia lalu masuk ke dalam kota.
Lalu kembalilah mereka ke Listra, Ikonium dan Antiokhia. Di tempat itu mereka menguatkan hati murid-murid itu dan menasihati mereka supaya mereka bertekun di dalam iman, dan mengatakan, bahwa untuk masuk ke dalam Kerajaan Allah kita harus mengalami banyak sengsara.
Di tiap-tiap jemaat rasul-rasul itu menetapkan penatua-penatua bagi jemaat itu dan setelah berdoa dan berpuasa, mereka menyerahkan penatua-penatua itu kepada Tuhan, yang adalah sumber kepercayaan mereka.
Dari situ berlayarlah mereka ke Antiokhia; di tempat itulah mereka dahulu diserahkan kepada kasih karunia Allah untuk memulai pekerjaan, yang telah mereka selesaikan.
Setibanya di situ mereka memanggil jemaat berkumpul, lalu mereka menceriterakan segala sesuatu yang Allah lakukan dengan perantaraan mereka dan bahwa Ia telah membuka pintu bagi bangsa-bangsa lain kepada iman. Di situ mereka lama tinggal bersama-sama dengan murid-murid itu.
Demikianlah Sabda Tuhan.
U. Syukur Kepada Allah.
Mazmur Tanggapan Mzm 145:10-11.12-13ab.21
Ref. Orang-orang yang Kaukasihi, ya Tuhan, mengumumkan kemuliaan kerajaan-Mu.
Segala yang Kaujadikan akan bersyukur kepada-Mu, ya Tuhan, dan orang-orang yang Kaukasihi akan memuji Engkau. Mereka akan mengumumkan kemuliaan kerajaan-Mu, dan akan membicarakan keperkasaan-Mu.
Mulutku mengucapkan puji-pujian kepada Tuhan dan biarlah segala makhluk memuji nama-Nya yang kudus untuk seterusnya dan selamanya.
Bait Pengantar Injil Lukas 24:46.26
Mesias harus menderita dan bangkit dari antara orang mati, untuk masuk ke dalam kemuliaan-Nya.
Bacaan Injil Yohanes 14:27-31a
Dalam amanat perpisahan-Nya Yesus berkata kepada murid-murid-Nya, “Damai sejahtera Kutinggalkan bagimu. Damai sejahtera-Ku Kuberikan kepadamu, dan apa yang Kuberikan tidak seperti yang diberikan oleh dunia kepadamu. Janganlah gelisah dan gentar hatimu.
Kamu telah mendengar, bahwa Aku telah berkata kepadamu: Aku pergi, tetapi Aku datang kembali kepadamu. Sekiranya kamu mengasihi Aku, kamu tentu akan bersukacita karena Aku pergi kepada Bapa-Ku, sebab Bapa lebih besar dari pada Aku.
Dan sekarang juga Aku mengatakannya kepadamu sebelum hal itu terjadi, supaya kamu percaya, apabila hal itu terjadi. Tidak banyak lagi Aku berkata-kata dengan kamu, sebab penguasa dunia ini datang dan ia tidak berkuasa sedikitpun atas diri-Ku.
Tetapi supaya dunia tahu, bahwa Aku mengasihi Bapa dan bahwa Aku melakukan segala sesuatu seperti yang diperintahkan Bapa kepada-Ku.”
Demikianlah Injil Tuhan.
U. Terpujilah Kristus.
Renungan Harian Katolik: Damai Sejati dalam Kristus
Damai Sejahtera yang Sejati di Dalam Kristus
Damai Sejahtera yang Bukan dari Dunia
Dalam kehidupan yang terus bergerak cepat dan penuh tekanan, manusia sering mencari sesuatu yang dapat menenangkan hati. Banyak orang mengejar kenyamanan, keamanan, bahkan kesuksesan materi sebagai sumber damai. Namun dalam renungan Katolik hari ini, Yesus menawarkan sesuatu yang jauh lebih dalam dan abadi damai sejahtera yang tidak berasal dari dunia.
Dalam Injil Yohanes 14:27–31a, Yesus berkata:
"Damai sejahtera Kutinggalkan bagimu. Damai sejahtera-Ku Kuberikan kepadamu, dan apa yang Kuberikan tidak seperti yang diberikan oleh dunia kepadamu."
Kalimat ini bukan sekadar penghiburan biasa. Ini adalah janji ilahi. Sebuah janji yang diucapkan Yesus menjelang penderitaan-Nya, saat Ia tahu bahwa para murid akan menghadapi ketakutan, kebingungan, dan kehilangan.
Dalam renungan harian Katolik ini, kita diajak untuk merenungkan: damai seperti apakah yang diberikan oleh Kristus? Dan bagaimana kita dapat mengalaminya di tengah hidup yang penuh ketidakpastian?
Baca juga panduan lengkap di Renungan Katolik Harian untuk memahami cara melakukan renungan setiap hari secara mendalam.
Damai Dunia vs Damai Kristus
Damai Dunia: Sementara dan Rapuh
Dunia menawarkan damai dalam bentuk kenyamanan:
Keamanan finansial
Relasi yang stabil
Kehidupan tanpa konflik
Namun damai ini bersifat sementara. Begitu situasi berubah, damai itu pun hilang. Ketika masalah datang, hati kembali gelisah.
Damai Kristus: Dalam dan Tak Tergoyahkan
Sebaliknya, damai yang diberikan Yesus tidak bergantung pada keadaan luar. Damai ini adalah:
Kehadiran Allah dalam hati
Kepercayaan penuh kepada kehendak Bapa
Keyakinan bahwa kasih Tuhan tidak pernah meninggalkan kita
Dalam renungan Injil Yohanes 14:27-31a, Yesus menegaskan bahwa damai-Nya berbeda. Damai ini lahir dari relasi dengan Allah, bukan dari situasi dunia.
“Jangan Gelisah dan Gentar Hatimu”
Yesus memahami hati manusia. Ia tahu bahwa kita mudah takut, cemas, dan khawatir. Karena itu Ia berkata:
"Janganlah gelisah dan gentar hatimu."
Ini bukan sekadar perintah, tetapi undangan untuk percaya.
Mengapa Kita Mudah Gelisah?
Takut akan masa depan
Luka masa lalu
Ketidakpastian hidup
Kehilangan kontrol
Namun melalui refleksi Sabda Tuhan, kita belajar bahwa damai sejati bukan berarti tidak ada masalah, melainkan kehadiran Tuhan di tengah masalah.
“Kesetiaan kepada Tuhan tidak bergantung pada penerimaan manusia.”
Damai yang Menguatkan
Damai Kristus memberi kita:
Ketenangan dalam badai
Harapan dalam kesulitan
Keberanian dalam ketakutan
Yesus Pergi, Tetapi Tidak Meninggalkan
Dalam Injil ini, Yesus juga berbicara tentang kepergian-Nya kepada Bapa. Bagi para murid, ini tampak seperti kehilangan. Namun Yesus menjelaskan bahwa kepergian-Nya adalah bagian dari rencana keselamatan.
"Sekiranya kamu mengasihi Aku, kamu pasti akan bersukacita bahwa Aku pergi kepada Bapa."
Ini adalah misteri iman:
Kehilangan yang membawa kehidupan
Salib yang membawa keselamatan
Perpisahan yang menghadirkan Roh Kudus
Dalam renungan Katolik hari ini, kita diajak untuk melihat hidup dengan perspektif iman bahwa Tuhan selalu bekerja bahkan dalam situasi yang tidak kita pahami.
Damai yang Mengalir dari Ketaatan
Yesus berkata bahwa Ia melakukan segala sesuatu sesuai dengan perintah Bapa. Inilah sumber damai-Nya.
Ketaatan yang Membawa Damai
Sering kali kita gelisah karena kita ingin mengendalikan segalanya. Kita ingin hidup berjalan sesuai rencana kita. Namun damai sejati datang ketika kita:
Berserah pada kehendak Tuhan
Percaya bahwa rencana-Nya lebih baik
Hidup dalam ketaatan
Dalam refleksi Sabda Tuhan, ketaatan bukanlah beban, melainkan jalan menuju kebebasan dan damai.
Damai dalam Kehidupan Sehari-hari
Bagaimana kita mengalami damai Kristus dalam hidup konkret?
1. Melalui Doa
Doa adalah tempat kita menyerahkan kekhawatiran kepada Tuhan.
2. Melalui Sabda Tuhan
Membaca dan merenungkan Injil memberi kita kekuatan dan arah.
3. Melalui Sakramen
Ekaristi dan pengakuan dosa adalah sumber damai rohani.
4. Melalui Kepercayaan
Percaya bahwa Tuhan memegang hidup kita, bahkan saat kita tidak mengerti.
Ketika Dunia Tidak Memberi Jawaban
Ada saat-saat di mana dunia tidak dapat memberikan solusi:
Kehilangan orang yang dikasihi
Kegagalan besar
Penyakit
Krisis hidup
Dalam momen ini, damai dunia tidak cukup. Hanya damai Kristus yang mampu menopang jiwa.
Dalam renungan harian Katolik, kita diingatkan bahwa damai Kristus bukan pelarian dari realitas, melainkan kekuatan untuk menghadapi realitas.
Refleksi Pribadi
Renungkan dalam hati:
Apa yang saat ini membuat hatiku gelisah?
Apakah aku mencari damai dari dunia atau dari Tuhan?
Sudahkah aku menyerahkan hidupku sepenuhnya kepada Kristus?
Biarkan Sabda hari ini menyentuh hati dan mengubah cara kita melihat hidup.
Doa Penutup
Tuhan Yesus, Engkau memberikan damai yang tidak dapat diberikan oleh dunia.
Ajarlah aku untuk percaya kepada-Mu di tengah kegelisahan. Tenangkan hatiku yang sering cemas dan takut.
Bimbing aku untuk hidup dalam kehendak-Mu, agar aku mengalami damai sejati dalam hidupku. Amin. (sumber the katolik.com/kgg).