TRIBUNSTYLE.COM - Satu kapal supertanker milik Iran berhasil lolos blokade Amerika Serikat, kini tengah berlayar menuju kepulauan Riau di Indonesia.
Kabar ini diketahui dari laporan TankerTrackers, lembaga pemantau pergerakan kapal, pada Minggu (3/5/2026).
Kapal supertanker milik Iran yang lolos tersebut dikabarkan membawa pasokan minyak mentah sebanyak 220 juta dolar AS.
Kini, kapal tersebut tengah berlayar melalui Selat Lombok dan menuju ke wilayah Kepulauan Riau, Indonesia.
Diketahui dari lembaga pemantau, tanker raksasa Iran itu belum memancarkan sinyal Sistem Identifikasi Otomatis (AIS) sejak 20 Maret.
Menurut data pemantauan, sinyal AIS kapal itu terakhir terdeteksi saat meninggalkan Selat Malaka dalam perjalanan menuju Iran.
Baca juga: Rudal Iran Incar Uni Emirat Arab, Teheran Ancam Jadikan Abu Dhabi Hancur Layaknya Tel Aviv
Diketahui dalam dunia pelayaran internasional, setiap kapal umumnya dilengkapi sistem pelacak bernama AIS.
Sistem itu berfungsi menampilkan posisi, identitas, dan tujuan kapal secara real time.
Taktik ini diduga menjadi strategi Iran untuk tetap menjalankan ekspor minyak di tengah tekanan sanksi dan blokade dari Amerika Serikat.
Amerika Serikat (AS) akan meluncurkan upaya untuk "membimbing" kapal-kapal yang tertahan di Selat Hormuz yang dikuasai Iran mulai Senin (4/5/2026) pagi waktu setempat.
Langkah AS ini diumumkan oleh Presiden AS Donald Trump, tanpa memberikan banyak detail tentang upaya besar-besaran yang berpotensi membantu ratusan kapal dan sekitar 20.000 pelaut.
Trump berbicara beberapa jam setelah Iran mengatakan sedang meninjau tanggapan AS terhadap proposal terbarunya untuk mengakhiri perang dan menegaskan bahwa ini bukanlah negosiasi nuklir.
Gencatan senjata yang rapuh selama tiga minggu tampaknya masih bertahan.
Trump mengatakan dalam sebuah unggahan media sosial pada Minggu (3/5/2026) bahwa negara-negara "netral dan tidak bersalah" telah terpengaruh oleh perang Iran.
"Kami telah memberi tahu negara-negara ini bahwa kami akan memandu kapal-kapal mereka dengan aman keluar dari jalur perairan terlarang ini, sehingga mereka dapat dengan bebas dan mampu melanjutkan bisnis mereka," katanya.
Baca juga: Mojtaba Khamenei Tak Kunjung Muncul di Publik, Diduga Alami Cedera hingga Negosiasi Iran-AS Rumit
“Proyek Kebebasan akan dimulai pada Senin pagi di Timur Tengah," tambah Trump.
Saat ini, kata Trump, perwakilannya sedang berdiskusi dengan Iran yang dapat menghasilkan sesuatu yang “sangat positif bagi semua pihak.”
Dilansir AP News, penutupan efektif Selat Hormuz oleh Iran, yang diberlakukan setelah AS dan Israel melancarkan perang pada 28 Februari 2026, telah mengguncang pasar global.
Kapal dan para pelaut, banyak di antaranya berada di kapal tanker minyak dan gas serta kapal kargo, telah terjebak di Teluk Persia sejak perang dimulai.
Para awak kapal telah menceritakan kepada Associated Press tentang menyaksikan drone yang dicegat dan rudal meledak di atas perairan, serta kekurangan air minum, makanan, dan perbekalan lainnya.
Banyak pelaut berasal dari India dan negara-negara lain di Asia selatan dan tenggara.
Sementara itu, pernyataan Trump dengan cepat dibagikan oleh beberapa media Iran, yang menggambarkan pengumumannya sebagai sebuah "klaim." (Tribun Style/Tribun Video)