Kunci Jawaban Kompeten Berbahasa Indonesia Kelas 11 SMA Halaman 169 Kurikulum Merdeka
Rizka Pratiwi Utami May 04, 2026 02:27 PM

SRIPOKU.COM - Berikut ini kunci jawaban kompeten Berbahasa Indonesia kelas 11 SMA Halaman 169 Kurikulum Merdeka.

Kegiatan Kelompok 1

Setelah membaca dan mencermati teks drama "RT Nol RW Nol", buatlah kelompok yang terdiri dari 4-5 orang, kemudian kerjakanlah langkah-langkah berikut.

1. Tulislah gagasan, pikiran, tindakan, dan pesan moral drama tersebut mengenai kesenjangan sosial dalam makalah sederhana dengan sistematika: pembuka, pengembangan isi, dan penutup.

2. Sampaikan makalah kalian tentang gagasan, pikiran, tindakan, dan pesan mengenai kesenjangan sosial dalam drama tersebut berbentuk monolog dengan mengembangkan:
a. ekspresi wajah;
b. gestur tubuh;
c. intonasi.

3. Diskusikanlah dengan teman-teman sekelas untuk menanggapi pertanyaan, kritik, dan saran mengenai kesenjangan sosial dalam drama tersebut.

4. Rangkumlah gagasan, pikiran, dan kesenjangan sosial dalam drama tersebut dengan mempertimbangkan pertanyaan, kritik, dan saran teman-teman dalam diskusi.

Baca juga: Contoh Soal Esai PAS/SAS/UAS IPAS Kelas 6 SD Semester 2 Kurikulum Merdeka Tahun 2026 Lengkap Jawaban

Makalah Sederhana Drama "RT Nol RW Nol"

Pembuka

Drama "RT Nol RW Nol" karya Iwan Simatupang menggambarkan kehidupan kaum gelandangan yang tinggal di kolong jembatan dengan segala keterbatasannya.

Drama ini menunjukkan adanya kesenjangan sosial yang nyata antara kaum miskin dan masyarakat yang hidup lebih layak.

Melalui kisah para tokohnya, pengarang ingin menampilkan kerasnya perjuangan hidup kaum terpinggirkan.

Pengembangan Isi

Gagasan utama drama ini adalah kesenjangan sosial yang menyebabkan sebagian masyarakat hidup dalam kemiskinan dan keterbatasan. Tokoh Kakek, Pincang, Ani, dan Ina hidup sebagai gelandangan dengan kondisi serba kekurangan.

Mereka harus berjuang setiap hari hanya untuk mendapatkan makanan dan bertahan hidup.

Pikiran pengarang terlihat melalui kritik sosial terhadap keadaan masyarakat dan pemerintah yang kurang memperhatikan kaum miskin.

Tokoh-tokoh dalam drama berusaha bertahan hidup dengan cara sederhana, seperti mengamen dan memanfaatkan barang bekas.

Hal ini menunjukkan bahwa kemiskinan menuntut perjuangan, tetapi juga membutuhkan keterampilan dan kesempatan agar dapat keluar dari kesulitan.

Tindakan para tokoh mencerminkan usaha mereka untuk tetap hidup meskipun berada dalam keterbatasan.

Ani dan Ina memiliki keinginan untuk mencari kehi-dupan yang lebih baik, sedangkan Kakek lebih pasrah pada nasib. 

Perbedaan sikap ini menunjukkan bahwa perubahan hidup memerlukan usaha, semangat, dan pengetahuan.
Pesan moral drama ini adalah bahwa kesenjangan sosial harus dikurangi dengan kepedulian, pendidikan, dan pemberdayaan masyarakat miskin.

Manusia harus memiliki keterampilan dan pengetahuan agar mampu memperoleh kehidupan yang lebih layak. Selain itu, masyarakat dan pemerintah perlu lebih peduli terhadap kaum marginal.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.